HIGHLIGHT

Kasihan Bener Kompasianer Ini

25 September 2012 17:08:42 Dibaca :

Mestinya persahabatan itu menuai keberkahan, tetapi justru panenan itu berisi cemoohan. Alhasil, kecaman demi kecaman pun diterimanya. Meskipun berusaha berkilah dan terus berkilah, rasa putus asa pun mulai terasa. Kasihan bener kompasianer ini. Siapakah dia?

Wahai kompasianer....

Mohon kita tidak merasa diri paling bener sendiri. Kebenaran itu mutlak tetapi kebaikan itu bisa bersifat subjektif. Bagimu mungkin itu adalah kebenaran, tetapi sesungguhnya kebenaran tetaplah kebenaran. Namun, bagimu mungkin itu adalah kebaikan tetapi bagi orang lain belum tentu itu dianggap sebagai kebaikan. Meskipun keluar dari pantat ayam, ambillah jika itu telor. Namun, janganlah kauambil jika itu kotoran meskipun keluar dari mulut sang pembesar. Perhatikan isi tulisan dan singkirkan pribadi penulisnya. Bukankah kita ingin mendapatkan pengetahuan darinya dan bukan orangnya?

Mungkin dirasa dirinya sudah menjadi kompasianer besar, lalu kompasianer itu angkuh bin congkak sehingga terus berusaha memertahankan argumennya seraya terus berkilah dan menghindar. Namun, sekali lagi, tulisanmu itu merupakan cermin jiwamu. Tulisan tak bisa berbohong meskipun sang penulis berusaha untuk tidak berbohong. Maka dari itu, bersikaplah jujur karena kejujuran itu akan menenangkan diri.

Pada kesempatan pagi ini, saya berpesan dan mengajak, mari kita tebarkan kebaikan melalui tulisan. Saling berbagi ide, pikiran, pengalaman, pengetahuan, dan segala potensi diri agar lebih bermanfaat bagi orang lain. Jauhi sifat tinggi hati seraya berusaha berendah hati meskipun pengetahuan Anda setinggi gunung. Hindarkanlah debat kusir agar pembaca memberikan kesan positif kepada diri. Marilah kita manfaatkan media ini sebagai media menjalin komunikasi maya nan santun agar keberkahan selalu diterima.

Galau hati ini memerhatikan media keroyokan akhir-akhir ini. Media yang berslogan sharing~connecting justru dijadikan medan bantai-membantai. Mestinya slogan itu dimaknai sebagai ajakan untuk menjalin interaksi positif agar terjadi dampak positif. Namun, entahlah. Yang terjadi justru sebaliknya. Berusaha bertahan pada argumen tanpa didasarkan pada keinginan untuk menghormati kompasianer lainnya. Jika tidak bersedia menerima ajakan di atas, ya silakan saja jika Anda ingin meneruskan debat kusir itu. Selamat pagi...!!!

Johan Wahyudi

/johanmenulisbuku

TERVERIFIKASI (BIRU)

Direktur EDU Training Centre, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Soloraya, Kolumnis Rubrik Petuah Majalah SMARTEEN, Kolumnis Guru Perlu Tahu Koran Solopos, serta Penulis Buku dan Penyunting Naskah. CP 08562517895 dan Email: jwah1972@gmail.com. Ikuti Fans Page (FP) GURU MENULIS.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?