Ekonomi

Analisis Rantai Nilai dalam Penyusunan Strategi Manajemen

17 Juli 2017   11:03 Diperbarui: 17 Juli 2017   11:08 348 0 0
  • Analisa rantai nilai memungkinkan perusahaan untuk mengetahui bagian operasional mana yang dapat menciptakan nilai dan bagian mana yang tidak. Fungsi ini penting karena perusahaan dapat menghasilkan pengembalian diatas rata-rata hanya ketika perusahaan menciptakan nilai lebih tinggi daripada biaya yang dikeluarkan.
  • Rantai nilai menggambarkan cara untuk memandang suatu perusahaan sebagai rantai aktivitas yang mengubah input menjadi output yang bernilai bagi pelanggan.Rantai nilai ini juga merupakan suatu "template" yang digunakan perusahaan untuk menganalisa posisi biaya dan untuk mengidentifikasi cara-cara yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi yang dipilih.
  • Rantai nilai disegmenttasikan ke aktivitas rantai nilai dan fungsi pendukung. Aktivitas rantai nilai adalah  aktivitas atau tugas yang dilakukan perusahaan untuk memproduksi produk, menjual, mendistribusikan, dan menyediakan produk tersebut dengan cara yang dapat dapat menambah nilai kepada pelanggan. Sedangkan fungsi pendukung  termasuk aktivitas atau tugas yang dilakukan perusahaan untuk mendukung kinerja produksi, penjualan, pendistribusian, dan penyediaan dapat berjalan dengan baik.
  • Semua item yang terdapat dalam rantai nilai sebaiknya dievaluasi relative kepada kemampuan dan kompetensi dasar pesaing. Untuk menjadi kompetensi dasar dan sumber keunggulan kompetitif, kemampuan perusahaan harus memungkinkan perusahaan untuk:
  • Melakukan aktivitasnya dengan baik sehingga dapat menyediakan nilai dengan lebih baik dibandingkan dengan perusahaan pesaing.
  • Melakukan aktivitas bernilai tambah yang tidak dapat dilakukan pesaing

                Hanya pada kondisi ini perusahaan dapat menciptakan nilai kepada pelanggan dan dapat peluang untuk memperoleh nilai tersebut.       

  • Support Functions
  • Value Chain Activities

    Customer Value

    Apa yang seharusnya dilkukan perusahaan ketika aktivitas rantai nilai dan fungsi pendukung yang sumbe rdayanya dan kemampuanya bukan bersumber dari kompetensi dasar/inti? Outsourcing adalah solusinya.