Ken ShaRa Idza
Ken ShaRa Idza wiraswasta

Black Dew

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Jajanan Baru Khas Jogja, Jajanan Kelas Internasional yang Meng-Jogjakan Diri

19 Mei 2017   02:05 Diperbarui: 19 Mei 2017   02:15 91 0 0
Jajanan Baru Khas Jogja, Jajanan Kelas Internasional yang Meng-Jogjakan Diri
dokpri

Siang itu terasa panas. Dengan hape yang minim sinyal, aku mencari lokasi yang harus aku datangi. Mamahke. Sebuah nama yang rasanya aneh. Ini anama apa tho? Kayaknya kok nganeh-anehi. Sampai di sekitar tempat wisata Taman sari Yogyakarta, aku celingukan. Terlihat melintas seorang perempuan berkulit putih, tapi agak terlihat agak judes . (hehehe) Akupun bertanya padanya, lalu disampaikan bahwa  Jalan Tamanan itu ada di daerah Bantul. Wow. Aku salah tempat.  Langsung saja aku menghitung waktu dan jarak.  

Damapialam setengah jam aku harusan sampai, Karena memang undangan jam 10.00 WIB akan segera dibuka acaranya. Kok ya ndilalah, sinyal gak dapat, mau buka file di imel tidak bisa.  Langsung saja  aku pacu motor menuju arah Bantul. Sampai di depan Taman Pintar aku hentikan motor. Melongok kembali hape. kalau-kalau ada sinyal. 

Alhamdulillah ada sinyal. Ku bukaimel dan jrengg terlihat dengan jelas undangan yang sudah kubaca beberapa waktu lalu. (saat ini lupa heheh). Acara Mamahke ada di Jalan Taman. Di belakang Taman Sari. Ahh.. balik lagi deh. Alhamdulilah juga, aku tidak langsung menuju arah Bantul. Kalau bablas,,,,bablas tidak ikut acaranya hehhe,

Setelah bermotor menyusuri jalan yang memutari Taman Sari, akhirnya, sampailah aku pada sebuah tempat yang bikin semangat. Warna merah. Yah, acara Mamahke diwajibkan dengan drescode warna merah. Kebetulan sekali motorku sebagian berwarna merah, helm merah dan jaketpun berwarna merah. Setelah memarkir sepeda motor, senyum cantik dan manis dari beberapa gadis muda menyambut langkahku. Bikin hati tambah semangat. Setelah tanda tangan  kehadiran aku masuk dan berbaur dengan beberapa teman yang sudah datang lebih dulu. Ternyata bukan hanya aku yang masih penasaran tentang Mamahke. Kayaknya di kamus KBBI tidak ada istilah Mamahke. Atau bahasa kebarat-baratan. Perancis atau Italia?  

Teman-teman semakin banyak yang datang. Aku masih celingukan. Tidak ada yang spesial kecuali panggung dengan kursi empat dan backdrop besar bergambar Zaskia Mecca dan Hanung Bramantio. Rasanya sesuatu juga, saat mau melihat secara langsung dua orang pesohor yang sering tampil di layar kaca. Panggung belum terlihat hendak mulai, saat suasana gaduh di kiri panggung.

Orang-orang berkerumun. Membungkuk. Aku jadi penasaran. Dan cuzz, aku segera bergegas. Dan ternyata.... teman teman sedang melakukan ritual wajib bila ada acara. Apalagi acara makan-makan. Ritual memotret makanan sebelum di makan. Hehehe. Ada yang jinjit. Ada yang jongkok. Ada yang miring. Dah...pokoknya semua gaya ada, tergantung posisi masing-masing. Apa yang di foto?

dokpri
dokpri

Awalnya, ku kira Mamahke adalah sebuah resto dengan menu makanan berat. Ada menu western, oriental ataupun tradisional. Makanya dari pagi kuniati tidak sarapan. Lumayan setelah dua jam perjalanan menuju lokasi. Bisa merasakan nikmatnya menu yang ada. Tapi sampai di lokasi. Mataku mencuri pandang. Tidak ada daftar menu yang kubayangkan. Padahal perutku sudah keroncongan. Setelah cekrek-cekrek, akhirnya acara segera dimulai. Dua orang MC naik ke panggung.Dengan luwes mereka mengajak interaksi dengan tamu tamu yang hadir. Dan aku baru tahu bahwa "Mamahke" adalah sebuah brand usaha cake yang dibidani oleh artis Zaskia Mecca. Tentu saja cake yang ditawarkan beda dengan cake-cake yang sudah ada.  

Apa itu Mamahke Jogja?

Tidak berapa lama, Zaskia Mecca dan suaminya, Hanung Bramantio naik panggung. Dalam hati, aku berkata, ternyata benar, Zaskia Mecca itu memang cantik pake banget. hehehe.. Hanung? Tentu tidak camtik. Tapi ganteng. Yah, pasangan yang serasi.  Zaskia dan Hanungpun  bercerita tentang asal muasal bran Mamahke. Mamahke bisa berarti Mama dan cake     .  Karena meskipun yang membuat adalah Zaskia sendiri, tetapi semua rasa harus divalidasi oleh lidah sang mamah. Yang kata Hanung, lidah beliau masih asli jogja. Tidak tercemar oleh rasa-rasa makanan dari berbagai negara. Selain itu yang lebih pas juga, Mamahke itu berasal dari istilah "Mamah" yang artinya Mengunyah.  Mamahke dalam bahasa jawa artinya kunyahkan. Sebuah brand yang unik familiar dan mudah diucapkan juga.. sangat terasa  Jogjanya. 

Dalam kesempata tersebut, Hanung juga  menyampaikan bahwa Mamahke Jogja merupakan sebuah transformasi makanan internasional menjadi makanan lokal. Bila biasanya sesuatu yang bersifat lokal dinaikkan kelas menjadi go internasional. Mamahke Jogja menganut konsep yang sebaliknya. Dengan merasakan Mamahke Jogja, sudah bisa mewakili  bagi sebagian kalangan untuk mencicipi yang berkelas internasional tetapi tetap dengan lidah orang Jogja. Sehingga rasa Jogja yang sarat dengan kearifannya yang tinggi masih bisa terasa meskipun makanan yang ada merupakan makanan "import".

Alamat Mamahke Jogja

Tanggal 19 Mei ini, Mamahke Jogja mengadakan launching. Tanda Mamahke Jogja secara resmi menambah kekhasan kota Jogja. Dengan bangunan berkonsep lawasan, Mamahke Jogja hadir dengan kelezatan cake khasnya. Adapun outlet Mamahke Jogja ada di   Jl. Taman KT 1/329  Yogyakarta. Bagi anda yang berasal dari luar Yogyakarta, jangan khawatir. Alamat tersebut ada di sebuah destinasi wisata yang sudah banyak dikenal. Yaitu Taman Sari. Sampai di pertigaan Pasar Ngasem, anda belok kiri lalu ikuti jalan sampai menemukan pertigaan, ambil kanan. Ikuti jalan yang ada, maka akan anda temukan Mamahke Jogja ada di sebelah kanan jalan.

Keunikan Mamahke Jogja

dokpri
dokpri

Simpel. Seperti kata Hanung, Mamahke Jogja dibuat untuk menjadi oleh-oleh khas yang simpel. Tidak ribet untuk menikmatinya. Seperti dalam foto di atas. Mamahke Jogja dibuat dengan sekali santap. 

Tidak perlu mencari pisau untuk mengiris atau membagi, Mamahke siap disajikan langsung dimakan.  Ada lambang gunungan yang menjadi pegangan untuk mengambil dan menyantap cake yang ada.

Soal rasa? dijamin uenaaak...  :) Istimewa Rasane....