HIGHLIGHT

Plat Merah, Oh Plat Merah

12 Juni 2012 08:31:16 Dibaca :

Hari-hari ini mobil plat merah kembali menjadi sorotan. Khususnya apabila mobil plat merah ini tergolong mewah, tetapi "minum" BBM bersubsidi alias premium. Tak pelak masyarakat mencibir, memandang sinis, dan tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut, baik dalam bentuk foto maupun video, kemudian menyebarluaskannya dalam grup-grup yang diikutinya melalui BlackBerry ataupun melalui situs jejaring sosial lainnya.

Aku jadi ingat beberapa saat silam, mobil plat merah juga disorot keberadaannya ketika diparkirkan di pelataran parkir acara-acara partai politik. Khalayak menilai, kalau seperti itu keadaannya, kendaraan inventaris negara telah dipergunakan untuk kepentingan partai politik bersangkutan.

Pernah juga diedarkan surat himbauan dari Pemerintah Pusat agar kendaraan plat merah tidak dipergunakan untuk bermudik-ria saat berlebaran. Namun, pernah aku jumpai pada masa-masa liburan lebaran kali itu, mobil yang plat nomornya dibungkus plastik keresek warna hitam. Apa lagi alasannya kalau bukan supaya tidak terlalu tercirikan sebagai mobil plat merah? Duh... ada-ada aja akal-akalannya he he he .....

Aku juga pernah menyoroti keberadaan mobil plat merah di sebelah rumah klienku yang sering kukunjungi saat itu. Karena cukup sering aku keluar-masuk kompleks itu, aku jadi "ngeh" mobil apa saja yang dimiliki si tetangga. Aku ingat ada Toyota Kijang hitam berplat merah, juga ada mobil sedan Eropa plat hitam. Rumahnya sih biasa-biasa saja, tapi kemungkinan penghuninya memegang jabatan yang lumayan tinggi di lingkungan pemerintahan. Pengemudi mobil Kijang plat merah ini berseragam khas pemerintahan, biasanya datang pagi-pagi menggunakan sepeda motor, kemudian memanaskan mesin Kijang, mengeluarkannya dari garasi atau carport, terkadang juga terlihat mencucinya.

Yang membuat aku sangat menaruh perhatian, yaitu ketika hari itu sang sopir sedang melepas plat merah Kijangnya, menggantinya dengan plat hitam bernomor sama. Terbersit pertanyaan dalam benakku, "Apakah ini mobil dinas yang akan dipakai untuk keperluan pribadi? Supaya tidak menjadi sorotan publik, platnya diganti jadi hitam?" Terbersit pula pikiran lain, "Oh, mungkin sebetulnya Kijang ini memang mobil pribadi, tapi karena sang empunya sangat mengabdi pada nusa dan bangsa, ia rela 'memerahkan' platnya, meminjamkan mobil pribadinya sebagai mobil dinas, untuk memperkuat keberadaan armada kendaraan operasional organisasi pemerintahan tempatnya bekerja ....."

Entah pemikiran mana yang benar, aku tidak berani mempertanyakan pada yang bersangkutan he he he .....

Iwan Yanuardi

/just.ice

Hanya rakyat biasa. Pernah bekerja sebagai guru SD dan SMP, teknisi komputer, collector, tenaga administrasi, kurir.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?