HIGHLIGHT

Tips Menjadi Pemenang Lomba Menulis

25 April 2011 01:19:38 Dibaca :
Tips Menjadi Pemenang Lomba Menulis

Sebagian Pemenang Lomba Pusbuk 2009.

Menjadi pemenang atau juara tentu menjadi dambaan setiap peserta lomba. Ini disebabkan hasil itu dapat digunakan sebagai acuan untuk mengukur prestasi diri dan jenjang karier. Maka, peserta lomba pasti berkeinginan kuat untuk menjadi juara. Terlebih, hadiahnya begitu menggiurkan hingga mencapai puluhan juta rupiah. Sebuah angka rupiah yang cukup banyak.

Karena memang teramat diinginkan, setiap peserta hendaknya berusaha meraih hasil itu dengan kesungguhan hati. Hendaknya peserta belajar dan belajar agar naskahnya ditetapkan menjadi juara. Berikut ini aku akan berbagi pengalaman tentang lomba menulis. Semoga bermanfaat.

Tips 1: Belajar kepada Pemenang Sebelumnya

Cara yang paling mudah untuk menjadi juara adalah belajar kepada para pemenang lomba. Jadi, peserta dapat belajar tentang kiat menjadi juara. Dengan mempelajari pengalaman dan kisah nyata dari pemenang lomba sebelumnya, peserta akan mengetahui strategi-strategi khusus sehingga menjadi juara.

Untuk menghubungi peraih juara itu, peserta dapat mencari informasi dari panitia atau penyelenggara lomba. Jika kesulitan, coba saja memanfaatkan goegle untuk memb-browsing nama pemenang. Jika pemenang sudah mempunyai blog pribadi, peserta dapat berkunjung dan berkomunikasi dengannya. Tanyakanlah semua hal tentang kiat menjadi juara.

Tips 2: Menulis Naskah Jenis Baru

Barang baru pasti menimbulkan penasaran. Maka, alangkah baiknya jika naskah termasuk jenis baru. Meskipun berisi materi lama, hendaknya naskah itu dikemas agar terbaca sebagai naskah baru. Memang diperlukan kreativitas peserta lomba.

Panitia lomba biasanya sudah menetapkan rambu-rambu atau tata tertib lomba. Maka, alangkah baiknya peserta lomba memperhatikan kriteria lomba agar naskahnya terpilih sebagai juara. Meskipun naskahnya bagus, itu akan didiskualifikasi karena melanggar ketentuan panitia.

Tips 3: Memperhatikan Aktualitas

Peserta lomba sebaiknya mempelajari tema, topik, dan materi kepenulisan. Usai mempelajari itu, peserta perlu mencari kebaruan materi. Maka, peserta lomba harus rajin membaca buku-buku baru sehingga dapat mengembangkan ide baru demi kesempurnaan buku-buku yang telah ada. Dengan menjaga aktualitas naskah, kemungkinan naskah itu menjadi juara pun semakin besar.

Tips 4: Menjaga Kualitas Bahasa

Materi cukup baik tetapi dikemas dengan bahasa yang kurang baik akan menghasilkan naskah yang kurang baik. Kondisi itu harus diperhatikan peserta lomba dengan sebaik-baiknya. Hendaknya jangan hanya ditekankan kepada kualitas isi semata. Namun, ketaatan bahasa perlu diperhatikan agar tidak terjadi ambiguitas makna dalam penulisan kalimat.

Tips 5: Me-review

Jangan dibuang naskah yang pernah ditolak atau gagal menjadi juara. Cobalah dibaca lagi. Lalu, pelajarilah naskah itu agar ditemukan kesalahan atau kekurangannya. Kesalahan dan kekurangan itu dapat terjadi pada bahasa, kedangkalan kajian, atau kesalahan penulisan lainnya. Dengan mendasarkan pada keempat tips di atas, naskah itu akan menjadi lebih baik.

Demikianlah tulisanku pagi ini. Semoga sekadar menuangkan gagasan dapat bermanfaat. Amin. Terima kasih.

Johan Wahyudi

/johanmenulisbuku

TERVERIFIKASI (BIRU)

Direktur EDU Training Centre, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Soloraya, Kolumnis Rubrik Petuah Majalah SMARTEEN, Kolumnis Guru Perlu Tahu Koran Solopos, serta Penulis Buku dan Penyunting Naskah. CP 08562517895 dan Email: jwah1972@gmail.com. Ikuti Fans Page (FP) GURU MENULIS.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?