Jangan Pilih Pemimpin Yang Beda Etnis & Agama

25 Agustus 2012 14:58:19 Dibaca :
Jangan Pilih Pemimpin Yang Beda Etnis & Agama

13459045041406870071

Saya menuliskan judul "JANGAN PILIH PEMIMPIN YANG LAIN ETNIS & AGAMA" adalah untuk memperhalus pernyataan, agar tidak vulgar Pernyataan aslinya (sebagaimana yang bisa dibaca beritanya, atau ditonton di Youtube) tentunya lebih sadis Saya sih bisa memaklumi dan tidak menyalahkan kalau ada orang yang mengajarkan agar KITA MEMILIH PEMIMPIN YANG SAMA SUKUNYA DAN ATAU AGAMANYA; karena menurut saya masih NORMAL atau WARAS serta manusiawi Seperti kata pepatah, "Burung yang bulunya sama, akan berkumpul bersama";  seperti burung gagak dengan burung gagak; sedangkan burung merpati dengan burung merpati; Pernahkah Anda melihat burung gagak "kongkow kongkow" dengan burung merpati? Tidak pernah, bukan? Dan tentunya kita tidak menyalahkan, bukan (?) kalau burung gagak tidak bersekutu dengan burung merpati? Tentu tidak karena memang demikianlah kebiasaannya (atau mungkin fitrahnya?) Sama wajarnya, dan tidak ada salahnya,  jika ada orang yang mengajarkan pengikutnya agar tidak memilih pemimpin yang beda etnis atau beda agama NAMUN JIKA SUDAH MEMAKSAKAN KEHENDAK, apalagi jika disertai dengan ancaman...., maka itu sudah keluar dari ranah kewajaran; telah menjadi abnormal, atau tidak lagi waras baik dalam hal agama, sosial, kultural, apalagi politik BERKENAAN DENGAN KEPEMIMPINAN POLITIS DAN PEMERINTAHAN, menurut pengamatan saya, menyebarkan isu yang berbau SARA, tidaklah menguntungkan; karena 3 alasan: Pertama Membangkitkan kebencian berkenaan dengan perbedaan SARA adalah primitif, bahkan jahat, merangkap bodoh sebab kita sama tahu bahwa sebagai manusia, kita tidak dapat memilih apakah kita akan terlahir sebagai etnis A atau B; itu adalah urusan Takdir Ilahi bahkan banyak orang tidak bisa memilih sendiri apakah ia akan beragama C atau D, karena sejak lahir kita telah diarahkan untuk mengikuti agama orangtua kita; sehingga urusan agama sudah menjadi seperti "given", turunan sehingga, jika ada orang yang membenci orang lain yang etnis nya beda dengan dirinya, dan atau agamanya beda dengan dirinya, MAKA ITU ADALAH PEMIKIRAN DAN PERBUATAN ABSURD, bahkan seperti ATHEIS! Karena secara langsung orang itu telah MENYALAHKAN ALLAH, mengapa tidak membuat HANYA SATU ETNIS DAN SATU AGAMA SAJA DIKOLONG LANGIT INI!!!?? Kedua, Menebarkan kebencian melalui isu SARA adalah MENGHINA dan MENGANGGAP BODOH para pengikutnya dan atau calon pemilihnya; dan menganggap bahwa masyarakat tidak tahu bahwa MEREKA SEDANG DIADU DOMBA!  Strategi "Devide et impera" yang dipergunakan VOC dulu, adalah mirip seperti yang dilakukan oleh para penghasut SARA; agar terjadi permusuhan -kalau perlu perkelahian- antara sesama anak bangsa; sesama saudara setumpah darah INDONESIA sehingga "penabur angin" isu SARA dalam "black campaign" AKAN MENUAI BADAI, yakni kehilangan simpati dari calon pemilih maupun orang yang sedianya memilihnya; karena membongkar keburukan diri sendiri sebagai orang "BERMENTAL VOC"; yang syahwatnya hanya untuk menjajah dan menjarah kekayaan bangsa INDONESIA Ketiga Rakyat sudah paham bahwa dalam politik dan pemerintahan, urusan SARA tidaklah penting YANG TERPENTING ADALAH HASIL! Apakah pemimpin yang sama SARA nya itu telah membuktikan hasil dan mensejahterakan rakyatnya ataukah tidak? Apakah pemimpin yang SARA nya sama itu sungguh setia mengemban amanat rakyat ataukah tidak? Apakah pemimpin yang SARA nya sama itu jujur dan bebas KKN ataukah tidak? JIKA TIDAK, lantas apakah urusannya dengan SARA? Jika payah, lantas apa bangganya dan apa hebatnya sama SARA nya??? HASIL! HASIL! HASIL! UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT DAN KEMASLAHATAN BANGSA ITULAH YANG PENTING DAN TERPENTING bukan urusan SARA sama atau beda Salam persaudaraan http://www.presiden-ri.com

Johanes Lim

/johaneslim

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt adalah Konsultan dan Pelatih Bisnis, Penulis buku Gramedia http://www.sangmotivator.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?