Imam Kodri
Imam Kodri karyawan swasta

Formal Education Background in UPDM (B) Of Bachelor’s Degree of Politics and Social Science, majoring of Public Administration and Master Degree, Majoring of Human Resources. Worked in various private companies over 30 years, such as: PT. Pan Brothers Textile as HRD Assistant Manager, PT. Sumber Makmur as HRD Manager, General Personnel Manager at PT. Bangun Perkarsa Adhitamasentra, Senior Manager of HRD and General affair at PT. Indoraya Giriperkarsa, Headmaster of Kelapa Dua High School, and the last, Head of the General Bureau and Human Resources at ISTN Jakarta.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora highlight

Peringatan Kemerdekaan Ke-72 Republik Indonesia, Mesyukuri dan Kerja Keras

17 Agustus 2017   16:47 Diperbarui: 17 Agustus 2017   16:57 657 0 0
Peringatan Kemerdekaan Ke-72 Republik Indonesia, Mesyukuri dan Kerja Keras
screenshot-2017-08-17-08-13-50-1-59955e29a6f46a5cd37db352.png


Alhamdulillah tidak habis-habisnya kita bersyukur memuja dan memuji kepada Tuhan yang Maha Pemurah dan Pengasih, bahwa pada hari yang mulia ini Kamis 17 Agustus 2017 atau Kamis Wage menurut hitungan orang Jawa memiliki jumlah neptu 12 yang berarti kecukupan dan kesejahteraan dalam hidupnya Indonesia telah dikaruniai usia kemerdekaan 72 tahun. Ulang tahun kemerdekaan yang jatuh pada Kamis wage menandakan Indonesia akan kecukupan dan sejahtera. Itulah yang selalu menjadi harapan kita semua termasuk warga masyarakat yang tinggal di Taman Berdikari Sentosa RW 09 kelurahan Jati, Pulo Gadung Jakarta Timur, yang Insya Allah sudah diberi kecukupan dan kesejahteraan dalam hidupnya. 

Mereka bersama-sama mengikuti Upacara Pengibaran Sang Saka Merah Putih dengan semangat yang tinggi. Upaca peringatan tujuhbelasan ini diinisiasi oleh segenap pengurus RW 09 yang dipandegani oleh Bapak Ketua RW Dr Ir H Kamaruzzaman M.Sc. Peserta upacara kurang lebih didominasi para pensiunan pegawai negeri sipil, angkatan Kepolisian dan TNI serta swasta. Hanya sedikit dari mereka yang masih aktif seperti Bapak Ir Reza Abdilla Chairil, M.Sc yang kebetulan beliau adalah ketua RT 001 RW 09 di lingkungan kami tinggal.

Dari jauh hari semua petugas dan pengurus RW sudah mulai kerja keras tidak ketinggalan  Bapak Prasetyo Adi N sebagai Sekretaris RW sudah pontang panting mengurus penyelenggaraan upacara, agar dapat terlaksana dengan lancar. Petugas upacara disusun mulai dari Inspektur upacara, komandan upacara, petugas-petugas pembaca naskah proklamasi dan lainnya yang tampak gagah. Maklum beliau-beliau ini adalah para perofesional, bagaimana tidak Inspektur Upacara dipercayakan Ketua RW 09 Dr Ir Kamaruzzaman beliau adalah Direktur Utama PT Pulo Mas Jaya, pembaca naskah proklamasi dipercayakan kepada KomJen Purnawirawan Polri bapak Drs H MS Djaya Atmadja M.Mi, sedangkan pemimpin lagu wajib dan lagu lagu Nasional di percayakan kepada Ibu Ir Ni Wayan Resmiadi.

Semua peserta upacara di sarankan untuk memakai seragam merah putih, atasan merah dan bawahan berwarna putih dan memakai sepatu olah raga. Sayapun memakai seragam merah putih, hanya ada beda sedikit, karena saya nekad memakai blangkon khas Yogyakarya, toh para pengurus RW dan peserta upacara tidak ada yang melarang.


20170817-064214-59955e998342a529bb5498b2.jpg
20170817-064214-59955e998342a529bb5498b2.jpg

20170817-064223-5995601a4d6be90d3c498f92.jpg
20170817-064223-5995601a4d6be90d3c498f92.jpg

Kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini pada hakekatnya adalah karunia Tuhan Yang Maha Besar, Tuhan yang Maha memberi, dalam kaitan proklamasi 17 Agustus 2017, usia yang ke 72, namun usia yang sering disebut orang usia manula, manusia lanjut usia, manusia yang seharusnya bersifat lebih dari dewasa, namun pada kenyataannya masih banyak diantara kita orang Indonesia yang masih belum dewasa. 

Maunya hidup bergelimang kemewahan namun tidak mau bekerja keras, dan banyak yang salah langkah jalan korupsi dilakoninya. Untuk mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pejuang kemerdekaan, ketua RW 09 kelurahan Jati Pulo Gadung Bapak Dr Ir Kamaruzzaman berpesan, apabila kita hendak menikmati karunia Tuhan berupa kemerdekaan ini, maka kita harus bekerja keras disertai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pencipta. Ikut berpartisi aktif dilingkungan kita masing-masing termasuk orang yang mensyukuri nikmat. Ni'mat Tuhan Mana Lagi Yang Engkau Dustakan" wahai warga Taman Berdikari, engkau tidak akan sanggup menghitung-hitung nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita.


img-20170817-wa0009-59955ee893be257b9c2d6872.jpg
img-20170817-wa0009-59955ee893be257b9c2d6872.jpg

img-20170817-wa0003-599560dc93be2574fb3f08d2.jpg
img-20170817-wa0003-599560dc93be2574fb3f08d2.jpg

Bekerja keras saja belumlah cukup, kemerdekaan yang kita nikmati ini juga harus diisi dengan stabilitas, rasa aman, saling menghormati antara sesama. Yang demikian sangat memerlukan partisipasi aktif dari semua komponen bangsa ini, agar kita selalu menjaga toleransi dalam keanekaragaman, dijauhkan dari konflik yang kecil apalagi konflik besar yang membawa nama agama, etnis tertentu. Bukankah Indonesia sangat membutuhkan adanya kerukunan hidup antar umat beragama, kerukunan antar etnis, dijauhkan dari konflik unsur sara.

Warga Taman Berdikari patut diacungkan jempol, terutama ibu-ibu panitia yang sudah mengorbankan banyak waktunya untuk membuat kue, makanan, dan minuman. Semuanya ikhlas berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh pengurus RW termasuk pada acara peringatan tujuhbelasan ini. Mulai dari urusan pernak pernik hadiah lomba, minuman jus mangga segar, snack isinya bermacam-macam, lontong, ketan, pisang, risoles, air mineral, dll.

Warga Taman Berdikari memang hebat (bukan Koalisi Indonesia Hebat, lho), bukan Ikhlas saja, tidak dipungkiri semua berpartisipasi, tetapi masih adalagi nilai perjuangan bangsa yang tinggi. Lihatlah dan dengarkan ketika mereka menyanyikan lagu kebangsaan Republik Indonesia:"Indonesia Raya" dan menyanyikan lagu wajib nasional:" Maju Tak Gentar" sangat meresap menggetarkan jiwa.

Setelah upacara tujuhbelasan selesai para bapak saling mengucapkan selamat dengan ucapan "Dirgahayu RI ke 72" "Dirgahayu Indonesia" dan ibu-ibu langsung membagikan makanan dan minuman kepada peserta upacara. Saatnya minuman dibagikan, semua kebagian. Duduk-duduk di areal taman, jeprat jepret kamera android, saling sambung rasa, maklum diantara kita para peserta upacara masih ada sebagian yang jarang ketemu.

Ikhlas dan Kerja Keras

Drs H MS Djaya Atmadja MMi, salah seorang warga Taman Berdikari ini adalah purnawirawan polri dengan pangkat KomJen, berceritera kalau putra-putranya semua mendapat barokah dari Tuhan Yang Maha Rahman, kerja keras menghasilkan buah yang manis, baik putra pertama maupun putra kedua mengikuti jejak ayahnya, menjadi anggota kepolisian di Republik ini. Yang pertama sudah Kolonel mendapat penugasan di luar Jawa, dan putra kedua sudah mayor. Kerja keras dan ikhlas sudah dirintisnya sejak muda.


img-20170817-wa0006-5995612b04e3312f6d77ed92.jpg
img-20170817-wa0006-5995612b04e3312f6d77ed92.jpg


img-20170817-wa0007-5995615fe1f9c25d4e107992.jpg
img-20170817-wa0007-5995615fe1f9c25d4e107992.jpg

Atas kesadarannya jika hanya mengandalkan pensiunan maka akan mengalami hidup pas-pasan bahkan akan serba kurang, oleh sebab itu sejak 2006 bapak yang masih tampak muda ini sudah mulai merintis usaha agen Gas elpiji tepatnya di kota Cianjur. Kerja keras sudah terbiasa bagi bapak yang rajin shalat berjamaah di Masjid Baiturrahman komplek Taman Berdikari. Utas usaha dan kerja kerasnya menjadi agen Gas elpiji beliau kini dapat menikmati hasilnya yang cukup baik, dan menjanjikan, kenapa? Ya jangan dianggap remeh karena setiap hari mampu menghabiskan 5 truk gas elpiji yang didistibusikan kepada warga lewat agen-agen cabangnya yang berjumlah 15 agen cabang. Saya sangat respek kepada setiap orang yang bekerja keras, dan sudah selayaknya menuai hasil karena Tuhan memang maha memberi, semoga kerja keras dan syukur dapat diajarkan kepada generasi muda Taman Berdikari Sentosa dalam mengisi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2017.

Salam Kompasiana, Dirgahayu Republik Indonesia ke 72.