Untuk Jiwa-jiwa yang Marah

01 Juni 2013 06:41:29 Dibaca :

Sunyi kumenatap lentera senja


Tanpa satupun tangan yang membawa bersamanya


Masih berjibaku dengan arah angin


Meskipun sesekali ia tampak letih



Langkah kaki saling berebut tempat


Seolah waktu kan bergeming


Dan lembayung keemasan perlahan beranjak dari hadapku


Meninggalkanku bersama Kala



Semburat panasnya jadi permadaniku


Gelegak uapnya mencoba menjadi mantelku


Saat kuberlari tanpa alas



Kini, wajah-wajah angkasa terlihat murung


Pastilah sesaat lagi kan menangis



Menangislah wahai bidadari-bidadari langit


Aku masih bernaung untukmu


Berilah sekedar kesejukan


Siramilah dengan air mata kasih kalian


Agar jiwa-jiwa yang marah



kembali temukan jalan pulang…. (Sat, 010613, 02.49)

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?