Kholil Rokhman
Kholil Rokhman swasta

Berusaha menyelami sederhana. Suka yang berbau Timnas Sepak Bola Argentina.

Selanjutnya

Tutup

Bola

Sampaoli: Sepak Bola Tak Hanya Menyerang Terus-menerus

12 September 2017   23:05 Diperbarui: 12 September 2017   23:14 794 1 0
Sampaoli: Sepak Bola Tak Hanya Menyerang Terus-menerus
Sumber foto: rpp.pe

Cesar Luis Menotti benar-benar khawatir dengan nasib Timnas Argentina di kualifikasi Piala Dunia 2018. Argentina kini ada di posisi lima klasemen sementara zona Amerika Selatan. Untuk bisa lolos langsung ke Rusia, Argentina harus masuk di empat besar klasemen akhir. Padahal, saat ini hanya ada dua laga sisa bagi Argentina.

Argentina akan melawan Peru dan Ekuador pada awal Oktober nanti. Dengan kondisi saat ini, Menotti yang membawa Argentina juara Piala Dunia 1978 benar-benar khawatir. Sebagai pelatih kawakan, Menotti menyoroti cara kerja pelatih Argentina saat ini, Jorge Sampaoli.

Menotti, yang kini sudah berusia 79 tahun itu mengaku tak mengenal Sampaoli secara pribadi. Namun, Menotti memberi pandangan bahwa Sampaoli harus membedakan antara Sevilla dengan Argentina. Sevilla adalah klub yang pernah dipoles Sampaoli dan Argentina adalah tim yang kini dibesut Sampaoli.

Saat membesut Sevilla, Sampaoli melakukan sepak bola menyerang. Dia tak peduli bermain dengan tim manapun, Sevilla akan terus menyerang. Kini, ketika melatih Argentina, Sampaoli juga melakukan hal serupa. Tengok saja bagaiman Argentina melawan Uruguay dan Venezuela, Argentina menyerang habis-habisan.

"Argentina bukan Sevilla," kata Menotti seperti diberitakan mundoalbiceleste. Menotti mengatakan, sepak bola Argentina itu seperti tarian Tango. "Sepak bola itu tak hanya soal terus menerus menyerang, bukan soal terus menerus berlari. Perlu berhenti, perlu akselerasi, dan ada ritme," kata Menotti.

Menotti pun menyindir bahwa di masa lalu, Argentina bisa dengan mudah mengalahkan Venezuela. Namun, pada laga beberapa waktu lalu, Argentina kesulitan menghabisi Venezuela. Bahkan, di laga itu Argentina bermain di kandang sendiri. (*)