Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Blogger

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Humaniora highlight headline

Cougar, Fantasi Romantis Seks Remaja Bagi Perempuan Dewasa

16 Juli 2017   16:01 Diperbarui: 18 Juli 2017   06:50 18933 5 0
Cougar, Fantasi Romantis Seks Remaja Bagi Perempuan Dewasa
Ilustrasi (Sumber: www.auntyflo.com)

Perempuan dewasa bahkan yang sudah tua melakukan hubungan seksual dengan "ABG" dan laki-laki separuh umurnya adalah salah satu bentuk parafilia yaitu menyalurkan dorongan seksual dengan cara yang lain. Ini adalah bentuk deviasi atau pergeseran orientasi seksual yang umum dikenal yaitu: heteroseksual, biseksual dan homoseksual. Perempuan-perempuan seperti ini disebut sebagai 'cougar' (ini sejenis serigala di AS).

Pertengahan tahun 2013 seorang perempuan M, 38 tahun, istri Ketua RT, di Kota Bengkulu, Prov Bengkulu, ditangkap polisi karena ada orang tua salah satu remaja yang diajak M melakukan sanggama dengannya. Pemeriksaan polisi kemudian menunjukkan M melakukan seks dengan delapan remaja. Hakim kemudian memvonis M dengan 8 tahun kurungan. Hakim menyebutkan M bersalah sesuai dengan pasal 81 ayat 2 dan Pasal 82 Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Lama tak ada kasus, eh, muncul pula berita tentang seorang nenek, Rohaya, 71 tahun, yang menikah dengan Selamat, remaja berumur 16 tahun, di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Prov Sumatera Selatan, awal bulan Juli 2017 ini. Ini tentu lumrah saja karena hanya beda umur dan dilakukan secara sah.

Tapi, yang ini lain. Terjadi di Palembang, Prov Sumatera Selatan, seorang nenek, Jw, 80 tahun, melakukan hubungan seksual dengan seorang "ABG", AR yang berumur 13 tahun. Orang tua AR curiga karena anaknya ketakutan ketika pulang di malah hari, 6/7-2017. Setelah ditanya AR mengaku baru melakukan hubungan seksual dengan Jw. Ibu AR pun melaporkan hal itu ke polisi (tribunnews.com, 16/7-2017).

Kasus-kasus kejahatan seksual dan parafilia erat kaitannya fenomena gunung es. Kasus yang terungkap hanya sebagian kecil dari kasus yang terjadi di masyarakat. Banyak faktor yang membuat kasus-kasus kejahtan seksual dan parafilia tidak muncul ke permukaan, misalnya karena malu dan bisa juga karena tekanan dari salah satu pihak.

Bagi perempuan tua melakukan hubungan seksual dengan remaja dan laki-laki yang berumur separuh dari umur mereka merupakan realisasi dari fantasi seks dalam kondisi seks romantis remaja dan setengah baya.

Disebut juga sebagai heteroromantic asexual yaitu ketertarikan secara seksual yang romantis dengan lawan jenis, tapi romantisme atau gairah seksual tidak selalu dilakukan melalui hubungan seksual penetrasi vaginal.

Perempuan-perempuan dewasa dan tua itu tertarik dengan romantisme remaja, tapi sering terjadi tanpa dorongan seksual sehingga bisa saja terjadi tanpa seks penetrasi, tapi kegiatan-kegiatan yang terkait dengan dengan birahi.

Hal itu bisa dimaklumi karena setelah usia tertentu ada perempuan yang sudah mengalami manopause yaitu siklus mentruasi yang terhenti seiring dengan umur. Ini terjadi secara alamiah dan bukan penyakit. Dorongan seksual pun menurun. Hal yang saja juga terjadi pada laki-laki yaitu andropause.

Fantasi seks romantis remaja jadi daya tarik perempuan dewasa dan tua. Perempuan-perempuan yang disebut cougar itu menyalurkan dorongan seksual dengan remaja bagi perempuan setengah baya dan dengan laki-laki yang lebih muda pada perempuan tua.

Cougar akan jadi masalah jika dilakukan di luar nikah karena merupakan perbuatan yang melawan hukum, baik norma, moral, agama dan hukum positif.

Sebaliknya, jika dilakukan dengan remaja putra di bawah umur melalui pernikahan juga muncul masalah karena ada ketentuan yang mengharuskan pernikahan dilakukan oleh orang-orang yang sudah dewasa. Batasan dewasa memang bisa bervariasi, tapi secara umum umur 17 atau 18 tahun.

Nah, yang dilakukan Nenek Royaha dan Selamat tentu tidak memenuhi usur usia. Bahkan, pernah terjadi seorang laki-laki di Semarang, Jawa Tengah, Syeh Puji, 52 tahun, yang menikah dengan Ulfa, gadis ingusan berumur 12 tahun. Pernikahan di tahun 2008 itu sampai ke meja hijau karena melawan UU yang mengharuskan perempuan boleh menikat setelah berumur 18 tahun. Di UU Perkawinan tidak ada sanksi bagi yang menikah di bawah umur, tapi sanksi ada di UU Perlindungan Anak.

Bagi laki-laki dewasa yang menyalurkan dorongan seksual kepada gadis remaja, berumur 7-12 tahun, disebut paedofilia. Laki-laki paedofilia tidak melakukan hubungan seksual dengan kekerasan dan sodomi (seks anal), tapi dengan cara dijadikan sebaga istri, dijadikan anak angkat, keponakan angkat, anak asuh, dll. Kasus paedofilia yang ditangani polisi sudah ada 55 dalam berbagai bentuk (dari berbagai sumber). *