Katedrarajawen
Katedrarajawen karyawan swasta

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis"\r\n______________________________\r\n\r\n\r\nSaat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menemun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu....\r\n\r\n[Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Bukan Air Mata Kesedihan Pun Bukan Air Mata Kebahagiaan

13 April 2013   16:30 Diperbarui: 24 Juni 2015   15:15 151 1 1

Tanpa kusadari. Aku masih dapat meneteskan air mata. Tapi bukan air mata kesedihan. Bukan pula air mata kebahagiaan. Apalagi air mata buaya.


Tiba-tiba air mataku mengalir karena keharuan. Tersentuh oleh keadaan. Tersentuh karena sebuah kisah sederhana.


Ternyata air mata itu masih ada yang mengalir dari kedalaman. Tak peduli dunia akan menertawakan. Aku lebih peduli, bahwa air mata nuraniku masih ada. Di saat di sekitarku sedang mengalami kekeringan akan air mata nurani ini.


Oh Tuhan, Engkau masih berkenan menyentuhku untuk selalu memiliki kelembutan hati. Bersyukur dan berterima kasih.


Sungguh seiring tetesan air mata ini melampaui kebahagiaan. Menghilangkan sejuta kesedihan. Ada seribu kelegaan.