Mohon tunggu...
Ikrom Zain
Ikrom Zain Mohon Tunggu... Tutor - Content writer - Teacher

Hanya seorang pribadi yang suka menulis | Tulisan lain bisa dibaca di www.ikromzain.com

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Terus Menulis Sembari Menunggu Buka Puasa Tiba

20 Mei 2019   03:00 Diperbarui: 20 Mei 2019   03:05 45
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi. - Dokpri

Berbicara hobi, saya tak punya hobi lain selain menulis, membaca, dan jalan-jalan.

Kalau toh ada, mungkin hanya menyanyikan lagu berbahasa Tagalog pada aplikasi karaoke. Namun, di bulan puasa ini, tentu hobi unfaedah itu harus dihentikan. Maka, fokus saya hanya membaca dan menulis yang saya lakukan setiap hari.

Beruntung, Kompasiana mewadahi hobi menulis saya. Berkat Program Samber THR, saya jadi memiliki dorongan kuat untuk menulis setiap hari. Kalau biasanya saya puasa Daud, kini jadwal menulis saya ya puasa Ramadan. Sehari menulis sehari menulis lagi hingga penuh satu bulan.

Walau ada hadiah khusus yang menggiurkan dan cukup banyak, nyatanya saya masih tidak berorientasi kepada hadiah-hadiah tersebut. Fokus utama saya hanya ada dua. Pertama, melatih daya tahan menulis saya serta merangkai kata dengan cepat dan tepat.

Maklum, meski bulan puasa, saya juga bekerja di dunia nyata. Waktu untuk menulis juga dibagi dengan waktu untuk bekerja dan juga beribadah. Dengan intensitas yang "dipaksa" lebih intensif, maka saya sekalian berlatih untuk mengasah kemampuan menulis lebih baik lagi. Terutama, berlatih untuk menulis topik tertentu yang telah diberikan. Bukan topik sekena hati saya seperti yang saya tulis selama ini.

Kedua, saya sedang berlatih membuat desain ilustrasi sederhana mengenai apa yang saya tulis dalam sebuah artikel. Saya terpacu untuk melakukan hal itu setelah mengikuti kelas desain beberapa waktu lalu. Meski belum sempurna dan ada kesalahan di sana-sini, namun paling tidak dengan adanya program Samber THR, saya jadi lebih variatif dalam menyalurkan hobi saya.

Nah, bagaimana saya bisa membagi waktu antara membaca, menulis, dan kegiatan lain?

Kegiatan menulis ini, baik di Kompasiana, blog pribadi, maupun media daring tempat saya berkontribusi, tetap saya lakukan selepas salat subuh. Godaan untuk tidur selepas subuh dan sahur memang benar adanya. Namun, dengan melakukannya untuk menulis, maka godaan ini perlahan hilang. Saya jadi terpacu untuk terus menulis hingga jarum jam menunjukkan pukul 6 pagi tanda saya harus memulai aktivitas di dunia nyata.

Selepas Asar, sembari menunggu berbuka, biasanya saya meneruskan lagi tulisan yang belum selesai atau desain yang masih mentah. Ada kalanya, saya merombak lagi tulisan saya dari awal jika dirasa perlu. Walau sehari harus menulis, saya tidak ingin menurunkan kualitas tulisan saya seperti saat saya menulis di hari biasa.

Sebelum tidur, selepas mengaji, saya kembali mengecek tulisan saya. Apakah ada kesalahan atau ada hal lain yang dirasa perlu untuk diperbaiki. Untuk desain, biasanya saya juga sudah melakukan tahapan perampungan dan mulai menyimpan hasil desain tersebut dalam bentuk jpeg ataupun png.

Sebagai langkah terakhir, tentu saya membuat draft tulisan beserta gambar ilustrasi, gambar pendukung, atau tautan yang diperlukan serta tagar di bawah tulisan. Saya pastikan kegiatan ini benar-benar rampung sebelum saya tidur malam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun