HIGHLIGHT

Rujak: Warisan Kuliner Khas Indonesia yang Sehat dan Menyegarkan

07 Mei 2011 05:00:37 Dibaca :

Siapa yang tidak mengenal rujak? Makanan ini adalah salah satu warisan kuliner yang dimiliki oleh Indonesia dari zaman dahulu kala. Rujak adalah sejenis makanan yang isinya terdapat perpaduan antara buah dengan cita rasa pedas yang menggigit. Menurut riset kesehatan, rujak termasuk makanan yang sehat karena didalamnya mengandung berbagai jenis vitamin yang dapat menyehatkan tubuh. Tidak heran kalau dokter atau bidan memperbolehkan ibu-ibu hamil untuk mengonsumsi rujak karena disamping mitos ngidam yang berpengaruh secara psikologis, rujak juga dapat menguatkan dan memberi asupan multivitamin alami yang terdapat pada buah. Cita rasa pedas bisa disesuaikan dengan selera, tetapi kalau untuk ibu hamil sebaiknya cita rasa pedas dikurangi.

Rujak mempunyai versi yang berbeda di setiap daerah di Indonesia. Di Jakarta sangat terkenal rujak buah yang ditumbuk. Penjualnya biasanya berdagang keliling serta menggunakan suara tumbuk agar memberitahu kepada masyarakat bahwa dia sedang berjualan di wilayah dimana masyarakat tersebut tinggal. Rujak di Jakarta selain buah, juga menggunakan pisang batu dan ubi dalam perpaduannya. Walau sekarang rujak buah tumbuk sudah jarang ditemukan di Jakarta, kita bisa menemukannya di daerah pinggiran di Jakarta atau pada event-event tertentu seperti Pekan Raya Jakarta atau tempat wisata yang ada di Jakarta sepert Kota Tua, Monas, dll.

Lain di Jakarta, lain di Jawa Timur. Rujak Cinguradalah salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur, terutama daerah asalnya Surabaya. Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan beberapa jenis buah-buahan seperti ketimun, krai (sejenis ketimun khas Jawa Timur), bengkoang, mangga muda, nanas, kedondong dan ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo dan cingur serta sayuran-sayuran seperti kecambah/tauge, kangkung dan kacang panjang. Semua bahan tadi dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, air matang untuk sedikit mengencerkan, gula/gula merah, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam dan irisan tipis-tipis pisang biji hijau yang masih muda (pisang klutuk). Semua saus/bumbu dicampur dengan cara diuleg, itu sebabnya rujak cingur juga sering disebut rujak uleg. Rujak Cingur memang berbeda dengan rujak pada umumnya, selain menggunakan petis udang dan sayur-sayuran, rujak cingur menggunakan kerupuk dalam penyajiannya.

Rujak di Yogyakarta lebih unik lagi. Rujak Es Krim adalah makanan khas yang paling digemari oleh masyarakat Yogyakarta. Dalam penyajiannya, Rujak Es Krim tidak jauh berbeda dengan rujak lainnya yang menggunakan buah, bedanya adalah penggunaan es krim yang membuat rujak ini unik. Perpaduan buah, cita rasa pedas, susu, dan es krim yang dingin membuat heboh ketika sudah mampir di mulut. Banyak sekali turis yang sedang berwisata ke Yogyakarta tidak mau ketinggalan mencicipi "rasa hebohnya" Rujak Es Krim. Selain nikmat dan enak, harganya sangat terjangkau dan dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Bagi yang tidak mau repot membeli rujak, rujak dapat dibuat dengan modal yang sederhana. Bagi yang punya pohon jambu di rumah, rujak dapat dibuat dengan menggunakan garam dan cabai yang diuleg bersamaan. Selain itu rujak colek juga dapat menjadi pilihan alternatif ketika kita malas menyerut atau menumbuk buah. Potongan buah lalu dicolekkan dengan sambal pedas campuran gula jawa dan asam membuat cita rasanya tidak kalah dengan rujak-rujak jenis lainnya.

Meskipun berbagai macam versi, rujak merupakan warisan kuliner khas Indonesia yang sangat segar dan sehat dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Di mana pun dan kapan pun, rujak dapat dikonsumsi dengan ditemani air minum yang juga dapat disesuaikan dengan selera untuk mengurangi rasa pedasnya. Selain itu, rujak merupakan solusi yang tepat untuk mengurangi kepenatan dalam beraktivitas. Selamat menikmati !

Hartika Arbiyanti

/kocom

TERVERIFIKASI (HIJAU)

"Mendengarkan warta berita sama saja dengan menghisap sebatang rokok yang segera kita buang jika habis..."
--Milan Kundera, 2000: 142

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?