HIGHLIGHT

Penggelapan Informasi Ala PKS Piyungan

11 Mei 2013 09:53:17 Dibaca :
Penggelapan Informasi Ala PKS Piyungan
-

1364962767957906818

Tulisan ini sebetulnya merupakan komentar panjang pada artikel yang bertajuk Pelintiran ala PKS Piyungandan [Metro TV] Fahri Hamzah: Johan Budi Lakukan Kebohongan Publik di pkspiyungan; tapi jika anda malas ke sana, maka cukup baca di komentar pertama, sudah copas 100 %. Artikel Pelintiran …. merupakan membuka kedok ketidakbenaran dari news pada pkspiyungan tersebut.

Jadi, anda harus baca; setelah anda baca komentar pertama, senyum-senyum kah dirimu!? mari kita teruskan.

Karena pkspiyungan, telah menjadi sumber berita utama dari KPS seluruh jagad raya,  maka news tentang [Metro TV] Fahri Hamzah: Johan Budi Lakukan Kebohongan Publik, langsung tersebar dan menyebar ke seluruh pelosok, di gunug dan lembah, di desa dan kota, dari pulau dan benua, terdengar-menyampaikan berita yang sama, termasuk titik and komanya. Semuanya jadikan [Metro TV] Fahri Hamzah: Johan Budi Lakukan Kebohongan Publik, sebagai head news.

Luar biasa.

[Tak percaya!?, cobalah googling dengan kata kuci Metro TV Fahri Hamzah: Johan Budi Lakukan Kebohongan Publik, maka anda akan menemukan fragmen komedi di Metro TV tersebut, bahkan telah ada vidionya; dan jika ditonton, maka seperti menonton sinetron yang pelakonnya lagi marah-marah]

Mari kita teruskan.

Lalu, mengapa harus ada penggelapan informasi atau istilah rekan Daniel H.t, Plintiran Informasi!? ya, memang harus ada, karena disampaikan dalam rangka menutup informasi yang benar atau hal-hal yang sebenarnya terjadi. Penggelapan itu harus terjadi atau dilakukan, sebagai upaya menutup hal-hal, info, apa-apa yang telah terlihat, ada, terjadi sebelumnya; dan dilakukan secara massal dan terus menerus.

Karena harus dilakukan secara massal dan terus-menerus, maka WAJAR, WAJAR, WAJAR, jika news dari pkspiyungan, “[Metro TV] Fahri Hamzah: Johan Budi Lakukan Kebohongan Publik” mengalami publish berulang - Copas 100 % di web-web sejenis pkspiyungan. Semuanya bertujuan agar publik menjadi tahu (secara bertahap, karena terekam dalam pikiran) dan mempunyai opini baru, sesuai dengan news yang ada pada pskpiytungan itu. Di sini, pkspiyungan ingin menunjukan bahwa PKS/Fahri Hamzah yang benar, dan KPK itu salah.

Timbul soal baru, mengapa pkspiyungan menaikan news seperti itu!? haruslah, namanya juga web pks dan menyampaikan kepentingan PKS; tak ada yang larang.

Jadi, PKS boleh-boleh saja melalui pkspiyungan melakukan penggelapan informasi; tapi harus ingat, di DUMAY, bukan cuma pkspiyungan, web-web sejenis, dan kader PSK yang bisa menulis dan menyebar informasi. Ada banyak orang (termasuk diriku) yang ikut intip-ngintip isi perust PKS melalui pkspiyungan, dan menemukan hal-hal yang berbanding terbalik dengan apa yang dinewskan oleh pkspiyungan. Tulisan Daniel H.t, Pelintiran ala PKS Piyungan adalah sala satu contoh hasil amatan tersebut.

Oleh sebab itu, ini cuma sekedar usul saja, tolonglah para admin di pkspiyungan lihat dan pelajari apa yang disebut PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER (dan UU RI NO 11 TAHUN 2008 TENTANG ITE), ada sejumlah ketentuan yang patut diikuti, sehingga tidak menjadi seperti blog pribadi pada umumnya. Sayang bukan, media sumber berita utama tentang PKS justru melakukan plintiran alias penggelapan informasi.

Jangan berpikir bahwa kami atau publik di luar kader pks, adalah orang-orang yang baru

13681607071978304649kompasiana.com

sehingga ikuti dan asal percaya pada news dari pks piyungan; masyarakat bisa menemukan dan menilai hal-hal yang sebenarnya; jangan lah lakukan plintiran, karena itu sangat tak bermutu serta akan mempermalukan diri sendiri

1364962767957906818

Saya ko' belum melihat jawaban pkspiyungan terhadap berita ini (lihat image); yang ada baru caci maki terhadap pemilik tempo.co/majalah dan web beritanya/situs news online [biasa lah, ada kebiasan tidak menjawab dengan artikel, tapi mencaci maki si penulis, pemilik, dan agama, dan apa yang diimani si penulis].

13681714431017376386

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?