Kidung Sableng
www.kompasiana.com/kidung_sableng
| Tulisan | : | 53 artikel |
| Komentar | : | 821 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
Dibatas senja kutetapkan langkah, menuju puncak keabadian bertamankan bunga-bunga abadi dinaungi mega nan megah buah karya Sang Abadi… Dewa-dewapun bersila rapi mencipta barisan pada savanah terbentang luas, pada hamparan ilalang menyambut ...
Kata orang pernah sudah kutelan semua rasa manisnya madu pun pahitnya empedu namun tak pernah kupastikan manis ataupun pahitnya atas keduanya… atas kepastiannya.. dengah lidah lahirku, atau rasa bathinku samar… hambar… tiada yang ...
Tingg… Denting dawai berdenting temani seruling dijinjing lengan terlinting, jari menari hingga kelingking tak lupa celana dicincing…. bando dipasang mungkin pening cringg…cring…tingg..suara bening senar string… Cing… gemericing nada iringi fon saat ...
Cahaya fajar datang menghampiri malam sinarnya menembus kisi-kisi sempit jendela ruang tetanda tiba akhir impian semalam memberi jeda mentari tuk kembali menapak, bangunkanku dari panjangnya malam… hening sunyi berlalu sudah seiring ...
Asa dan rasaku untukmu terukir tegas… pada dinding-dinding cadas menjulang pada keras karang menjemput ombak pada putih tulang-tulang rusukku… Rinduku akan hadirmu begitu lugas… selugas doa-doa malam yang terkumandangkan dari ribuan ...
Untukmu yang menegurku di pagi hari… kala aku masih terbuai dalam mimpi Untaian katamu terukir indah… seindah mentari menyambut pagi hatipun tergugah… ‘tuk menegur mesra sang dewi di pagi hari… jika ...
heii… sedang apa kau disana? di sudut ruang menyendiri tertunduk menikmati sepi heii… tegakkanlah sedikit tubuhmu angkat sedikit wajahmu agar tampak tegar kau tatap duniamu heii… ternyata kita bisa bercengkerama tanpa kata-kata kau turuti apa ...
Cinta adalah mahkota jiwa dalam naungan bintang dan bulan, kala hijau, kuning, biru, kelabu, maupun hitam kelam pekat menyelimuti malam. datang bak semilir angin yang berhembus, hening, ...
ketika mata memandang ilusi ketika jari tak lagi berhati… ketika nurani terinjak alibi, ketika itu pula suara terbui…. aksara tak lagi sampaikan nada nada berubah dogma dogma membabi-buta, buta nurani…buta mata-hatinya… manusia seakan ...
Auuwww…. serigala melolong… sahabat meng-aduh… sembunyi masuk kolong… Guk..guk…guk.. anjing menggonggong kawula melolong tangan berdasi masuk kantong…. Auummm…. harimau mengaum cakarnya mencari mangsa sendiri… kulit tersisa… Meong…. kucing mengeong ekornya bergoyang… catwalk bergetar… buih terkapar… nanar… dalam datar… kukuruyukkk… ayam jantan berkokok… tegap ...