Terima Kasih untuk @footballnesia

17 Oktober 2013 21:29:04 Dibaca :

Akun @footballnesia kembali muncul dengan kultwit yang membuat terperangah para pembacanya. Kali ini akun tersebut mengangkat masalah Play Off IPL. Saya akui akun ini pintar sekali memainkan emosional followers maupun pembaca lainnya. Seperti kultwit-kultwit sebelumnya, si admin selalu mengungkap sesuatu yang belum terjadi, atau belum-belum sudah berbicara masalah hasil akhir. Tak salah jika para followersnya akan berpikir “wow…hebat sekali orang ini”. Apalagi si admin sering kali mengatakan dia berada dalam sistem atau dekat dengan elite-elite pengurus PSSI, sehingga dia tahu banyak informasi-informasi top secret yang tak terendus pers.



Bagi orang-orang dengan IQ ngesot seperti jenggalers, IPLers dan sejenisnya, tentu perkataan @footballnesia akan dimakan mentah-mentah dan dijadikan rujukan untuk beragumen melawan pendukung PSSI. Bahkan kata-kata seperti "mafia bola", "IQ 10cc" bagi yang tidak sependapat, "kualitas otak", dll, dikembangkan para jenggalers sampai di kanal bola Kompasiana dan forum-forum lainnya. Singkatnya kultwit @footballnesia telah menjadi bacaan wajib dan harus diimani oleh para jenggalers tanpa mau menafsirkan lebih dalam lagi.



Lagi-lagi masalahnya adalah daya nalar yang cetek dari para jenggalers. Untuk itu marilah kita bersama berpikir lebih cerdik dengan analisa saya berikut ini:



@Footballnesia selalu mengungkap rencana buruk dari seseorang ataupun kelompok. Sekali lagi saya katakan itu “rencana” karena perbuatan itu belum terjadi. Logikanya begini, saya contohkan, di suatu kampung, si A mengetahui dengan pasti si B akan mencuri di rumah pak RT pada tanggal yang telah ditentukan. Sebelum rencana itu terlaksana, si A sudah bercerita ke seluruh warga kampung tentang rencana si B. Karena si B tahu rencananya sudah tersiar, apakah dia akan tetap menjalankan rencananya?



Dalam hal ini, justru @footballnesia sedang memberikan warning atau melakukan tindakan prefentif agar orang-orang yang punya peluang untuk berbuat buruk menjadi berpikir 1000 X karena segala tindakannya diawasi banyak orang. Lalu kenapa @footballnesia menggunakan media sosial Twitter? Karena Twitter mempunyai wilayah pembaca yang sangat luas, dari kampung sampai ke Ibu Kota, dari anak kecil sampai pejabat tinggi. Dengan begitu, jelas @footballnesia bertujuan agar kultwitnya diketahui pula oleh pihak-pihak yang dituduh akan melakukan perbuatan tidak baik.



Saya tidak mengatakan hal ini bertujuan untuk pemerasan atau mencari keuntungan pribadi. Tetapi mari kita ambil nilai positifnya saja. Misalnya dulu @footballnesia mengatakan juara ISL tahun 2013 telah disetting milik Mitra Kukar, ternyata meleset. Apakah hal itu kegagalan @footballnesia? Tidak, justru itulah letak keberhasilannya. Seandainya memang setting menyetting pernah ada, maka rencana itu gagal total karena sudah diketahui khalayak umum dan tidak mungkin dilanjutkan.



Secara pribadi saya menaruh rasa hormat dan berterima kasih kepada @footballnesia, karena baik disengaja maupun tidak, @footballnesia ikut mengawal, mengawasi dan mengoreksi para pengurus PSSI dan pihak-pihak terkait dengan persepakbolaan nasional, sehingga harapan kita untuk memiliki iklim persepakbolaan yang baik dan sehat akan terwujud.



Apa yang dilakukan oleh @footballnesia sebetulnya tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Farhad Abas dan Ruhut Sitompul. Mungkin misi dan tujuannya saja yang berbeda. Apa yang mereka katakan tidak bisa kita makan mentah-mentah, tetapi harus dipikirkan lebih lanjut tentang tujuan makronya, bukan diamini secara mikro atau tweet demi tweet.



Mohon maaf jika ada yang salah.



Narko Tole (Koko)



Koko Tole

/kokontole

Hidup adalah mimpi, maka nikmati saja
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?