Toto Priyono
Toto Priyono Kariyawan Swasta

Hal yang paling mengecewakan itu sempitnya pengetahuan. Fb. Toto Priyono - IG. Priyono_toto Pengembara dan Pengamat = Saya.

Selanjutnya

Tutup

Menyoal Tulisan Itu Hal yang Buruk

2 Juli 2017   07:19 Diperbarui: 2 Juli 2017   08:25 62 0 0

Sebagai penulis yang tidak handal, yang di inginkan pengembara penulis ini adalah dibaca. Pengembara menulis bukan menyoal seberapa orang yang setuju dengan berbagai tulisan-tulisanya. Bagi pengembara sendiri jika ia menulis dan dibaca banyak orang perasaanya akan sedikit gembira dan semakin termotivasi untuk terus dan terus menulis.

Pengembara terkadang juga bingung dan sedikit merenung. Seperti apa tujuan menulis itu? Apakah bukan suatu yang hina ketika penulis mengharapkan tulisanya dibaca banyak orang? Sebagai seorang pengembara yang menulis mungkin wajar melontarkan pertanyaan seperti ini. Baikah seorang menulis itu? Apakah semua orang butuh sebuah tulisan untuk keberlangsungan hidupnya?

Pengembara merasakan bahwa tulisan tidak hanya membuat orang termotivasi, bahkan banyak tulisan penyebar kepesimisan hidup termasuk beberapa tulisan pengembara. Begitupun tulisan yang menyenangkan dan menyedihkan. Tetapi apakah semua penulis  tahu bagaimana penyajian tulisan terbaik itu? Pengembara mengira baik buruknya tulisan itu tulisan itu sendiri.

Di era dimana semua orang bebas menulis seperti sekarang ini, menyoal tulisan menurut pengembara yang menulis adalah hal buruk. Setidaknya di era ini seseorang penikmat informasi dari tulisan haruslah pandai-pandai memilah dan memilih tulisan mana yang terbaik untuknya. Bukankah menjadi tidak mungkin ketika kita berdebat tidak setuju dengan tulisan dan mengomentari tidak ada habis-habisnya.

Sebaiknya dari pada berdebat melelahkan pikiran dan pembicaraan menyoal tulisan lebih baik kita memang berdamai dengan berbagai tulisan-tulisan itu. Sebagai pembaca atau penulis pilihlah yang terbaik menurut sudut pandang sendiri. Memaksakan untuk sesuai dengan sudut pandang sendiri tidaklah beretika. Rezim demokrasi mengharuskan warga negara tunduk pada argumen-argumen tulisan di media sosial termasuk kompasiana ini.

Tulisan yang baik merupakan tulisan yang mewakili tulisan sebagai mana adanya. Baik dan buruk tulisan tergantung masing-masing pribadi menafsir tulisan itu sendiri. Penting dan tidaknya tulisan terbukti dari adanya tulisan itu sendiri. Bagi pengembara yang menulis, tulisan sangatlah penting, tulisan penting sebagai pendamping peradaban. Tanpa tulisan kita tak pernah tahu peradaban yang sebelumnya dan juga tak pernah tahu bagaimana peradaban kedepanya.