Membongkar Upaya Ahokers dalam Framing Mendelegitimasi KPU DKI

17 Maret 2017 13:10:48 Diperbarui: 17 Maret 2017 13:42:57 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Membongkar Upaya  Ahokers dalam Framing Mendelegitimasi KPU DKI
Kompas.com

Upaya untuk merendahkan kewenangan dan posisi KPU DKI Jakarta di mata publik sudah sering diperlihatkan oleh pasangan Ahok-Djarot. Para pendukung mereka juga menyebarkan berbagai isu bahwa Ketua KPU DKI berpihak pada salah satu pasangan calon.

Ahok-Djarot memang pernah berbeda paham dengan Ketua KPU DKI mengenai kewajiban mereka untuk cuti pada putaran kedua Pilgub. Ahok-Djarot merasa Ketua KPU DKI memaksakan kewenangannya memerintahkan mereka untuk cuti, padahal bagi mereka cuti diputaran kedua tidak diperlukan sebab hanya pendalaman visi-misi. Sikap paling mencolok Ahok-Djarot untuk mendelegitimasi KPU DKI adalah ketika mereka walk out dari acara rapat pleno penetapan pasangan calon putaran kedua yang dilakukan oleh KPU DKI. Ahok-Djarot menganggap pihak KPU DKI tidak professional sebab tidak tepat waktu dalam mengadakan acara. Mereka dan para pendukungnya mencoba membangun citra negatif mengenai KPU yang kurang professional, berpihak, dan tidak jujur.

Tampaknya, Ahok-Djarot dan para pendukungnya mencoba untuk terus-menerus mendelegitimasi KPU DKI Jakarta. Kali ini, relawan Basuki Tjahaya Purnama yang tergabung dalam Perkumpulan Cinta Ahok melaporkan ketua KPU DKI Jakarta, Soemarno ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Mereka mengangap, Soemarno telah melanggar etik dan adanya indikasi tidak netral dalam Pilkada DKI Jakarta kali ini. Ada tiga alasan yang menurut mereka mengindikasikan ketidaknetralan Ketua KPU DKI. Pertama, yakni mengenai Ketua KPU DKI yang memasang profil picture 212 di media sosial pribadinya. Kedua, pertemuan yang tidak direncanakan antara Soemarno dengan cagub nomor urut 3 di TPS 29 Kalibata. Ketiga, persoalan keterlambatan acara rapat pleno penetapan pasangan calon untuk putaran kedua karena, menurut mereka, Soemarno dan pasangan nomor urut 3 makan malam bersama.

Tuduhan ketidaknetralan Ketua KPU DKI Jakarta, yang dari laporan tersebut merujuk pada pasangan Anies-Sandi, pada dasarnya tidak berdasar sama sekali. Perkumpulan Cinta Ahok ini juga lupa bahwa Soemarno bahkan pernah diundang dan menghadiri undangan untuk ikut dalam rapat internal para timses Ahok-Djarot. Dengan demikian, jika Perkumpulan Cinta Ahok ingin melaporkan ketidaknetralan Soemarno, maka selayaknya juga memasukkan peristiwa kehadiran Soemarno dalam rapat tertutup tersebut.

Relawan Cinta Ahok Laporkan Ketua KPUD Jakarta DKPP

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana