Cermin

Wanita dan Harga Diri

24 Maret 2014   18:02 Diperbarui: 24 Juni 2015   00:33 435 0 0

Oleh : Ina Ikhnawaty


Wanita adalah makhluk Allah yang sangat special, dari ujung rambut sampai ujung kaki sangatlah special, bahkan ketika Allah menciptakan wanita makhluk di atas langit, malaikat-malaikat cemburu dan heran mengapa Allah mengistimewakan wanita dan malaikat penasaran apa yang membuat wanita begitu sangat istimewa dan dimuliakan Allah SWT.


Wanita adalah makhluk yang istimewa. Setiap wanita dibekali Allah SWT kecantikan dan kecanggihan sistem reproduksi. Sebagai respon penggerak utama motivasi kehidupan, berketurunan adalah sebuah mekanisme Ilahiah yang teramat indah. Karena fungsi reproduksinyalah seorang wanita dikaruniai Allah SWT dengan kelebihan pesan genetika di kromosom X-nya. Secara lahiriah, seorang wanita amatlah sedap dipandang mata, hasil mahakarya seni yang tiada tara. Dalam perspektif reproduktif kecantikan itu maujud dalam bentuk struktur alat-alat atau organ reproduksi wanita yang sangat sistematis dan super canggih.


Sistem reproduksi wanita adalah representasi sekaligus bukti tentang kemaha perencanaan Allah. Bahkan wanita bias memasuki pintu surga melalui pintu surga mana saja yang disukainya dengan empat syarat saja, yaitu:


vShalat lima waktu


vPuasa ramadhan


vTaat kepada suaminya dalam hal kebaikan dan


vMenutup aurat


Begitu bangganya saya menjadi seorang wanita sudah diberi kecantikan yang sempurna ditambah bebas masuk surga melalui pintu surga manapun tetapi, dizaman modern seperti sekarang ini banyak wanita yang tidak sadar bahkan enggan untuk sadar bahwa dirinya begitu mulia dan istimewa. Harga diri diri diperjual belikan, bahkan tidak sedikit wanita yang rela membuka auratnya demi popularitas, demi tampil menarik, demi sebuah keseksian semakin seksi dan cantik semakin banyak pula pria yang mendekatinya. Padahal wanita akan lebih indah jika menutup auratnya dan melindungi dirinya dari pandangan laki-laki. Bahkan banyak wanita yang merelakan keperawanannya demi sebuah kepuasan dan atas dasar cinta. Tidak sedikit wanita yang meninggalkan shalat dengan alasan ketinggalan, tidak sempat, sibuk, sayang makeup dan ada salah satu teman saya beralasan tidak mempunyai mukena untuk sholatnya. Sungguh ironis banyak wanita cantik rela meninggalkan sholat padahal Siti Aisyah pun shalat walaupun beliau cantik, sayang sungguh sayang bila cantik tak sembahyang.


Hidup dizaman sekarang ini akan banyak yang mengatakan munafik terhadap saya apabila saya berbicara dosa dan kemaksiatan. Saya tidak merasa orang yang paling benar dan terhindar dari dosa seperti Nabi Muhammad SAW. Tetapi setidaknya saya mencoba untuk menjadi wanita baik, menjaga harga diri. Karena harga diri sangatlah penting.


Sebagai wanita yang sangat special kita semua tahu bahwa tugas wanita yang paling utama adalah menutup aurat. Apabila berbicara mengenai aurat semua yang ada pada diri wanita adalah aurat dan aurat harus dijaga dan ditutup rapat-rapat jangan diumbar dan dipertontonkan dihalayak ramai dan dihadapan laki-laki yang bukan mukhrim sekalipun laki-laki itu adalah orang sangat kita cintai.


Sebagai wanita yang berpendidikan kita tahu bahwa menutup aurat adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang wanita dengan alasan apapun wanita harus tetap menutup auratnya, jika tidak biarkan tangan Allah yang bekerja. Setidaknya pakailah kerudung dan pakaian yang rapih jika akan bepergian, karena apabila seorang wanita keluar rumah tidak menutup auratnya maka setiap langkahnya adalah dosa sampai dia kembali kerumahnya lagi. Setelah saya Tanya kepada teman-teman dan ibu-ibu di kampung mereka menggunakan jilbab apabila pengajian dan pergi ke sekolah saja, selebihnya tidak mereka beralasan apabila menggunakan jilbab di rumah rasanya ribet, gerah dan rugi kepada rambut yang sudah dirawat mahal-mahal tapi tidak diperlihatkan.


Sebagai wanita yang pintar, yang mengerti akan larangan-larangan Allah, yang tahu akan dosa apabila melanggarnya. Untuk semua wanita mari kita tutup aurat kita, berbicara lemah lembut, menjaga harga diri, jangan mau dilecehkan oleh laki-laki yang tidak bertanggung jawab dan tetaplah meminta pertolongan Allah agar kita menjadi wanita yang sholehah. Wanita yang baik itu untuk laki-laki yang baik dan wanita yang buruk itu untuk laki-laki yang buruk, maka berbuat baiklah supaya kita memperoleh sesuatu yang baik pula.


Perlu diingat wanita berjilbab itu belum tentu pintar tetapi, wanita yang pintar itu sudah pasti berjilbab dan wanita berjilbab itu belum tentu sholehah tetapi, wanita solehah itu sudah pasti berjilbab.


Sebaik-baiknya wanita adalah wanita yang bias menjaga harga diri dan kehormatannya. Maka berbahagialah wanita muslimah yang senantiasa berpegang teguh kepada agamanya. Dalam sebuah hadist diriwayatkan “maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik-baiknya harta pusaka seseorang? Yaitu wanita sholihah yang menyenangkan jika dipandang yang taat padanya jika disuruh yang bias menjaganya jika ditinggal pergi” (HR. Abu Daud dan Al-hakim dari Umar R.a).


Selamat membaca mudah-mudahan bermanfaat. Aamiin