Tuhan, Aku MelihatMu Tersenyum di Bandara Ngurah Rai

14 April 2013 22:08:39 Diperbarui: 24 Juni 2015 15:11:17 Dibaca : Komentar : Nilai :


(1)


Sabtu sore, 13 April 2013


Mendung tengah memayungi Denpasar


Rintik hujan belum lagi usai berderai


Sesekali terlihat sekumpulan camar laut terbang begitu rendah


(2)


Nun jauh di angkasa,


Diantara bongkahan kabut


Tampak sebuah titik perlahan mendekat


Ia adalah Lion Air JT 904 Boeing 737-800 NG berisi 108 penumpang


(3)


Tak dinyana,


Seketika, air laut pecah dibebani burung besi seberat 79 ton


Tumpahannya muncrat membasuh landasan Bandar Udara Ngurah Rai


Mendadak dunia penerbangan gempar!


(4)


Kecelakaan pesawat pun kembali terjadi,


Lalu, berbagai praduga pun mengemuka menganalisa musibah ini


Satu hal yang pasti, pilot adalah manusia biasa yang memiliki keterbatasan


Alhamdulillah, semua penumpang selamat meski Lion Air mendarat di lautan biru.


Gunawan Wibisono

/kebersahajaan

TERVERIFIKASI

puisi adakalanya menggantikan rembulan diwaktu malam dan hadir menemanimu di siang hari tatkala hatimu gundah maka aku adalah puisi.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL puisi fiksi
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article