PLN Berhasil Mengatasi Krisis Listrik di Bali?

04 November 2010 02:39:23 Dibaca :

Beberapa waktu lalu, secara bergiliran masing-masing wilayah di Pulau Bali mengalami pemadaman listrik dengan alasan berkurangnya pasokan listrik karena sedang ada perbaikan pada mesin Generator Listrik.

Setelah itu, pemadaman mulai berkurang dan beberapa waktu belakangan ini hampir tidak pernah ada pemadaman lagi, tapi yang sangat terasa adalah adanya penurunan tegangan listrik, terutama pada Malam hari.  Lampu-lampu terasa suram, dan yang sangat terasa adalah perubahan pada alat2 listrik ketika tegangan sedang berfluktuasi.  Saya belum sempat melakukan pengukuran, tapi secara kasat mata tegangan secara konstan selalu dibawah 220 Volt dan kalau drop bisa sampai dibawah 170 Volt.  Ini terlihat pada TV yang rating Voltasenya 170-240 Volt yg mendadak mati ketika Voltase turun.

Menggunakan Stabilizer pun sudah tidak bermanfaat, karena alat yang harganya tidak murah itu akan cepat rusak akibat Voltase Listrik PLN yang sangat fluktuatif.

Setelah saya pikir-pikir, menurut Rumus Daya Listrik adalah Voltase (Volt) X Tahanan (Amper), atau Watts = Volt Amper.  Dari rumus ini saya bisa menduga, PLN memaksakan diri memenuhi kebutuhan Listrik jangka pendek dengan menggunakan penurunan Voltase/Tegangan Listrik sebagai Variabel.  Dimana tentunya, Daya listrik yang dibutuhkan akan menurun jika Voltase juga diturunkan sehingga tidak perlu dilakukan pemadaman listrik.

Seandainya logika saya yang jelas2 bukan orang berlatar belakang Teknik ini benar, PLN telah dan akan merugikan Masyarakat karena naik turunnya Voltase akan berdampak negatif pada alat2 Elektronik.  Bayangkan kerugian yang akan ditimbulkan...

Salam dari Nusa Damai

I Nyoman DJ

/komangbali

Saya adalah Bankir daur ulang...Sedang belajar menulis biar tidak didaur ulang lagi...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?