PILIHAN HEADLINE

Asupan Nutrisi untuk Otak

14 Maret 2017 21:32:30 Diperbarui: 16 Maret 2017 22:14:59 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Asupan Nutrisi untuk Otak
sumber: www.pinterest.com

Kala itu musim kemarau di Brebes. Hamparan sawah yang hijau diselingi aliran sungai yang mengering menjadi pemandangan lazim di daerah itu. Saya memandangi itu semua dari dalam bus yang mengantarkanku ke suatu rumah penduduk. Iya saat itu saya sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di suatu desa di Brebes. Tempat tujuan tentu rumah pak lurah yang bakal kami diami selama kami KKN.

Satu kelompok berjumlah 8 orang. Jadi, kami berdelapan akan senasib seperjuangan selama satu setengah bulan KKN dengan kami tinggal satu atap, Tentu saja membuat saya mengetahui luar dalam teman satu kelompok. Sifat asli dan kebiasaan sehari-hari yang beragam membuat saya semakin tertarik untuk mengamati teman-teman saya ini. salah satunya Biantara (PS. Semua nama yang tertera pada artikel, disamarkan). Sebut saja Bian.

Bian yang kala itu sebagai ketua kelompok. Program-program yang akan kami jalankan berkat andil ide cemerlang Bian. Selaku mahasiswa komunikasi, Bian menjadi penhubung kami dengan warga. Tutur kata yang sopan, halus, dan jelas darinya membuat warga sekitar menjadi akrab dengan kami. Bila ada program-program yang mengundang warga desa setempat, lantas Bianlah yang menjadi master of ceremonies. Karena merasa nyaman diajak ngobrol, niscaya Bian menjadi tempat meluapkan curahan hati teman-teman sekelompok saya setiap malamnya. Pengetahuan akan berbagai bidang sungguh luar biasa.

Dari hasil pengamatan saya, Bian mempunyai kebiasaan yang tidak dimiliki rekan-rekan saya yang lain. Dia membiasakan untuk membaca berita. Setiap fajar terbit, berita tentang politik, ekonomi, sejarah, pendidikan, otomotif, artikel adalah santapan paginya. Portal berita Tempo dan Detik pun selalu ia baca pagi dan sore hari. Kejeniusannya pun tak luput dengan kegemarannya membaca. Novel Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya bisa ia habiskan dalam waktu kurang dari dua hari.

Dulu saya tidak menyadari akan pentingnya membaca berita. Dan yang terpikir oleh saya dahulu membaca berita hanyalah omong kosong dan menyia-nyiakan waktu. Tapi setelah pertemuan dengan Bian kala itu, menyadarkan saya berita itu penting.

Mudahnya begini, saat rajin membaca berita lantas Anda dengan mudah akan mendapat kawan baru. Tentu mendapat teman baru dimulai dengan perkenalan dan basa-basi terlebih dahulu. Orang yang sering membaca berita, lazimnya paham mengenai kondisi atau berita terkini. Baik itu tentang politik, pendidikan, ekonomi, olahraga, dan lain-lain. Jika lawan bicara Anda sangat antusias pada sepakbola, Anda (yang rajin baca berita) akan dengan mudah mengimbangi alur pembicaraannya. Jika sudah begitu, keakraban pun akan terjadi. Begitu pula dengan bidang-bidang lain.

Orang yang gemar baca berita tidak akan ragu untuk berbicara di depan orang banyak. Kalian tahu kenapa? Mereka (rajin baca berita) mempunyai perbendaharaan kata yang beragam. Sebagian kita hanya mahir pada bahasa informal karena bahasa informal kita gunakan sehari-hari. Tetapi mereka yang rajin baca berita akan menguasai kata-kata informal maupun formal. Bahasa yang biasa terdapat pada koran dan portal berita memiliki ejaan yang disempurnakan secara maksimal.

Detik.com pun bersabda, membaca berita benar-benar dapat langsung meningkatkan daya ikat otak. Ketika membaca, otak akan dirangsang dan stimulasi (rangsangan) secara teratur dapat membantu mencegah gangguan pada otak termasuk penyakit Alzheimer. Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan otak seperti membaca buku atau majalah, bermain teka-teki silang, Sudoku, dan lain-lain dapat menunda atau mencegah kehilangan memori. Menurut para peneliti, kegiatan ini merangsang sel-sel otak dapat terhubung dan tumbuh.

Saat itu Indonesia sedang gempar dengan nilai rupiah anjlok pada angka Rp14.600. dan teman sekelompok saya, Wanda menanyakan perihal tersebut kepada Bian mengapa itu bisa terjadi.  Bian dengan eloknya menjelaskan kepada Wanda. Tentu pemahannya berkat sokongan berita-berita yang ia baca setiap pagi. Lalu Puspa menanyakan mengenai peternakan, ia pun tak ragu menjelaskannya (padahal Bian bukan dari jurusan peternakan). Lalu ketika kami sedang bergosip ria mengenai selebriti-selebriti terkini, ia pun dengan mudahnya untuk join bareng dan mengikuti alur pembicaraan

Sejak saat itulah saya menginstal portal-portal berita di smartphone saya. Setidaknya minimal 5 berita saya baca setiap harinya. Jika perut perlu diberi asupan nutrisi dengan makanan bergizi, begitulah otak memerlukan asupan berupa informasi dan berita.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana