Tahun Iman

11 Oktober 2012 09:42:56 Dibaca :

Bapa Suci Paus Benediktus XVI hari ini (11/10/2012) membuka Tahun Iman secara meriah di Vatikan. Di gereja-gereja Katolik di seluruh dunia juga membuka Tahun Iman ini dengan perayaan Ekaristi. Apa itu Tahun Iman sehingga dirayakan oleh Gereja Universal diseluruh dunia?

Dari sumber :http://www.sesawi.net/2012/10/10/apa-itu-tahun-iman/ saya memperoleh penjelasan sedikit tentang latar belakang tercetusnya tahun Iman ini. dari sumber itu dikatakan: Paus Benediktus XVI pada saat berlangsung Konsili Vatikan II pernah menjadi ‘orang penting’ dalam sejarah panjang berlangsung Konsili Vatikan II.  Waktu itu, Paus masih muda dan bernama Joseph Ratzinger. Sebagai teolog muda dan berbakat serta sangat cerdas, kapabilitas dan kapasitas Joseph Ratzinger sebagai teolog mendapat tempat di Gereja dan Hirarki Jerman. Sebagai teolog, Joseph Ratzinger pergi ke Roma menghadiri Konsili Vatikan II dalam kapasitasnya sebagai ‘penasehat ahli’ mendampingi Kardinal Fringgs selaku Presiden Konferensi Para Uskup Jerman yang secara ex officio harus datang ke Roma mengikuti sidang-sidang  Konsili Vatikan II. Konsili Vatikan II sudah barang tentu menjadi rahmat dan berkat bagi Gereja Semesta. Berkat dokumen-dokumen Konsili inilah, Gereja Katolik Universal mendapat ‘angin segar’ untuk segera memperbaharui diri dalam banyak hal dan ‘ajaran’, terutama semangatnya. Sebagai Paus dan orang yang secara langsung ikut terlibat dalam seluruh proses diskusi dan pembahasan selama Konsili Vatikan II itu, Bapa Suci Paus Benediktus XVI ingin memaknai peristiwa peringatan 50 Tahun Konsili Vatikan II itu sebagai peristiwa iman dimana Gereja Semesta diperbaharui. Beliau memilih hari pertama pembukaan Konsili Vatikan II sebagai Hari Pertama Tahun Iman yang akan berlangsung mulai tanggal 11 Oktober 2012 hingga 24 November 2013.

Gereja Semesta mengajak sekalian umat beriman untuk kembali kepada ‘intisari’ hidup menggereja saat ini dengan –misalnya—kegiatan mempelajari dokumen-dokumen Konsili Vatikan II karena di situlah letak ‘semangat baru’ Gereja berada. “Sepanjang Tahun Iman 2012-2013, kita semua diajak untuk memanfaatkan kesempatan istimewa ini untuk kembali kepada Kristus, merasakan pengalaman iman dalam dan melalui layanan sakramental Gereja tapi dan terutama melalui Perayaan Ekaristi. Tujuannya setiap umat beriman akhirnya bisa menemukan kembali  kehadiran iman dan Gereja yang memberi semangat kehidupan.

Peristiwa iman bernama Tahun Iman ini sekaligus juga untuk memperingati hadirnya buku Katekismus Katolik selama 20 tahun terakhir ini. Katekismus Katolik dan dokumen-dokumen Konsili Vatikan II menjadi sumber sangat kaya dimana umat katolik bisa belajar dan tahu intisari  iman katolik dan semangat pembaruan yang pernah ‘membakar’ Gereja Universal.

Sementara Mgr. Pujosumarto, Uskup Keuskupan Agung Semarang, mengajak kita semua untuk menjadi seperti wanita Samaria seperti dikatakan oleh Bapa Suci Paus Benediktus  XVI dalam surat apostolik Porta Fidei (Pintu Kepada Iman). Wanita Samaria adalah orang yang bertemu Yesus di pinggir sumur, dan menimba sumber air hidup yang memancar keluar dari diri Yesus. Berkat perjumpaannya dengan Yesus, wanita Samaria itu menemukan kegembiraan dalam beriman dan kegairahan dalam meng-komunikasi-kan imannya kepada orang lain. Pengalaman Wanita Samaria itu bukan pengalaman sesaat, tetapi pengalaman yang dipupuk dari waktu ke waktu dan diasah oleh pergulatan hidup yang keras di padang gurun. Maka untuk zaman sekarang, untuk menjadi seperti Wanita Samaria, kita juga harus pergi ke sumur, tidak hanya sekali tetapi berkali-kali untuk berjumpa dengan Yesus yang siap mengajar dan menawarkan air hidup kepada kita. Sumur itu adalah dokumen-dokumen ajaran Gereja dan peristiwa-peristiwa yang menyimpan kekayaan iman kita. Dokumen-dokumen Ajaran Gereja itu diantaranya Kitab Suci, Konsili Vatikan II, Katekismus Gereja Katolik dan ajaran-ajaran iman lainnya.  Sedangkan peristiwa-peristiwa iman diantaranya adalah perayaan-perayaan liturgi, devosi dan doa yang  menjadi saat penuh rahmat untuk mengenal dan mengalami kehadiran Yesus yang menyapa dan meneguhkan. (www.sesawi.net).

Lalu apa itu iman? Iman menuru Rasul Santo Paulus dalam suratnya kepada orang Ibrani dikatakan bahwa "iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat" (Ibr 11:1). Iman tersebut bisa saja menjadi redup bahkan hingga padam dan lenyap ditelah bumi. Agar iman tersebut tetap bernyala dan berbuah dalam perbuatan kita yang baik, haruslah tetap dijaga dan dipelihara dengan baik seperti telah di sampaikan oleh Bapa Uskup Mgr. Pujo. Kita harus datang dan merelakan diri untuk belajar atau mendengar intisari dari dokumen-dokumen gereja.





Joko Kristiono

/jokokristiono

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Putra Bangsa Kelahiran Semarang. Mencintai keheningan, berusaha terus menerus cinta damai terhadap setiap makluk.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?