Politik

Nikah Siri Sudah Menjadi Tren Bagi Para Pejabat di Indonesia

22 Desember 2012   05:46 Diperbarui: 24 Juni 2015   19:13 1297 3 5


Nikah siri menjadi tren di kalangan para pejabat indonesia saat ini, hal ini lebih menarik ketika Pro-Kontra RUU nikah siri, banyak kalangan masyarakat yang menolak RUU nikah sirih, terutama para pejabat,  tanya kenapa?


Nikah siri tidak dilarang agama. Namun, sebagaimana dikatakan oleh MUI, harus segera dicatatkan ke pihak yang berwenang. Catatannya, tentu saja, telah ada ijin dari istri pertamanya. Praktiknya, kawin siri kerap dipakai, sebagai legalisasi perselingkuhan.


Ketuan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komas Perempuan) Yuniyanti Chuzaifah angkat bicara. “Setidaknya dalam sebulan ada 4 kasus nikah siri pejabat tapi tidak konstan, bisa jadi juga lebih, diadukan. Sebenarnya banyak, tapi banyak orang yang belum mengungkapkan ke publik,”kata Yuniyanti..


Hal ini menjadi fenomenal. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat disuguhkan berita-berita kepala daerah yang bernikah siri untuk melegalkan perselingkuhannya. Kisah Aceng Fikri jelas sudah mendunia. Selain Aceng, ada kisah kawin siri para kepala daerah yang tak kalah ‘unik’. Berikut kisahnya.


Bupati Cirebon: Mengaku Setelah Di-infotaiment-kan


Dedi Supadi, Bupati Cirebon, seperti sudah tak punya cara selain mengakui rumor selama ini: dirinya memang pernah kawin siri dengan seorang pelantun dangdut bernama Melinda. Dedi menyebutnya sebagai masa lalu. Malah secara setengah berkelakar dia pernah bilang, heboh soal kawin sirinya itu justru meningkatkan keterkenalan dirinya. Maklum, kala itu, ia sedang bersiap-siap peruntungan untuk menjadi gubernur Jawa Barat. Kawin sirinya jadi buah bibir karena sang biduan melontarkan kisahnya di infotaiment lantaran merasa ditelantarkan. Dedi mengaku kawin sirinya berlangsung 1 tahun 4 bulan.


Angota DPRD Kabupaten Tasikmalaya


Deni Ramdani Sagara, dikabarkan telah menikah sirih dengan biduan dangdut kampung yang bernama Ajeng. Kasus ini terungakap oleh istri pertamanya Fitriani Wulan.  Ketika istri pertama bernagkat ke Yogyakarta ke Tasikmalaya, fitri berangkat dengan anak dan ibunya. Meraka berniat mengunjungi Deni di Tasikmalaya, untuk alasan berlibur. Karenna memang anak-anaknya sedang berlibur sekolah, tapi ketika datang dirumah deni. Fitri malah diusir oleh Ajeng, malah menyuruhnya menginap di Hotel saja. Kaget melihat suaminya telah memiliki istri  baru, Fitri pun menangis dan merasa dibohongi oleh Deni, lalu Fitriani melaporkan suaminya ke Badang Kehormatan DPRD Kab. Tasikmalaya.


Walikota Palembang: Wanita Simpanannya Bikin Penasaran


Kawin siri Walikota Palembang bernama Eddy Santana Putra jadi fenomenal di kota pempek karena dua hal. Pertama, kawin siri itu tidak atas persetujuan istri pertamanya. Toh begitu, sang wanita idaman barunya yang bernama Eva Ajeng Permana sudah tinggal di Palembang. Kedua, wanita yang dikawin-sirinya itu adalah model yang suka berpose syur di Popular, majalah khusus untuk orang dewasa. Tak ayal kehadiran Eva bikin laki-laki di kota pempek jadi penasaran. Belakangan, Eddy menceraikan istri pertamanya dan menjadikan Eva sebagai istri mudanya. Istri pertama Eddy, Srimaya, telah membuat pengaduan dari mulai ke  Medagri (karena Eddy adalah pejabat publik) hingga ke Megawati Soekarnoputeri (Eddy adalah kader PDI-Perjuangan).  Laporan Srimaya sepertinya dipetieskan karena hingga kini tak ada kabar berita kelanjutannya.


Wakil Walikota Magelang : ketahuan Setelah KDRT


Kawin siri ala Walikota Magelang Joko Prasetyo terkuak setelah istrinya yang bernama siti Rubaidah  membuat laporan pengaduan ke polisi karena telah mengalami KDRT. Kekerasan tersebut disaksikan oleh anak bungsu mereka.  Dari laporan itulah kemudian terkuak cerita bahwa Joko telah nikah siri dengan seorang perempuan berinisial ST.  Tak hanya itu, dari pengaduan soal KDRT itu pula meluncur kisah asmara Joko dengan seorang wanita yang bersuami pada awal 2004 silam.


Sungguh miris melihat, kelakuan-kelakuan par apejabat-pejabat ini. Seharusnya para pejabat ini bekerja untuk memajukan masyarakt dan menjadi contoh figur pemimpin yang baik, malah melakukan kesenagan-kesenangan seperti itu. Pejabat daerah maupun pusat, harus memberikan contoh kepada masyarakat. Karena mereka bisa mnejadi pejabat karena dipilih oleh masyarakat. Para Pejabat sangat rentan dengan hal-hal seperti ini, ini karena para pejabat merasa memiliki kekayaan yang berlimpah dan akan merasa dihormati orang, kelakuan sepeti inilah, yang akan menjadi bibit – bibit para pejabat melakukan korupsi.