Menulis di Medsos [Tak] Perlu Sesuai Gelar Akademis dan Jabatan

22 September 2013 17:34:56 Dibaca :
Menulis di Medsos [Tak] Perlu Sesuai Gelar Akademis dan Jabatan
-

Entah siapa yang membocorkan dan infokan, tiba-tiba ada sejumlah inbox ke Twitter dan FB Opa Jappy dan Abbah Jappy Full, semuanya mempertanyakan tulisan-tulisanku di Kompasian dan Web - Situs Pribadi. Mereka bukan mempertanyakan tentang validitas data atau pun koreksi serta ungkapkan ketidaksenangan, melainkan bertanya (pada intinya), Mengapa pada tulisan-tulisan oom tak mencantum gelar!?

Ada juga inboxan, "Anda khan ... dan .... (gelar dan jabatan), tapi mengapa tulisan-tulisan anda seperti itu; keluar dari gelar dan jabatan bapak!? Atau, ada juga yang mengirim pesan, Pa' saya adalah .... mahasiswa .....  angkatan; yang ... dibimbing bapak; ko' tak cantumkan gelar bapak!? Dan masih banyak kata-kata sejenis. Ada pula orang yang sama sekali belum pernah jumpa fisik, namun berteman di DUMAY (di FB dan Kompasiana), entah dapat info dari mana, ngirim pesan bahwa, Saya tahu anda itu .... (gelar Akdemik) dan .... (jabatan), tapi mengapa tak ngaku!?

Bisa saja, anda termasuk yang mendapat mendapat pertanyaan ataupun tanggpan seperti itu; kira-kira atau nungkin ada semacam tuntutan bahwa jika menulis sesuatu di medsos maka harus sesuai dengan gelar dan akademis!? Menurut hematku, tak perlulah. Medsos adalah medsos; dan medsos (termasuk Kompasiana; walaupun Kompasiana kukategorikan sebagai Medsos+) adalah area dan arena membangun interaksi sosial Dunia Abstrak namun kongkrit melalui/dan dalam tulisan, komentar, foto, dan lain-lan.

Fungsi utama media sosial adalah membangun relasi dan interaksi sosial melalui fitur-fitusr yang disediakan atau ada pada media sosial tersbut. Fitur-fitur itu, misalnya jendela tulisan, komentar, mengirim pesan, dan add and block friend/s; dan sedapat mungkin persahabtan di/melaui medsos berlanjut atau smapai ke/pada keakraban yang sebenarnya (bertemu di DUNIA NYATA).

Selain itu, untuk mereka yang hobby menulis, medsos juga bisa berfungsi sebagai alat penyaluran hobby; dan itu tap perlu dibebani dengan sejumlah gelar akademis ataupun jabatan  tertentu.

Oleh sebab itu, diriku lebih memilih untuk tak perlu menulis gelar dan jabatan; yang sudha tahu, maka biarlah mereka tahu apa adanya. Sehingga menulis di medsos pun (termasuk di Kompasiana) tak perlu terpaku denegan batasan gelar akademis dan jabatan.

Berdasar pengalaman, tak sedikit rekan yang juga menulis di medsos (termasuk di Kompasiana, dan kami sering bersama ngobrol dan diskusi) dengan acount ini-itu; mereka ada yang Master, Doktor, dan Guru Besar. Bagi mereka (dan juga diriku), menulis di medsos (dan juga di Kompasiana) adalah menyalurkan hobby serta mengedukasi orang lain melalui ruang tanpa kelas tanpa batas.

Juga, menulis di medsor, bukan Jurnal Ilmiah, jadi bisa ringan, apa adanya, dan mengolah daya ingat, pengetahuan, wawasan pada hal-hal yang tak berhubungan dengan disiplin ilmu (gelar akademis) dan jabatan.

Nah, ... jangan heran, jika anda kenal Si A, SI B, Si C, secara pribadi (termasuk gelar akademik dan jabatannya), namun tulisan-tulisannya di medsos (termasusk Kompasiana) cuma ringan-ringan saja, berisi kritikan tajam, sinis, atau pun penuh data, menguasai masalah, menggurui, dan detail info. Oleh sebab itu, diriku, dengan alasan etika, selalu menyapa rekan-rekan DUMAY dengan Pak, Mas, Mba, dan seterusnya, karena siapa tah mereka, dalam/di DUNIA NYATA adalah orang-orang yang dihormati dalam komunitinya, lingkungan kerja, kampus, dan lain-lain. Itu bukan semata-mata alasan etika ketimuran, tapi menghormati sesama, siapa pun dia.

So, ... tetap menulis, menulis, dan menulis.

1379840364274529465

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?