Mohon tunggu...
Iqbal Prawira
Iqbal Prawira Mohon Tunggu... Buruh - Pemetik Teh

Pecinta Pangan Lokal dan teknologi Pangan

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Ingin Kreatif, Konsumsi Teh

20 September 2018   10:13 Diperbarui: 20 September 2018   10:17 353
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Berdasarkan banyak peneltian Mengkonsumsi teh secara rutin terbukti banyak manfaat bagi kesehatan. Hal tersebut dikarenakan senyawa bioaktif yang terdapat pada teh seperti katekin, theaflavin, thearubigin, dan theanin. Banyak penelitian yang telah melaporkan manfaat teh bagi penderita obesitas, diabetes, menghambat aktifitas kanker, dan juga tumor.

Namun, bagaimana jika konsumsi teh dihubungkan dengan perkembangan kognisi dan kreativitas? Apakah konsumsi teh secara rutin akan berdampak dengan peningkatan kreativitas?

Merujuk pada  Merujuk pada kamus English Oxford Living Dictinory (www.oxforddictionaries.com), Kognisi didefiniskan "the mental action or process of acquiring knowledge and understanding through thought, experience, and the senses". Kognisi tersebut meliputi perihal persepsi, atensi, memori, emosi, bahasa, pengambilan keputusan, berpikir, dsb.

Sedangkan kreativitas menurut definis yang dipopulerkan oleh Runco & Jaeger (2012) adalah kapasitas manusia untuk menciptakan ide yang original dan bermanfaat untuk memecahkan masalah. Kreativitas diklasifikasikan dalam dua kategori yaitu: convergent thinking dan divergent thinking (Guilford, 1967).

Secara sederhana, Convergent thinking merupakan proses kognitif yang hanya menwarkan satu solusi pemecahan masalah. Berbeda dengan Divergent thinking dimana bisa menawarkan berbagai solusi yang terhitung jumlahnya untuk satu permasalahan. Tak jarang orang yang datang dengan berbagai solusi lebih dianggap kreatif dibandingkan dengan yang hanya menawarkan satu solusi aja.   

Untuk mengetahui hubungan antara konsumsi teh dengan kreativitas (divergent thinking) beberapa psikolog dari universitas Peking, Cina melakukan eksperimen kecil yang melibatkan para mahasiswa. Sejumlah 50 mahasiswa, dengan rerata usia 23 Tahun, dibagi dalam dua kelompok secara acak yaitu kelompok yang mengkonsumi teh dan kelompok yang mengkonsumsi air hangat.

Setiap kelompok selanjutnya dilibatkan dalam 2 eksperiment. Pada eksperiment pertama menggunakan block building untuk mengukur kreativitas pada spatial kognisi. Sedangkan pada eksperimen kedua dengan mengadopsi pemberian nama yang unik untuk restaurant sehingga diketahui tingkat kreativitas pada semantik kognisi. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengkonsum teh menunjukkan performa yang lebih baik pada kreativitas kognisi spasial dan kognisi semantik jika dibandingkan dengan yang hanya mengkonsumsi air hangat saja.

Peningkatan kreativitas setelah mengkonsumsi teh tersebut berkaitan dengan kondisi relaks. Mekanisme pada Kondisi relaks tersebut bisa diperoleh sebagaimana pada sensasi saat meditasi. Pada kondisi tersebut akan memacu kreativitas divergent (divergent thinking). Selain itu juga konsumsi teh berhubungan dengan meningkatnya valensi mood yang mana dimulai sekitar 10 menit saat mempersiapkan minuman teh.

Salah satu meningkatkan kreativitas tersebut ada senyawa aktif yang turut andil berperan yaitu Theanin dan kafein (Einther & Giesbrecht, 2013; Einther & Martens, 2013). Segelas teh secara umum terkandung 4,5-22,5 mg (rata-rata 13,5) theanin dan 35-61 mg kafein. Mengkonsumi teh yang mengandun 100 mg theanin dan 50 mg kafein akan meningkatkan fokus dan kejernihan mental (Bryan, 2008).

Menurut Yan Huang, sebagai ketua peneltian,  hasil peneltian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman terhadap fungsi teh terhadap kreativitas dan juga memberikan cara baru di dalam pengembanagan peneltian untuk mengetahui hubungan antara makanan dan minuman terhadap peningkatan kognisi manusia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun