Mengapa Jokowi Disembah?

03 Oktober 2012 07:25:51 Dibaca :

Akibat Jokowi disanjung dan dipuja, sehingga Jokowi seakan-akan disembah. Apapun yang dilakukannya akan ddukung. Siapapun yang menjelekkannya akan dilawan dan dihina.

Kemenangan Jokowi dalam pertarungan menuju DKI-1 disambut bak pahlawan. Jokowi dianggap akan membawa perubahan pada Jakarta yang sudah begitu seberawut.

Padahal kalau mau jujur kita akui, Jokowi tidaklah hebat-hebat amat. Prestasinya sebagai wali kota juga tidak luar biasa sekali.

Di Solo tetap masih ada daerah yang kumuh. Masih ada kemiskinan. Masih ada teror. Pembangunannya pun tidak fantastis.

Selain prestasi yang tercatat akan program kartu pelayanan kesehatan dan biaya pendidikan gratjs. Ditambah selama menjadi wali kota Jokowi tidak menerina gaji.

Apalagi? Ya, masih ada program yang pro rakyat dengan pengelolaan pedagang kaki lima tanpa pengusuran yang merugikan.

Lalu mengapa sekarang Jokowi demikian diharapkan dapat membawa perubahan di Jakarta yang persoalnya lebih berat dan komplek?

Realistiskah?

Harapan dan impian kita memang sering kali tidak realistis. Tetapi harapan masyarakat bisa dianggap realistis pada Jokowi saat ini.

Sebab Jokowi dianggap beda dari kebanyakan pemimpin negeri ini. Banyak janji. Tapi tidak ada realisasi.

Banyak tampak religi. Tapi tetap hobi korupsi. Banyak yang tanpa risih hidup bermewah-mewah. Sementara rakyatnya masih banyak yang hidup susah.

Sebagian besar rakyat sudah lelah dibohongi, sehingga tidak respek lagi pada mereka.

Tidak ada pemimpin yang benar-benar yang dapat diteladani. Bahkan tidak sedikit di antaranya menggunakan agama sebagai kedok dan Tuhan sebagai tameng demi nafsu kekuasaan.

Rakyat sudah terlalu rindu akan kehadiran pemimpin yang sederhana dan pro rakyat. Yang mau melayani mereka. Bukan mereka harus harus mengemis.

Jadi kehadiran Jokowi bagi sebagian rakyat yang rindu perubahan adalah bagaikan menemukan kekasih hati yang lagi pergi.

Tentu saja Jokowi tidak layak disembah-sembah. Karena ia hanyanyah seorang manusia. Lagipula Jokowi sendiri tidak akan mau disembah. Karena justru ia akan melayani warga Jakarta sejak 7 Oktober nanti.

Katedrarajawen

/katedrarajawen

TERVERIFIKASI (BIRU)

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis"
______________________________
Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menemun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu....
[Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?