Ikrom Zain
Ikrom Zain Hanya Guru Kelas SD

Hanya seorang Guru SD

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Je Itu Artinya Apa Sih?

2 Mei 2014   14:54 Diperbarui: 23 Juni 2015   22:57 3919 0 0
Je Itu Artinya Apa Sih?
139899201360437384

Bicara tentang bahasa, tak akan ada habisnya. Kali ini saya ingin “mempermasalahkan” suatu kata yang tak saya pahami. Kata yang saya maksud adalah kata “je”. Mungkin kalau anda yang pernah belajar (atau fasih) berbahasa Pranncis akan mengira Je yang saya maksud adalah Je yang berarti saya. Seperti pada kalimat Je m’apple Ikrom (Nama saya Ikrom). Tapi bukan itu yang saya maksud. Lantas. Apa dong?



Je di sini merujuk pada suatu kata yang sering diucapkan orang Jogja (Daerah Istimewa Yogyakarta). Awalnya saya tak terlalu memperhatikan ketika seorang teman dari Jogja yang rajin berkirim kabar tentang usaha pembersih wajahnya melalui WA. Nah lama-lama saya perhatikan setiap dia berucap kepada saya selalu menggunakan kata “je” di akhir kalimat. Contohnya seperti ini:



Saya : He, awakmu lek mene iso kirim kan? (Hei, kamu bisa kalau kirim besok kan?)


Teman : Ra iso mas, lha aku sesuk arep menyang Solo je. (Gak bisa mas, lha aku besok mau ke Solo).


Saya : Oh yo wis. Sak karepmu wis, sing penting ojok kesuwen selak onok sing ngenteni. (Oh ya udah. Terserah kamu. Yang penting jangan lama-lama karena sudah ada yang menunggu)


Teman: Wah aku isih repot iki mas. Piye iki je? (Wah aku masih repot iki mas. Gimana nih?)


Saya: Oalah, ganok sing iso dikongkon tah? Selak gemberah ae wong-wong iki. (Oalah, gak ada yang bisa dimintai tolong kah? Sudah ribut saja orang-orang ini).


Teman : Yo  wis, mengko tak kabari. (Oalah ya udah nanti saya kabari).






[caption id="attachment_305421" align="aligncenter" width="555" caption="Dok. Pri"][/caption]

Nah itulah sedikit percakapan antara saya dengan teman yang sering menggunakan kata “je” tiap menutup kalimat. Saya pikir artinya sama seperti kata “se” kalau dalam dialek Jawa Timuran. Seperti pada kalimat tadi : Piye iki je?. Kalau dalam dialek Jawa Timuran akan seperti ini: Yok opo iki se?



Tapi jika dipahami lagi kok masih belum pas jika dipadankan dengan kata se. Coba jika dicermati pada kalimat: Aku sesuk arep menyang Solo je. Sepertinya tidak akan sepadan dengan kalimat : Aku mene kate nang Solo. Lha terus kok ada kata je di belakangnya? Untuk apa?  Bingung kan?



Saat saya tanya ke teman saya tadi dan ke teman-teman dari Jogja lainnya, kata “je” itu tak artinya. Mungkin hampir sama dengan kata the dalam bahasa Inggris. Namun, yang saya heran orang-orang Jogja kok selalu menggunakan kata ini kalau tak ada arti khusus.



Inilah salah satu misteri terbesar saya kalau berbicara mengenai Jogja dan orang-orangnya. Mungkin kalau ada teman-teman yang tahu asal muasalnya dan maknanya.



Sekian, terimakasih atas perhatian postingan yang kurang penting ini, hehe. Salam.