Kompas.com
Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

pilihan

120 Penumpang "Ketinggalan," Ini Penjelasan Lion Air

12 Agustus 2017   15:00 Diperbarui: 12 Agustus 2017   15:02 42 0 0
120 Penumpang "Ketinggalan," Ini Penjelasan Lion Air
Pesawat Lion Air B737-800 terparkir di run way Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (19/8/2015)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 120 orang penumpang reguler maskapai Lion Air dengan kode penerbangan JT 673 yang rencananya akan bertolak ke Balikpapan, Kalimantan Timur dari Bandara Internasional Juwata Tarakan, harus rela tidak terangkut pada Jumat pagi (11/8/2017).

Menanggapi hal tersebut, Public Relations Manager Lion Air Group Andy M Saladdin pun memberikan keterangannya.

Terkait 120 orang penumpang yang ditinggal oleh penerbangan Lion Air, yang terjadi adalah sistem Lion Air di Bandara Juwata mengalami gangguan.

"Sehingga seluruh bagasi dan penumpang Lion Air JT 673 rute Tarakan-Balikpapan-Cengkareng dan bagasi dilakukan secara manual," kata Andy ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (12/8/2017).

(Baca: Kronologi Lion Air Tinggalkan 120 Penumpang di Tarakan)

Dikarenakan gangguan pada sistem, maka koordinasi antara ground handling dengan pilot yang bertugas tidak berjalan dengan baik.

Ini mengakibatkan beberapa penumpang tujuan Balikpapan dan Jakarta mengalami penundaan jadwal penerbangannya.

Atas kejadian ini, imbuh Andy, pihak Lion Air meminta maaf kepada seluruh pelanggan Lion Air JT 673 yang mengalami penundaan jadwal penerbangan.

"Kami pastikan memberi kompensasi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan kami yakinkan bahwa pelanggan yang mengalami penundaan diterbangkan pada hari itu juga dengan menggunakan pesawat Batik Air dan juga Lion Air pada jadwal setelahnya, dengan JT 267, JT 675, dan JT 765," ujar Andy.

Menurut dia, pihak Lion Air akan melakukan investigasi dan evaluasi mengenai hal tersebut.

Caranya adalah dengan melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait, seperti pilot in charge pada penerbangan JT 673, dan pihak ground handling serta akan memberikan sanksi apabila ditemukan pelanggaran SOP.