Mohon tunggu...
M Rosyid J
M Rosyid J Mohon Tunggu... Freelancer - Peneliti

Researcher di Paramadina Public Policy Institute

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Katanya Sarjana? Mengerjakan Hal Kecil Saja Tidak Bisa!

5 Mei 2016   12:40 Diperbarui: 5 Mei 2016   22:53 1558
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sumber: usnews.com

Sudah lama sepertinya saya diwisuda. Sekitar 3 tahun lalu saya akhirnya lulus setelah kuliah 5 tahun lamanya. Memakai toga dan mendapatkan ijazah adalah dua hal terlihat membanggakan. Keluarga dan teman-teman dating memberikan selamat. Foto-foto kemudian.

Di era digital begini, kebahagiaan dan kebanggaan saat diwisuda langsung dapat disaksikan real-time. Foto-foto wisuda bertebaran di dunia media sosial hari itu juga. Teman-teman dan keluarga yang berada di tempat jauh langsung dapat informasi. Saya juga menulis ini karena timeline saya penuh dengan foto kebahagiaan kawan-kawan saya diwisuda. Selamat ya….

Meraih kelulusan di Indonesia tidaklah mudah. Ada ‘hantu’ tantangan besar berdiri kokoh sebelum sampai upacara wisuda: Skripsi. Sesusah-susahnya pasti dikerjakan juga. Untuk lulus dan wisuda. Namun apa sesudah wisuda?

Setelah seharian upacara wisudah selesai, hidup berjalan normal kembali. Ingar-bingar foto-foto, selfi-selfi dan gaya-gaya sudah selesai. Jalan kehidupan kembali normal, artinya kembali nyata: Menganggur atau bekerja. Kalau di kampus kita hanya berurusan dengan tugas, bacaan dan nilai-nilai, di dunia nyata ini mulailah kita berurusan dengan cara kerja, performa, gaji, project, olah data dan lain-lainnya. Kita juga berurusan dengan sikap orang lain terhadap tindak-tanduk kita.

Teori vs praktik

Siapa sih yang tidak mempelajari bermacam-macam teori di bangku kuliah? Kita sampai ‘puas’ mengutip pendapat ini dan itu. Tapi namanya belajar, kita memang perlu tahu apa yang orang lain ketahui lebih dahulu. Kita berbicara tentang ide-ide besar yang kadang-kadang absurd.  

Di dunia nyata, proses belajar sudah naik ke level praktik. Kita lebih banyak belajar dari pengalaman baik sukses maupun gagal. Level-nya adalah aksi dan insting. Di dunia kerja semua itu praktis. Apa yang dikatakan atasan kita, itulah yang kita paling tidak kita harus kerjakan. Artinya kalau mau kerjakan hal lain, perintah dilaksanakan dulu.

Kalau diminta nya mengetik surat, ya kerjakan dulu itu baru kerja yang lain.

Kalau di kuliah kita punya jangka waktu buat pengerjaan tugas, sama juga di dunia kerja. Hanya saja, jangka waktu untuk menyelesaikan tugas seringkali berubah-ubah. Karena itu, hasil kerja bagus harus didukung dengan kecepatan dalam menyelesaikannya. Speed, speed dan speed.

Teman main vs teman kerja

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun