Iwan Permadi
Iwan Permadi karyawan swasta

a freelance tv creative

Selanjutnya

Tutup

pilihan headline

Antara Produser, Presenter & Programmer TV

9 Agustus 2017   15:23 Diperbarui: 9 Agustus 2017   20:56 350 4 1
Antara Produser, Presenter & Programmer TV
Dokumentasi Pribadi

Para praktisi televisi pasti dengan mudah memahami perbedaan profesi antara Produser, Presenter dan Programmer namun tidak bagi pemirsa awam mengenai tugas ketiganya. Terlebih hasil produksi dari suatu program televisi baik bagus dan tidak merupakan cerminan dari hasil kerja ketiganya, dan pada gilirannya nasib suatu acara televisi akan terlihat dari kemasannya apakah punya nilai produksi yang tinggi, biasa atau yang tidak layak dan juga performanya lewat pencapaian rating dan share yang dicapainya.

Melihat banyaknya acara televisi saat ini yang bersiaran secara nasional, terlihat ada perkembangan kualitas produksinya namun sayangnya hanya sedikit yang beruntung mendapatkan "perhatian" dari penontonnya. Hal ini bukan karena  faktor kualitas produksinya semata tapi suatu acara mampu bersaing  karena menjadi suatu pilihan dan kebutuhan penonton setianya serta ditayangkan pada saat yang tepat. 

Produk televisi semacam berita, sepak bola, dan juga dangdut seperti halnya film lawas Warkop DKI, dengan promosi sedikit pasti penontonnya cukup banyak. Namun acara baru dengan presentasinya yang juga gress perlu waktu lama untuk mendapatkan perhatian penonton.

Dan di sinilah programmer televisi memegang peranan sangat penting dalam memilih dan memilah jenis program televisi apa yang mereka harus produksi serta pada jam tayang berapa cocoknya program ini ditayangkan, karena ini juga unik, setiap program televisi punya penggemar tersendiri baik karena sesuai selera penonton juga karena kualitas siaran transmisinya bisa dijangkau. 

Dari beberapa program televisi yang disiarkan secara live di kota-kota tertentu, tercermin bahwa pada lokasi tersebut stasiun televisi dan programnya cukup dikenal oleh masyarakat penontonnya dan itu tercermin dari rating yang didapatkan oleh program televisi tersebut.

Setelah programmer mendapatkan formula jenis program apa yang harus diproduksi, tentu produser melaksanakan tugasnya dengan mendisain produksi baik secara kreatif dan juga mengukur beban produksi yang disesuaikan dengan budget serta target hasil yang diinginkan oleh stasiun tersebut. Dan barulah setelah itu faktor presenter atau host (pembawa acara) memegang peranan penting sebagai ujung tombak agar produksinya bisa sesuai rundown acara. 

Kunci presenter atau host tidak hanya rupawan dan enak dilihat tapi juga cerdas, cekatan, mudah menghafal, dan bisa berbahasa Inggris aktif minimal. Tentu banyak program sangat lekat dengan hostnya seperti Mata Najwa yang tentu aneh kalau yang menggantikan punya nama dan karakter lain-begitu juga dengan Aiman, Rossi, dan bisa jadi ILC (Indonesia Lawyers Club), yang tampak aneh bila Karni Ilyas digantikan.

Programmer, Produser dan Presenter (3P atau P3) adalah komponen terpenting bagi keberlangsungan acara dan ketiganya  seharusnya bertanggung-jawab pada hasil akhir suatu program dengan tidak saling menyalahkan.  Perlu digarisbawahi disini jabatan Produser berbeda dengan istilah "produser film" yang banyak dianggap sebagai penyandang dana, sedangkan di televisi produserhanyalah koordinator produksi yang seharusnya piawai dalam mengatur administrasi dan tehnik produksi.

Perihal programmer di sini biasanya bukanlah terdiri dari satu atau dua orang tapi merupakan grup dari bagian riset dan pengembangan (Research and Development) dan bagian akuisisi (Aquisition)  yang bertanggung jawab pada pembelian program televisi atau bagian kreatif program yang bertugas mengamati hal-hal yang sedang ngetrend dan punya potensi meraih rating dan iklan lewat program televisi.  

Contoh kongkrit yang sedang ngetrend sekarang adalah kolaborasi bintang India dan Indonesia dalam sejumlah program di stasiun ANTV  yang terlihat fenomenal karena mampu mengerek stasiun televisi ini melesat menjadi dua besar dari stasiun televisi terpopuler saat ini disamping RCTI

Kejelian menangkap ide dan trend penonton serta konsisten melakukannya sangat jauh berbeda dengan pendekatan saat stasiun televisi milik Bakrie ini berdiri pada tahun 90an yang mementingkan sport dan lifestyle. Dilihat dari kemasan produknya setali tiga uang dengan memanjakan penontonnya yang menengah kebawah namun tetap targetnya urban. Karakter public figure yang muncul juga punya nama seperti Raffi Ahmad, Ayu Ting Ting, Cita Citata, dan sejumlah selebritas dangdut yang sanggup mengangkat citra televisi ini menjadi lebih populer.

Dan grup televisi Bakrie tidak berhenti sendiri, lihat saudaranya TV One juga menyajikan kompetisi adu kuat, mengangkat lagi Indonesia Lawyers Club (ILC) serta siaran langsung  sepak bola Liga 1 dan Liga 2 setiap hari. Alhasil untuk entertainment ANTV berjaya dan untuk sports and berita TV One pun ikut sukses.

Sepertinya rumus untuk tetap eksis di dunia hiburan, terutama televisi, adalah tidak cukup hanya wajah kece dan terkenal, tapi juga paham kearifan lokal, punya nasib baik  dan juga melakukan inovasi.  Inovasi pendekatan dan pemahaman kultur masyarakatnya disamping tetap menjaga kualitas produksi programnya.

So I became a producer because I knew one of the reasons was they didn't do them the way I thought was right (Lee Hazlewood)