Lulung, "Mendingan Ente Ngerti Temperamennya Ahok"

27 Juli 2013 14:46:57 Dibaca :
Lulung, "Mendingan Ente Ngerti Temperamennya Ahok"
-

1374906836730143121

Agaknya pasangan Jokowi - Ahok, belum (bisa) tenang membenahi Jakarta dengan tenteram serta damai; ada saja yang mencari cela untuk mengganggu serta mengusik mereka. Gangguan dan usikan itu datang dari berbagai kalangan, terutama para politisi yang merasa dirugikan oleh gebrakan Jokowi Ahok.

Mereka, para politisi, parpol-ormas, penolak Jokowi-Ahok serta barisan sakit hati lainnya, telah membangun koalisi abstrak untuk terus menerus melakukan banyak hal (membangun opini, kritik tanpa solusi, serta asal bunyi dan asal omong) dalam rangka membangun opini yang menunjukan bahwa Jokowi-Ahok tak bisa menata Jakarta.

Paling terbaru adalah dari DPW PPP DKI; Abraham Lunggana (Lulung), nama yang pada awalnya tak dikenal luas oleh masyarakat Nusantara, tiba-tiba saja ia menjadi bahan omongan, karena meminta agar Ahok memeriksa kejiwaannya.

[Jangan-jangan Si Lulung ini, sengaja membangun front tempur vs Ahok, agar menjadi dikenal serta dikenal. Jika benar, maka sebetulnya, manuver Lulung tersebut, adalah sengaja, agara publik mengenal siapa dia, apalagi jelang kampanye pemilu yang akan datang. Lulung telah menggunakan AHOk sebagai Iklan Gratis untuk dirinya]..

Dari kata-kata dan pernyataan Lulung, [lihat suplemen], sangat jelas bahwa ia (Si Lulung) tidak memahami temperamen atau pun kepribadian seseorang, sehingga merasa gerah dengan sepak terjang Jokowi-Ahok (terutama Ahok) membenahi DKI. Karena itu, ia pun asa membuat pernyataan dan pendapat, kemudian karena karakter Ahohk (yang Sanguinis Kuat plus Melankolis, serta Kolerik), maka langsung mendapat serangan balik dari Ahok.

Ketika mendapat serangn bali itulah, Si Lulung mati kata-mati langkah, ia tak bisa menjawab Ahok dengan baik dan benar, sehingga tak ada jawaban yang lebih bermartabat, selain menuding bahwa Ahok mengalami gangguan kejiwaan.

Jadi, sebetulnya siapa yang mengalami gangguan jiwa dan kejiwaan!? Oleh sebab itu, lebih indah bagi Lulung adalah  "Mendingan Ente Ngerti Temperamennya Ahok, Agar Tak Asbun"

Jika (kita) memperhatikan dan membaca (tentang Ahok melalui news media cetak, media tv, dan Youtube), maka semakin jelas bahwa manusia Sanguinis, Kolorik, (dan juga ada) Melankolis, maka orang seperti Ahok itulah yang dibutuhkan oleh masyarakat DKI. Karena sudah lama DKI terbuai dengan pembiaran-pembiaran, pelanggaran, KKN, serta berbagai penyimpangan lainnya.  DKI harus diperbaiki, ditata ulang dengan tegas; dan ketika ketegasan itu, membuat rugi-kerugian pada diri mereka yang biasa melakukan pelanggaran, pembiaran, KKN, maka itu mendatang perlawanan; melawan karena kesempatan serta ruang lingkup permaianan kotornya tertutup.

Jika Jokowi-Ahok berani melakuan hal-hal tersebut, apakah mereka perlu diperiksa kejiwaannya!? Aneh saja, jika seseorang yang mau membereskan ketidakberesan, maka dituduh sebagai mengalami gangguan jiwa.

Selain itu, Si Lulung, yang masih mempunyai dendam politik terhadap Ahok, dengan kata-kata yang tak layah sebagai seorang politisi, mengatakan bahwa Ahok adalah musibah bagi DKI. Sungguh sangat-sangat tak etis, kata-kata seperti keluar dari seorang politisi; politisi yang tak bisa menerima kenyataan bahwa kandidat mereka kalah, dan tetap saja menyimpan dendam di/dalam dirinya.

Lalu, apa-apa yang Ahok lakukan sehingga menjadi musibah untuk rakyat DKI!? Atau orang-orang seperti Lulung lah, yang membuat malapetaka bagi rakyat dan bangsa Indonesia, termasuk DKI.

Jadi, sekali lagi untuk Lulung, "Belajarlah ....., agar ente tak asal bunyi dan asal omong"

13749068921531463358137490694110731994141374907050559773827137490711555041811

SUPLEMEN

Beberapa waktu lalu Lulung pernah minta Ahok diperiksa kejiwaannya terkait pernyataan-pernyataan kotroversial yang banyak menuai kecaman, terutama masalah penertipan PKL di Pasar Tanah Abang. Pernyataannya tersebut ternyata mendapat balasan Ahok.

Menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung Lunggana,

“Kalau mau jujur sebetulnya terpilihnya Ahok ini merupakan musibah bagi warga DKI Jakarta. Kita jadi kasihan pada Gubernur Jokowi yang setiap saat harus mengklarifikasi pernyataan emosional Ahok,”

Pernyataan Lulung itu disampaikan menanggapi tudingan Ahok yang menyatakan bahwa sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Haji Lulung tidak mengerti Perda yang dibuatnya sendiri dan karenanya Mendagri bisa mencopot Haji Lulung sebagai anggota DPRD DKI. Menurut Lulung, sebagai politisi Jakarta dia mengerti betul Perda tentang Ketertiban Umum.

“Perda yang berlaku di Jakarta tentu saya ngerti, Perda di setiap daerah itu beda, masa dibilang ga ngerti.  Terus kalau dia bilang saya harus dicopot oleh Mendagri , yang bodoh itu sebenarnya siapa? yang tidak mengerti aturan siapa?,”

Menurut Lulung, “Awalnya saya hanya memancing, sebagai cara sederhana untuk mengukur apa benar dia kejiwaannya terganggu, dan Ahok membalas seperti itu. Berarti dugaan saya benar dong, dia positif gangguan jiwa.

Kalau saja Ahok tidak buru-buru sebetulnya para pedagang sudah mau ditertibkan dan tidak menolak untuk direlokasi. Saya punya catatan dan dokumen saat dialog dengan pedagang yang berjualan di badan jalan, waktu reses saya mengunjungi mereka.

Mereka sadar itu melanggar aturan dan mereka siap direlokasi, tapi tiba-tiba Wagub bilang mau memenjarakan mereka, jadi kacau. Mestinya kan Pemda melakukan pendekatan kemanusiaan, apalagi dalam suasana ramadhan seperti ini,”

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana (Lulung), terkait pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Tanah Abang yang tidak mau direlokasi ke blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Konflik antara keduanya ini semakin menjadi, bahkan keduanya terus saling berbalas pernyataan melalui media massa. Wakil Ketua DPRD Jakarta, Abraham Lunggana (Lulung) menyatakan bahwa ia yang menjamin Pedagang Kaki Lima di Pasar Tanah Abang tetap berjualan di jalan, jika Pemprov memaksa PKL pindah ke Blok G.

Tanggapan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama.

“Lulung itu kan nggak ngerti peraturan Perda. Ngerti nggak sih waktu Perda itu dia yang bikin sama kami. Secara tidak langsung dia sendiri menyatakan ketidak pantasan dia sebagai Wakil DPRD DKI. Gimana kalau DPRD nya saja nggak ngerti Perda, apalagi yang melanggar Perda.

Akan menindak tegas jika ada anggota DPRD yang terbukti menghasut rakyat untuk melanggar Perda. Pernyataan Ahok ini dipicu lantaran Lulung menjamin PKL Tanah Abang akan berjualan di jalan kembali apabila Pemprov DKI bersikeras merelokasi pedagang (PKL) ke Blok G pasar Tanah Abang.

Ini ada pengusutan, kalau nanti ada anggota DPRD yang terbukti menghasut para PKL untuk menentang Perda, akan ditindak tegas sesuai jalur hukum,”

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?