HIGHLIGHT

Menyuguhkan Tulisan yang Berkarakter

30 Agustus 2012 17:14:51 Dibaca :

Jika mencermati tulisan kompasianer dengan saksama, kita akan menemukan beragam jenis tulisan. Menurut isinya, telah ditulis cukup jelas dalam halaman muka. Ada tulisan edukasi, sosbud, ekonomi, hiburan dan lain-lain. Menurut metode penulisannya, tulisan itu terkategori dua, yaitu opini dan reportase.


Menurut saya, sebenarnya tulisan kompasianer masih dapat dibedakan lagi. Ada dua jenis pembeda tulisan yang dapat digunakan, yaitu menurut estetika dan menurut etika. Menurut estetika, sebuah tulisan harus mengandung keindahan. Tulisan tidak hanya melambangkan huruf yang terbaca. Tulisan sebenarnya juga menjadi karya seni, yaitu seni sastra. Dalam bahasa Sansekerta, tulisan disebut sastra. Karena telah menjadi sebuah karya seni, tulisan harus ditulis dengan indah. Keindahan kata dapat dilihat dari ketepatan pilihan kata, kemudahan dipahami, dan ketaatan terhadap tatabahasa.


Diksi atau pilihan kata menjadi faktor utama karena kekayaan kosakata seseorang berbeda-beda. Jika sudah mempunyai kosakata yang banyak, kita dapat menyusun variasi kalimat dengan kata yang berbeda tetapi semakna. Kalimat yang disusun dengan pilihan kata yang tepat akan membentuk kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang mudah dipahami isinya karena ketaatannya terhadap tatabahasa. Rangkaian beberapa kalimat yang menjelaskan sebuah gagasan utama disebut paragraf atau alenia. Susunan beberapa kalimat yang membahas sebuah ide pokok disebut wacana. Jika ketiga unsur di atas telah diperhatikan, pasti tulisan itu akan menjadi sebuah rangkaian wacana yang enak dibaca dan dianggap perlu untuk dibaca.


Selain perlu memperhatikan estetika, tulisan juga perlu memperhatikan etika. Saya sering membaca tulisan kompasianer yang berisi kecaman atau kebencian. Rasa itu seharusnya diungkapkan dengan rasa pula. Terlebih, rasa itu diungkapkan dalam bentuk tulisan yang terdokumentasikan. Rasa benci, cinta, sayang, kritik, atau saran seharusnya ditulis dengan santun. Perlu diingat bahwa tulisan di kompasiana tidak bisa dihapus, kecuali kebijakan admin atau dikehendaki penulisnya. Oleh karena itu, kita perlu menjaga diri dari tulisan yang memprovokasi negatif. Hendaknya kita bersikap arif dengan menjawab ‘rasa’ itu dengan rasa yang lebih santun (politeness).


Dalam berbicara, ada peribahasa mulutmu adalah harimaumu. Dalam tulisan, ada pula ungkapannya, yakni tulisanmu adalah karaktermu. Artinya, kedewasaan berpikir seseorang dapat diketahui melalui tulisan. Tulisan seseorang yang berkestabilan jiwa baik akan beralur biasa. Kata dan kalimat yang tersusun begitu rupa menuju kepada satu titik tujuan akhir. Sebagai closing, tulisan itu pasti berisi pesan bijak, baik disampaikan secara eksplisit maupun implisit. Ilmu yang mempelajari perpaduan ilmu bahasa dengan kestabilan jiwa disebut psikolinguistik (psikologi dan linguistik).


Jika mampu memadukan antara estetika dan etika, akan terlahirlah tulisan ber[est]etika. Dua jenis kosakata bermakna luar biasa. Karena itu, kita harus menjaga tulisan kita. Meskipun kompasiana hanya menjadi media bertukar informasi, saya berkeinginan lebih dari sekadar itu. Kompasiana harus menjadi media berkualitas yang menunjang pembentukan pribadi berkarakter. Dan pribadi yang berkarakter tecermin dari tulisan yang berkarakter pula.


Teriring salam,


Johan Wahyudi

Johan Wahyudi

/johanmenulisbuku

TERVERIFIKASI (BIRU)

Direktur EDU Training Centre, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Soloraya, Kolumnis Rubrik Petuah Majalah SMARTEEN, Kolumnis Guru Perlu Tahu Koran Solopos, serta Penulis Buku dan Penyunting Naskah. CP 08562517895 dan Email: jwah1972@gmail.com. Ikuti Fans Page (FP) GURU MENULIS.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?