Joseph Epifianus
Joseph Epifianus

Menulis sejatinya menuangkan ide dalam suatu tulisan. Lewat jari-jemari yang menari-nari dengan memungut kata, membentuk kalimat dan menjadikannya sebuah makna. Menulis membuat seseorang mampu menyelami dirinya sendiri. Menyadari siapa dirinya, dan menjadi jujur akan kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Menulis adalah mengabadikan sebuah kisah yang menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Puisi highlight

Satu Januari 2017

10 April 2017   21:59 Diperbarui: 10 April 2017   22:09 87 0 0

Malam terasa memekat hati sampai buta meraba

Sang cahaya sudah raib ditelan awan hitam

Mata hanya bisa melihat awan hitam

Kesunyian seakan setia pada hitam yang membayang


Berbeda dengan malam ini

Semuanya seakan berbeda dengan hitam sebelumnya

Kesunyian dan kesepian seakan habis ditelan senja

Semuanya berbeda malam ini


Ada ribuan cahaya kembang api diatas kubah langit

Ya hamparan langit seakan menjadi tempat kembang api bersumpah 

Sorak tawa menggemah dan menggelitik di telinga

Sunyi seakan lari dan bersembunyi dibawah telapak kaki


Banyak manusia lalu lalang di jalan

Banyak kebahagiaan yang mencumbui hati mereka

Tidak ada seorangpun yang sedih dan menangis

Ada kebahagiaan yang terpancar di wajah mereka


Tepat di penghujung waktu

Semuanya berteriak merasa senang

Dengan hati yang berbunga-bunga

Semuanya saling menyapa dan beradu mulut 

Dan mengucapkan selamat tahun baru


Dari jauh kuucapkan 

Selamat tahun baru

untuk keluargaku

Untuk para sahabatku

untuk pacarku

Dan untuk rekan-rekanku seperhimpunan