Facing The Giants

16 Maret 2012 07:45:23 Dibaca :

Hallo Pak Djohar apa kabar ? Sehat khan...tetap semangat pak...masih banyak yang mendukung Bapak...:-)

Konflik di Sepakbola kita memasuki babak baru. Ada pemain lain yang ikut masuk. Yes, KONI sebagai induk organisasi olahraga telah mencoba untuk menjadi penengah kisruh antara dua kekuatan. PSSI sebagai induk organisasi sepakbola yang resmi dan KPSI yang mengaku sebagai penyelamat sepakbola yang punya ambisi untuk merebut kembali PSSI.


Niat KONI sangat baik, sangat luhur. Mereka berpikir tentang Indonesia. Bagus...bagus sekali. Tapi sekali lagi menurut hemat saya, konflik ini sudah tidak bisa di rekonsiliasi lagi. Lihat saja. Rekomendasi dari KONI bagaikan angin lalu. PSSI tidak mengakui dan KPSI tetap bersemangat untuk KLB.


Musyawarah untuk mufakat itu bagus. Tapi jika hati telah keras dan prinsip memang berbeda maka seharusnya yang dilakukan adalah kembali kepada aturan. Sikap tegas. Sikap tegas yang seperti apa? Apakah mengambil alih PSSI menjadi sikap tegas? Menurut saya bukan. Itu justru akan menjadi bumerang. Sikap tegas yang dimaksud adalah. Dukung PSSI dan hentikan Liga yang tidak dibawah PSSI. Wow! Ini langkah yang sulit...berat karena pendukung Liga tersebut lebih banyak. No Problem. Karena dengan dihentikannya Liga, otomatis klub-klub peserta kompetisi tersebut akan kembali ke rumah PSSI.


PSSI memang kuat secara sepakbola, tapi lemah secara politik. KONI seharusnya mengambil peran ini. Sebagai institusi pemerintah, seharusnya KONI memperkuat situasi politik PSSI. Tapi apa hendak dikata...KONI justru menyudutkan PSSI.


Melihat keadaan ini saya teringat dengan film Facing The Giants. Bukan hanya cerita film tersebut tapi juga arti dari judulnya. Giants. Raksasa...plural pula. Jadinya Raksasa-Raksasa. Betul, menurut saya Pak Djohar hari ini sedang menghadapi para Raksasa. Raksasa konglomerat, Raksasa Ambisi para pro Status Quo. Raksasa pendukung liga illegal. Raksasa politik. Raksasa kekuasaan. Raksasa opini publik. Luar Biasa. Termasuk juga kekalahan Raksasa dari Bahrain dan Gagalnya Indonesia menjuarai Sultan Bolkiah Cup. PSSI nya Pak Djohar ada pada posisi yang sangat sulit.


Dalam film yang diproduksi tahun 2006 tersebut. Grant Taylor seorang pelatih american football dalam kondisi yang pelik untuk dapat mengangkat prestasi tim nya yaitu Shiloh Eagles. Prestasi tim yang diasuh nya sangat buruk. Belum pernah menjadi juara. Kesulitan demi kesulitan pun terus menghantam. Hingga akhirnya dia menemukan filosofi baru yang mampu memotivasi anggota tim nya. Dan yang pasti dia percaya bahwa dengan bantuan Tuhan tidak ada sesuatupun yang mustahil.



Jadi sebagai pendukung Pak Djohar Saya hanya bisa sampaikan kepada Bapak : Don’t Quit Pak…
Keep Going… Keep Going…Don’t Quit… Do Your Best…Give Everything You Got…

“Ketika sesuatu menjadi berat, Anda hanya perlu terus melanjutkan perjalanan!”


Do your best and God will do the rest.


I want God to bless this team so much people will talk about what He did. But it means we gotta give Him our best in every area. And if we win, we praise Him. And if we lose, we praise Him. Either way we honor Him with our actions and our attitudes. So I'm askin' you... What are you living for? I resolve to give God everything I've got, then I'll leave the results up to Him. I want to know if you'll join me.-Facing The Giants's Quote by Grant Taylor



JAYALAH SEPAKBOLA INDONESIA !!!

Jo Retni

/johansatrya

Fever Pitch...im not a writer im an INTERISTA
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?