Jumlah Temanku Menembus Angka 500

30 Juni 2012 04:09:23 Dibaca :

Berteman memang menyenangkan. Apalagi berteman di dunia virtual (maya) seperti kompasiana.com yang setiap saat online bisa bertemu, berinteraksi sekaligus berbagi wawasan/pengetahuan sehingga terbangun upaya pemahaman yang sama dalam mengemukakan/menyorot, menampilkan (tulisan, gambar, suara) menyangkut persoalan serius hingga yang ringan-ringan dan lucu.


Sepertinya tidak terasa ketika kulihat dalam kolom pertemanan, ehm… ternyata sudah menembus angka 500. Artinya, sejak bergabung dengan kompasiana > jumlah temanku (kompasianer) relatif banyak, terdiri atas beragam latar belakang dan karakter masing-masing. Ada yang sudah ketemuan langsung (kopdar) namun banyak yang belum, walau pun sudah akrab berteman dan saling berinteraksi, tak terkecuali yang suka (termasuk diriku) bercandaria online, wakakakaka….


~~~


Omong-omong pertemanan, yang jumlahnya hingga 500-an bolehlah diriku berbangga karena selama setahun lebih dikit ternyata > wong_anteng telah membangun relasi dan berkoneksi via medium kompasiana.com sebagai kancah berbagi pengetahuan sekaligus kancah “pergaulan bebas” dalam mengekspresikan ide/gagasan, pendapat maupun pemikiran yang senantiasa dikonsumsi barengan.


Namun dibalik kebanggaan itu semua > sesungguhnya ada sesuatu yang terbesit di benakku dan perlu dilakukan olah rasa sekaligus evaluasi diri. Kalau dalam kebiasaan atau tradisi Jawa, ada ungkapan menyebut: “aja rumangsa bisa, nanging bisa rumangsa” (terjemahan bebasnya: jangan merasa bisa, tetapi bisalah merasa).


Berdasar ungkapan tersebut, lantas muncul pertanyaan dalam diri > Apakah kehadiranku sudah berfungsi bagi teman-teman? Apa yang harus kuperbuat ketika jaringan pertemanan sudah terbangun? Pertanyaan ini mulai sekarang menjadikan bagian tak terpisahkan tatkala menorehkan tulisan supaya ada proses saling memberi manfaat optimal.


~~~


Berteman, baik di dunia maya dan dunia nyata, hakikatnya sama yaitu sama-sama hendak membangun relasi dan saling memenuhi kepentingan. Secara umum, berelasi akan memeroleh manfaat di antaranya: menambah/mempererat tali persaudaraan, mendapatkan perkembangan informasi terkini, saling mencerahkan, saling mengingatkan secara santun, bahkan bisa saling menghibur supaya awet hidup. Dalam perkataan lain, pertemanan tidak jauh berbeda dengan perilaku saling memberi tanpa ada tendensi lain – kecuali keikhlasan demi memupuk kesinambungan.


Itu pula sebabnya jika dipahami dan disadari, ada sesuatu yang terkandung dalam pertemanan > sesungguhnya “berteman itu berat loh…!” Terlebih berteman di dunia maya (virtual) yang satu sama lain tak saling berhadapan sehingga seringkali mengundang salah interpretasi dan salah persepsi dikarenakan proses komunikasi berlangsung melalui perantaraan media.


Berkait hal itu, langkah yang dilakukan para kompasianer untuk bertemu muka atau kopi darat (kopdar) menjadikan salah satu cara untuk lebih meyakinkan bahwa para kompasianer itu memang benar-benar ada. Forum kopdar ini sekaligus dapat menepis atau meminimalisir kemungkinan terjadinya kesalahpahaman, tipu-tipu dan kepalsuan. Lanjutkan, kawan…!


~~~


Nah, kembali pada evaluasi diri dan betapa tidak mudahnya menjaga keberlangsungan pertemanan, maka apalah artinya diriku jika tidak berfungsi bagi mereka (teman-teman). Karenanya akan selalu kutulis sesuatu yang memang perlu dan layak ditulis > syukur dapat memenuhi kepentingan pembaca yang budiman. He-he kayak iklan…


Menurutku, berteman itu memang berat, artinya penuh dengan segala konsekuensinya. Kalau cuma asal nambah teman sih gampang, klik sana-sini hampir pasti jumahnya terus bertambah. Namun lebih dari itu, bagiku menambah teman = berani menghadapi konsekuensi-konsekuensi. Misalnya: apa yang bisa atau perlu kulakukan setelah berteman, bagaimana membangun relasi berkelanjutan, saling memberi informasi bermanfaat dan saling menyenangkan.


Selamat berakhir pekan dan salam pertemanan.



JM (30-6-2012).

Joko Martono

/jk.martono

TERVERIFIKASI (HIJAU)

belajar memahami hidup dan kehidupan
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?