Ekonomi

Mengenal Downsizing dan Downscoping dalam Restrukturisasi

17 Juli 2017   12:11 Diperbarui: 17 Juli 2017   12:19 92 0 0

Restrukturasi adalah strategi yang mana perusahaan merubah set-of-business nya atau struktur keuangannya.Saat ini perusahaan-perusahaan yang fokus dalam menghasilkan banyak produk dan juga fokus pada pasarnya, banyak yang telah menerapkan restrukturasi. Walaupun restrukturasi digunakan secara umum untuk mengatasi permasalahan akuisisi yang tidak sesuai dengan harapan perusahaan, perusahaan terkadang menggunakan strategi ini karena adanya perubahan yang mereka deteksi di lingkungan eksternal.

7-5a Downsizing

           Downsizing adalah pengurangan pada jumlah karyawan perusahaan dan terkadang jumlah unit operasi yang dapat/tidak dapat merubah komposisi perusahaan dalam portfolio perusahaan. Sehingga downsizing adalah strategi manajemen yang mana "penurunan adalah fenomena organisasional dan lingkungan yang terjadi secara sukarela dan mengakibatkan pengikisan basis sumber daya organisasi". Downsizing merupakan bagian dari strategi akuisisi yang gagal untuk menciptakan nilai yang terantisipasi ketika transaksi telah dilakukan. Downsizingsering digunakan ketika perusahaan pengakuisisi membayar premi terlalu tinggi untuk mengakuisisi perusahaan targetnya. Namun downsizing dapat bermanfaat karna akuisisi sering menciptakan situasi yang mana perusahaan yang baru terbentuk mempunyai duplikat fungsi organisasional seperti penjualan, manufaktur, distribusi, sumberdaya manusia, dan lain-lain.

7-5b Downscoping

Downscoping mengarahkan untuk melepaskan, memutar atau maksud lain dari pengelimnasian bisnis yang tidak berhubungan ke bisnis inti perusahaan. Downscoping memiliki lebih banyak efek positif pada performa perusahaan daripada downsizing, karena perusahaan umumnya menemukan jika downscoping menyebabkan mereka memfokuskan ulang pada bisnis inti (core) mereka. Efektivitas perusahaan meningkat karena perusahaan menjadi sedikit bervariasi, mngijinkan tim manajemen tingkat tinggi lebih baik mengerti dan mengatur bisnis yang terisisa.

Perusahaan sering menggunakan strategi  downscoping dan downsizing secara simultan. Bagaimana pun,  ketika menggunakan keduanya perusahaan membutuhkan untuk menghindari pemberhentian dari karyawan utama. Tetapi, perusahaan secar simultan menggunakan downscoping dan downsizing menjadi lebih kecil dari pengurangan variasi dari bisnis dalam protofolionya untuk fokus pada area inti.