HEADLINE HIGHLIGHT

The Jungle, Taman Air yang Nyaman dan Menyenangkan

02 Juli 2010 11:07:00 Dibaca :

Jauh hari sebelum rencana ke The Jungle Water Park dibuat, dua hambatan itu masih menempel di kepala: Letaknya yang jauh dan air dingin khas puncak yang akan mengusik kenyamanan berenang. Pun saat istri memastikan tempat berlibur beberapa hari lalu. Saya masih khawatir jangan-jangan acara berenang sepanjang Kamis (1/7) kemarin tidak berkesan. Tapi setelah tiba dan menceburkan diri di kolam renang The Jungle yang terletak di komplek Bogor Nirwana Residence, ternyata dua kekhawatiran tadi hanya ilusi belaka. Letak taman air ini tidak terlalu jauh (dan yang penting mudah diakses dengan rute sederhana). Suhu airnya pun biasa-biasa saja, tidak sedingin air puncak, alias tidak membuat tubuh menggigil. Meskipun berada di kota Bogor, akses ke sana sangat mudah dan lokasinya tidak jauh dari gerbang tol. Begitu keluar lewat pintu tol Bogor, mobil belok ke kiri di pertigaan terminal Barangsiang, lalu memutar memasuki  jalan ke arah Istana Batu Tulis. Tak jauh dari istana, kendaraan sudah belok kiri di samping sekolah Tunas Harapan menuju komplek perumahan Bogor Nirwana Residence. Dari gerbang perumahan, posisi The Jungle lumayan jauh ke dalam. Satu hal yang kurang di sini adalah tidak ada signage (alat petunjuk) yang jelas. Saya hanya mengandalkan umbul-umbul yang dipasang di sepanjang jalan. Begitu menjejakkan kaki di sana, saya cukup kagum dengan keseriusan pengembang dalam menghadirkan wahana taman air yang menyenangkan. Tempat rekreasi ini tidak dibangun sekedarnya. Saat membeli tiket, pengunjung akan mendapati dirinya berada di dalam sebuah mall. Di sini terdapat banyak kios penjual cinderamata dan makanan. Beberapa merek makanan terkenal seperti Bakso Lapangan Tembak, Mister Bakso, KCF, J.Co sampai Bread Talk ada di sini. Anda yang biasa menikmati kuliner di mall akan  merasa ‘hommy' di sini. Tidak hanya kios, mall ini-seperti biasa-juga dipenuhi dengan stand baju dan pernak-pernik lain yang digelar para pedagang. Tapi sebelum itu, harap jangan kaget kalau saat berada di areal parkir, Anda tiba-tiba diserbu puluhan pedagang ban renang. Nampaknya ini menjadi ciri khas tersendiri buat The Jungle. Bukan sekedar tempat berenang Nah, sekarang mari kita masuk ke dalam. Secara umum, bila dibandingkan dengan taman air di Jakarta, The Jungle tidak bisa disebut sebagai wahana air yang canggih apalagi mewah. Luasnya juga biasa saja. Saya bisa membandingkannya dengan beberapa tempat renang lain. Terus-terang, saya (eh, maksud saya si kakak) termasuk orang yang senang bermain air (tapi belum bisa berenang J). Anak kedua saya yang baru berusia setahun setengah juga senang sekali berendam di air. Jadi kami sekeluarga sering melewatkan waktu liburan ke tempat-tempat basah. Dibandingkan dengan Ocean Park di Serpong, The Jungle kurang lengkap karena tidak memiliki kolam ombak yang pinggirannya dibuat menyerupai pantai (minus pasir). Dibandingkan dengan Snow Bay di TMII, The Jungle juga kurang canggih karena tidak memiliki wahana Hurricane dan Flush Bowl yang bisa memberikan sensasi mendebarkan-layaknya permainan roller coaster di darat. Tapi, sesuai dengan konsepnya yang ‘back to nature', The Jungle memberi kenyamanan lebih untuk anggota keluarga. Suasananya lebih hijau dan teduh. Kolam-kolam diatur menyebar. Di tengah areal taman, terdapat lapangan terbuka dengan pancuran air setinggi empat meter di sana-sini. Tempat areal luas bernama "Fountain Futsal" ini memang dibuat untuk bermain bola dengan air mancur sebagai tantangan uniknya. Di sampingnya terdapat panggung besar yang menyuguhkan penampilan musik dan pentas hiburan lainnya-seperti atraksi burung Kakaktua dan akrobat. Fasilitas renang terbilang lengkap. Buat yang ingin bersantai sambil bercengkerama di atas ban (disewakan dengan harga Rp 15 ribu dan Rp 10 ribu), bisa menyusuri Lazy River, sungai berliku yang dilengkapi dengan koleksi ikan air tawar unik dan aneh. Lalu ada Kiddy Pool yang dilengkapi dengan sungai kecil untuk anak-anak, peluncuran ukuran sedang dan guyuran air seember yang tumpah setiap beberapa menit. Pengalaman paling menegangkan ada di Spiral Slide yang tinggi dan meliuk-liuk. Karena wahana ini diminati oleh hampir semua pengunjung, tak heran antriannya bisa sangat panjang. Tapi kalau ingin tantangan yang ‘lebih ringan' dan tanpa antrian, bisa menjajal Race Slide yang memiliki empat lintasan. Selain wahana tadi, saya juga sangat menikmati Laisure River, kolam sedalam 140 cm yang dilengkapi dengan kafe air di tengahnya. Laksana ikan duyung dalam cerita dongeng, kita bisa menikmati makanan yang disajikan sambil duduk di atas kursi bagian atasnya tetap terendam. Bila sudah lelah beraktifitas, Anda bisa berelaksasi di atas kursi pijat di samping kolam. Sensasi pijatan yang berasal dari semburan air bisa membuat Anda berlama-lama di sana. The Jungle juga menyediakan padepokan seluas 9 meter persegi yang disewakan untuk para pengunjung. Bangunan mirip gazebo ini berjajar di sepanjang Lazy River dan bisa menampung anggota keluarga dan barang bawaan Anda. Tapi saya tidak bisa menyewanya karena jumlahnya sedikit dan selalu laris disewa. Selebihnya, Anda akan mendapatkan lebih dari sekedar taman air. Di sini ada taman bermain di darat untuk anak balita yang dilengkapi dengan areal mandi bola dan aneka permainan lainnya. Juga ada taman burung di dekat Lazy River. Sejumlah koleksi burung seperti Rangkong Jawa, Merak dan Kakaktua bisa Anda lihat secara gratis. Di luar arena berenang, Anda bisa mencoba aneka hiburan lain seperti Flying Fox, Teater 4D dan Rumah Hantu. The Jungle juga menyediakan fasilitas Bungee setinggi 8 meter yang dijamin keamanannya. O, iya. Saya hampir lupa bicara soal harga tiket masuk. Dibandingkan taman bermain di Jakarta, tarif The Jungle cukup murah, yaitu hanya Rp 65 ribu di hari libur. Jika Anda menggunakan kartu Debit BCA, Anda akan mendapatkan harga promo beli satu gratis satu. Tapi promo yang berlaku hingga tahun 2011 ini hanya berlaku untuk empat tiket. Kalau ingin membeli lebih, Anda bisa mencoba bertransaksi untuk kedua kalinya dengan kartu yang sama tapi oleh orang yang berbeda--persis seperti yang saya praktekkan kemarin! :D

Iskandar Zulkarnaen

/iskandarjet

TERVERIFIKASI (BIRU)

Writer, Editor, Content Manager, Trainer, Presenter, Social Media Expert, Citizen Journalism Specialist.
Anak Betawi. Lahir di Jakarta. Alumni @uinjkt dan @StateIVLP. Penjelajah kota-kota dunia: Tokyo, Hong Kong, Kuala Lumpur, Langkawi, Putrajaya, Washington DC, Alexandria (VA), New York City, Milwaukee, Salt Lake City, San Francisco, Phuket, Singapore, Rio de Janeiro, Sao Paulo, Dubai, Bangkok.
Join and follow @iskandarjet in many social media platform and like his fanspage at www.facebook.com/isjet.
Mengajak untuk menulis, menulis dengan ajakan > Writing is Breathing > #kataJet #ayonulis

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?