Salahkah Memutus Pertemanan di Media Sosial?

18 Mei 2017 12:16:27 Diperbarui: 18 Mei 2017 12:27:45 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Salahkah Memutus Pertemanan di Media Sosial?
Ilustrasi Unfriend (memutus pertemanan) di Media Sosial. Sumber : Hipwee.com

Pada beberapa bulan yang lalu, saya agak jengkel dengan Facebook teman saya yang sering menebar dan melakukan share berita-berita hoax. Keadaan tersebut sangat mengganggu pikiran saya karena setiap saya membuka facebook, beranda saya penuh dengan berita-berita hoax yang disebarkannya. Lantas, saya langsung mengklik “Batalkan Pertemanan” agar beranda saya setidaknya tidak dihiasi oleh sharing berita-berita hoax.

Beberapa minggu kemudian, teman saya menanyakan mengapa saya melakukan unfrienddi Facebook. Terus terang saya jawab, “iya, saya unfriend karena elu sering share berita-berita hoax, ga enak saya lihat di beranda saya”. Karena dia menanyakan hal tersebut lewat pesan whatsapp jadi saya hanya menjawab singkat-singkat saja.

Bukannya mengintrospeksi diri, dia malah menimpali saya pertanyaan yang diluar konteks pertemanan di Facebook. Mulai dari menuduh saya sudah memutus tali pertemanan, pernah menyinggung agamanya, bahkan sampai melarang saya untuk beraktivitas tertentu. Jadi, ada larang dari dia agar saya tidak melakukan aktivitas tertentu yang memang saya akui idenya berawal dari dia.

Karena saya agak malas berdebat melalui fasilitas pesan singkat di whatsapp, akhirnya saya mengajak agar bertemu tatap muka saja agar bisa saya jelaskan dengan baik-baik. Bukannya jawaban baik yang datang, dia malah tidak mau bertemu tatap muka.

Bijak Menggunakan Media Sosial

Media sosial pada hakikatnya diciptakan untuk menjalin interaksi dan silaturahmi antar pengguna dengan menggunakan media seperti komputer, internet, handphone hingga berbagai fasilitas yang modern layaknya Facebook, Google, Yahoo, Whatsapp, Instagram, Youtobe, dan lain-lain.

Media sosial sangat memudahkan kita untuk berbagi informasi hanya dengan 1 sentuhan jari, maka informasi sudah tersebar kemana-mana yang bisa saja menjadi bahan konsumsi bagi mereka yang langsung telan, atau diseleksi bagi mereka yang bersifat selektif terhadap informasi baru. Saking mudahnya berbagi informasi di media sosial, membuat kerumunan massa dalam hitungan menit pun bisa dengan hanya membagikan sugesti-sugesti yang mempengaruhi pembaca.

Saat ini, gempuran berita-berita palsu atau yang sering disebut hoax hampir setiap detik beredar tanpa mengenal lelah soal waktu, tempat, dan usia. Kebebasan dalam mendapat informasi, hingga menciptakan berita-berita membuat banyak orang terpengaruh dan tersugesti sehingga berita yang didapatkan dianggap sebagai sebuah kebenaran mutlak, padahal belum melakukan cek dan ricek kebenaran berita yang bersangkutan.

Salah satu upanya agar tidak terpengaruh dari sharingberita-berita berkonten hoax adalah melakukan pemutusan hubungan pertemanan dengan teman media sosial yang kerap berbagi berita hoax. Kementerian Komunikasi dan Komunikasi (Kominfo) juga sering menganjurkan bahwa tidak ada salahnya memblokir orang yang sering menebar berita hoax agar setidaknya kita tidak terpengaruh oleh berita hoax yang disebarkan.

Meski demikian, memblokir atau memutus pertemanan di media sosial jangan sampai dibawa juga ke ranah media kehidupan yang real. Perlu juga penjelasan yang lebih lanjut kepada teman kita agar mereka setidaknya tahu alasan kita memblokir akun media sosialnya sehingga tali silaturahmi tetap terjalin dengan baik meski tidak berteman di media sosial.

Demikian juga pihak yang merasa tersinggung dengan pemblokiran atau pemutusan pertemanan media sosial yang dilakukan oleh teman kita, jangan langsung tersinggung. Sebaiknya instrospeksi diri dan tetap berpikiran positif agar hubungan pertemanan yang nyata tetap terjalin dengan baik. Tak perlu menuduh yang tidak-tidak karena seseorang punya alasan tertentu untuk melakukan unfried di media sosial.

Dibutuhkan pikiran yang matang dan dewasa agar tidak terjadi kesalahpahaman antar kedua belah pihak karena memang pemutusan hubungan di media sosial erat hubungannya dengan alasan-alasan berbau sensitif dan biasanya bersifat rahasia.

Memperkokoh Tali Silaturahmi

Jika disikapi dengan cara yang bijak dan dewasa, unfriend atau unfollow di media sosial justru semakin menguatkan tali silaturami atar kedua belah pihak. Komunikasi yang baik secara langsung lebih baik daripada sekedar berkomunikasi di media sosial. Komunikasi secara langsung lebih intens dan tidak hanya sekedar membaca, tetapi bagaimana cara mendengar, memahami karakter hingga memberikan feedbackyang sesuai dengan umpankomunikasi yang diberikan.

Nilai estetika dan psikologis dalam berbicara secara langsung lebih tinggi daripada nilai estetika berbicara dengan media perantara seperti gadget, komputer, smartphone, dan lain-lain. Dalam menjalin hubungan didunia nyata, ada perasaan batin yang terikat lebih mendalam daripada komunikasi di media sosial.  

Justru, dengan berkembangnya media sosial zaman ini, hubungan komunikasi langsung menjadi semakin berkurang. Pernah suatu ketika, saat saya berkumpul dengan teman-teman untuk mengadakan kopdardisuatu taman di Jakarta, saya merasa jengkel karena masing-masing saling sibuk sendiri dengan smartphonenyasehingga teman yang disamping dan didepan matanya semakin terabaikan.

Dekat dalam raga, tetapi jauh dalam jiwa, begitu juga sebaliknya, dekat dalam jiwa, jauh dalam raga. Yang didepan mata terabaikan, yang diseberang pulau diutamakan.

Penggunaan media sosial dengan bijak akan membuat hubungan yang bersangkutan secara langsung maupun tidak langsung semakin baik. Tidak ada juga hukum dan UU serta UU ITE yang melarang soal unfrienddi media sosial karena media sosial kita sendiri memberikan kepada hak sepenuhnya kepada kita untuk mengelola sebaik-baiknya, termasuk soal pertemanan dan pemutusan pertemanan media sosial.

Unfriend adalah hal yang sah-sah saja dalam media sosial karena seseorang memiliki alasan kuat dan logis untuk melakukannya. Tak perlu dibawa kehati apalagi mengumbar dan menghubungkannya kepada masalah diluar ranah yang bersangkutan. Jadilah bijak, yang di unfriend jangan baperkarena masing-masing orang berhak untuk melakukan apa saja atas akun media sosialnya sendiri,yang meng unfriend jelaskan baik-baik kepada temannya agar tidak timbul kesalahpahaman.

Jhon Miduk Sitorus

/jhonmiduk

TERVERIFIKASI

The Caretaker Of Lovely Tobasa & Amborgang. Anak Kampung. Writer. Arsenal Fans. Kutu Buku Pecinta Sejarah. Bercita-cita Ingin Memperbaiki Birokrasi Tobasa Instagram : @jhonmiduk8
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana