Protes Pada Admin, Ditanggapi [Terima Kasih]

31 Juli 2012 06:22:29 Dibaca :

Selesai memublikasikan tulisan "Otak atau Nurani yang Menjadi Nakhoda Hidup Kita?" tadi pagi. Saya "jalan-jalan" ke tulisan teman-teman dan mencari berita tentang Olimpiade London 2012.

Ketika saya kembali ke lapak saya. Sedikit kaget. Karena tulisan yang baru saja diposting sudah tidak berada di tempatnya lagi. Penasaran.

Saya masih berpikir. Jangan-jangan belum terpublis atau dijadwal ulang penayangannya oleh Admin. Karena berdekatan waktunya dengan tulisan sebelumnya.

Oh, ternyata di dashboard saya menemukan ada pesan dari Admin. Perasaan mulai tidak nyaman.

Benar saja. Tulisan saya dihapus karena dianggap tulisan reposting. Hah? Macam apa pula ini???!

Tulisan baru ditayangkan dibilang reposting. Tentu saya tidak terima. Pesan Admin langsung saya balas untuk menanyakan dan protes.

Memang saya akui. Tulisan "Otak atau Nurani yang Menjadi Nakhoda Hidup Kita?" kemarin sore sempat ditayangkan dengan judul "Strategi 7-2-1".

Tetapi saya batalkan dan simpan di draft. Ada yang ingin saya edit. Lalu saya ganti dengan tulisan "Omong Kosong Tentang Doa".

Sangat disayangkan Admin serta-merta menghapus tulisan tersebut tanpa mengecek terlebih dahulu. Saya tidak tahu.

Tulisan saya dihapus Admin karena kemarin sore sempat membaca tulisan tersebut atau atas laporan kompasianer.

Jujur saya kecewa dan apabila protes saya tidak ditanggapi. Saya akan menyatakan somasi tidak percaya kepada Admin Kompasiana dan mogok menulis sebelum tulisan itu dikembalikan pada tempatnya[wah segitunya?].

Karena tulisan tersebut saya tulisan dengan sepenuh hati. Bayangkan untuk menyelesaikannya butuh waktu sebulan lebih.

Benar. Karena sejak saya tuliskan judulnya di arsip ponsel saya. Senin, 30 Juli kemarin baru bisa saya tuntaskan.

Ternyata keberatan dan protes saya kepada Admin baik melalui kotak pesan di Kompasiana maupun pesan singkat ke Bang Isjet ditanggapi.

Tulisan saya "Otak atau Nurani yang Menjadi Nakhoda Hidup Kita?" sudah nangkring kembali siang ini. Ini bukti bahwa Admin masih menggunakan nuraninya. Terima kasih.

Semoga tiada dusta di antara kita..... Salaman

Katedrarajawen

/katedrarajawen

TERVERIFIKASI (BIRU)

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis"
______________________________
Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menemun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu....
[Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?