Banyak Cocok, Sedikit Cekcok

11 Juni 2011 06:24:39 Dibaca :

Kasus

Seorang pemuda bernama Dito sudah 2 tahun pacaran dengan Mieke. Mereka berbeda usia 9 tahun, Dito 28, sedangkan Mieke 19. Selain berbeda umur, mereka berbeda  status sosial-ekonomi. Dito seorang pemuda yang baik, ganteng dan pandai. Namun ayah Dito bekerja sebagai seorang tenaga keamanan di sebuah kompleks perumahan tempat Mieke tinggal. Sebaliknya Mieke anak seorang pensiunan jenderal polisi, terhormat, dan kaya raya. Dito sendiri bekerja sebagai teller di sebuah bank swasta yang tidak terlalu dikenal.

Salah satu konflik tajam di antara mereka adalah Dito tidak pernah mau diajak pergi ke rumah Mieke. Jelas saja nggak mau. Selain  minder karena ayahnya hanya seorang satpam,  Dito takut jika hubungannya dengan Mieke langsung dilarang oleh ayah  Mieke.  Selama dua tahun ini mereka pacaran diam-diam. Mieke  sendiri masih belum berani berterus terang pada orang tuanya. Mereka sama-sama takut kehilangan.

Mieke juga sering gamang jika makan bersama. Mieke selalu mau menraktir Dito, tetapi beberapa kali Dito tersinggung. Mieke kasihan karena tahu gaji Dito hanya 2 juta, itu setara dengan uang sakunya setiap bulan. Mieke merasa, Dito  perlu uang itu untuk membantu orang tuanya.

Begitulah sekilas konflik Dito dan Mieke yang punya beberapa latar belakang berbeda dan memicu konflik selama pacaran. Jika mereka konsultasi   dengan Anda, apa yang akan Anda lakukan?

Mengapa Anda Tertarik

Bagaimanakah  dua individu bisa saling tertarik dan jatuh cinta satu sama lain?  Ada dua penjelasan umum untuk fenomena ini: Karena banyak kecococokan (persamaan) dan  karena perbedaan. Di sini akan melihat aspek kecocokannya.

Dari pengalaman konseling dengan pasangan yang sedang berpacaran, Penulis menemukan bahwa kepuasan nikah diperoleh karena banyak keserupaan di antara individu. Sebab dengan demikian mereka lebih mudah saling mengerti.

Ada beberapa alasan yang mempengaruhi ketertarikan seseorang kepada yang lain:

a.       Daya tarik fisik. Manusia mencari partner yang daya tariknya setara dengan daya tarik diri mereka sendiri. Pria cenderung tertarik pada kecantikan sedangkan wanita percaya bahwa pria itu mencintai dirinya. Daya tarik seseorang akan meningkat atau menurun juga dipengaruhi oleh seberapa besar dia menyukai  orangtersebut. Kalau makin suka, dia makin tertarik dan sebaliknya.

b.      Kedekatan jarak. Cinta lokasi atau cinlok sering awal penyebab ketertarikan. Witing tresno jalaran saka kulino, karena sering ketemu lalu jatuh hati. Kedekatan jarak merupakan faktor terpenting, karena kita menjadi sering bertemu. Perjumpaan itu membuat kita mudah jatuh cinta, dibanding mereka yang jarang kita temui.

c.       Timbal-balik. Manusia cenderung menyukai orang yang memiliki cara berpikir serupa dengannya.  Orang yang suka sharing dan bersifat terbuka cenderung akan lebih  menyukai orang yang juga bersedia melakukan hal serupa.

d.      Keserupaan (similarity). Semakin seseorang serupa dengan orang lainnya, maka ada kecenderungan keduanya akan tertarik satu sama lain.  Pada umumnya keserupaan melibatkan latar belakang, pendidikan, pengalaman hidup, hobi, afiliasi agama, dan pengalaman serta bidang yang menarik perhatian mereka.

e.       Penghalang-penghalang. Kebanyakan individu cenderung akan tertarik kepada orang yang sulit ditaklukkan. Kesulitan “mendapatkan” seseorang itu akan meningkatkan keinginan; dia akan terus mengusahakan cara untuk mendapatkannya. Kalau sudah mendapatkan cintanya, dia puas dan bangga.

Banyak Cocok Lebih Oke

Salah satu masalah utama konflik pernikahan yang kami tangani adalah banyak dari antara mereka tidak sepadan, lebih banyak perbedaan daripada persamaannya. Pernikahan yang sepadan tentu akan lebih terasa nyaman, dan aman. Jika Anda banyak cocoknya dengan pasangan, akan sedikit cekcoknya.

Kesepadanan yang perlu Anda pertimbangkan antara lain :

a.       Sepadan dalam hal fisik. Ini menyangkut postur, usia dan kesehatan fisik. Apakah Anda menerima dan bangga/puas dengan fisik pasangan Anda. Kalau Anda merasa malu, Anda akan kurang bangga menggandeng dan atau memperkenalkan pasangan Anda pada orang lain.

b.      Latar belakang sosial-ekonomi. Jika terlalu jauh senjangnya, karena dapat menimbulkan friksi tajam, terutama dalam pergaulan sosial dan  hubungan kekerabatan.  Sebaiknya ada kesepadanan di bidang ekonomi. Soal keuangan sangat sensitif bagi beberapa orang.

c.       Faktor pendidikan, sebaiknya juga jangan terlalu beda misalnya Anda tamatan SMU lalu akan menikah dengan yang bergelar doktor. Salah satu hambatannya nanti saat menikah  adalah membangun keintiman intelektual.

d.      Iman (keyakinan teologis).  Kalau sama keyakinan tentu relatif akan lebih aman. Akan lebih baik iman yang dianut adalah iman yang batiniah bukan lahiriah. Iman yang dihidupi bukan sekedar ritual.

e.       Kepribadian/karakter. Sebaiknya usahakan mengenali karakter pasagan Anda dengan baik, dan Anda yakin akan dapat berdampingan dengan dia seumur hidup. Sekarang sudah banyak alat tes untuk mengenal kepribadian pasangan Anda.

Nah, silakan Anda pertimbangkan. Apakah Anda dan pasangan cukup sepadan atau ada perbedaan yang menyolok? Usahakan jembatani perbedaan itu sebelum menikah. Jangan paksakan masuk rumah nikah jika konflik masih tajam atau terlalu sering. Berbahaya.

Anda dan pasangan harus yakin  (setelah mengenal betul pasangan Anda) bahwa kalian berdua  cukup mampu menghadapi dan mendampingi pasanganmu dalam jangka waktu yang sangat panjang (seumur hidup). Kalau tidak begitu yakin, tundalah. Kalau Anda sangat tidak yakin, akhirilah hubungan itu sebelum ada relasi emosi yang mendalam.

Diskusikan:

1.      Apakah alasan Anda memilih pasangan Anda yang sekarang ini?

2.      Menurut Anda di mana letak kecocokan dan ketidakcocokan Anda dengan pasangan yang sekarang?

Juliantosimanjuntak.com

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?