Mohon tunggu...
Kevhin Marden
Kevhin Marden Mohon Tunggu... Wiraswasta - Mahasiswa

Penikmat Kopi Pa'it

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Enu-Nana dan Belis, Sebuah Penghormatan untuk Kaum Perempuan Manggarai

10 Maret 2020   01:36 Diperbarui: 11 Maret 2020   11:30 4003
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Enu adalah sapaan yang disematkan pada kaum perempuan dari daerah Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur yang biasanya diikut sertakan dengan nama panggilan dari sang gadis, misalnya enu Moni. Sapaan seperti ini menunjukkan suatu kedekatan batiniah antara si gadis dengan yang menyapanya. 

Sapaan seperti ini biasanya bersumber dari pihak keluarga maupun dari si nana nya enu (Kekasihnya enu) ataupun dari orang-orang yang tak dikenal. Tetapi, panggilan enu oleh orang-orang yang tak dikenal biasanya akan terasa tak ada resonansi dalam jiwa si gadis (ini pengakuan si enu), yah maklumlah belum kenal kok sudah sok dekat. 

Dan tentang gadis Manggarai, mereka adalah makhluk yang Tuhan ciptakan dikala Tuhan sedang senyum kayaknya. Kenapa?. Karena enu-enu dong biasanya cantik-cantik dan kulit mereka putih mulus tanpa sedikitpun bintik hitam. Hahah. 

Kecantikan dan kemolekan tubuh dari enu-enu akan kita jumpai apabila kita mengikuti perayaan misa minggu ke-3 di gereja. Enu dong biasanya kalo hari minggu begitu, dorang pake towe songke (sarung tenun khas Manggarai). Saya sarankan anda semua untuk jangan bawa pasangan yang bukan orang Manggarai kalau pergi gereja disana e. Tolong. Hahaha.

Sedangkan nana adalah panggilan akrab untuk kaum laki-laki di Manggarai. Sejujurnya saya tidak terlalu tertarik untuk membahas tentang kaum nana ini. Hahahh maaf e, bukan karena sa tidak mau adanya kesetaraan tapi karena sa lagi malas bahas tentang nana dorang.

Antara enu dan nana pasti akan ada yang namanya belis. Oke kalau soal belis saya sangat tertarik untuk menulis. Belis (maskawin) adalah besar kecilnya pembayaran dan biasanya bergantung pada tawar menawar (KBBI). Belis biasanya berupa sejumlah uang dan beberapa ekor hewan (misalnya sapi, kerbau, babi, dll). 

Belis adalah bagian dari bentuk penghormatan kepada kaum perempuan oleh kaum laki-laki. Besaran belis untuk kaum perempuan pun biasanya bervariasi, tergantung dari hasil kesepakatan antara pihak keluarga perempuan dengan pihak keluarga laki-laki. 

Dan di Manggarai, besaran belis ini terlebih khusus belis berupa uang akan sangat fantastis. 

Kisaran belisnya bisa mencapai Rp.200.000.000-500.000.000. Jangan takut bro, besaran belis itu bukan berarti kau harus membayarnya secara lunas. 

Di Manggarai untuk hal belis ini biasanya akan berpegang teguh pada sebuah ungkapan khas Manggarai, yaitu wae teku tedeng. Jangan tanya ke saya apa penjelasannya e, tanya saja langsung ke tetua adatnya.

Belis bukanlah sebuah bentuk perdagangan manusia secara modern yah. Tolong dicatat, belis bukan berarti perdagangan. Belis merupakan penghormatan kepada kaum perempuan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun