pilihan

Sahabat dan Perjuangan

20 Maret 2017   15:24 Diperbarui: 20 Maret 2017   15:34 42 1 1

         Aku adalah siswa SMA Jatinegara 1. Aku memiliki sahabat baik yang bernama Bobi. Bobi adalah sahabat terbaikku, dia selalu setia denganku di saat senang dan susah. Aku dan Bobi selalu bersama, berangkat sekolah bersama dan pulang sekolah pun bersama. Bobi juga sering bermain kerumahku dan ibuku sangat menyukai Bobi dengan perilakunya yang sopan dan baik.

         Suatu hari di pagi hari yang cerah, aku dan Bobi pergi kesekolah bersama. Sampai di tengah perjalanan, kita melihat ada kakek tua yang buta ingin menyebrang jalan dan karena kita khawatir dengan kakek tua tersebut maka dengan sepontan kita membantu kakek tua tersebut menyebrang jalan. Setelah kita membantu kakek tersebut menyebrang jalan, kita melanjutkan perjalanan menuju sekolah.Sesampai di sekolah aku dan Bobi berpisah karena beda kelas. 

Pelajaran awalpun selesai tibalah waktu istirahat. Ketika istirahat kita menuju kantin bersama dan kita memesan makanan. Setelah kita lama di kantin datanglah seorang anak yang bernama Faiz. Faiz adalah anak yang jahil dan terkadang dia berbuat jahat kepadaku dan Bobi. Ketika aku dan bobi sedang makan, Faiz datang dan ingin menggangu. Tetapi, ketika dia ingin menjahili kita beruntung datanglah pak Ahmad dan ketika Faiz melihat pak Ahmad Faiz langsung berperilaku baik.

         Siang hari tepatnya pukul 13.00 WIB waktunya kami pulang. Aku dan Bobi pulang bersama dan kita berbincang-bincang tentang ujian matematika besok. Sesampainya aku di rumah, aku langsung belajar dan mempersiapkan alat yang harus di bawa besok termasuk kartu ujian. Siang pun berlalu dan berganti malam, ibuku pulang kerja dan dia menyuruhku untuk makan. Namun, aku membuat kesalahan yang besar, karena sibuk dengan ujian besok aku sampai memarahi inuku yang tujuannya sangat baik yaitu menyuruhku makan. Namun, ibu tetap sabar menghadapinya. Malam semaikin larut dan setelah aku makan, aku langsung pergi ke kamar dan langsung tidur.

         Keesokan harinya, aku bangun kesiangan karena terlalu lelah belajar sehingga membuatku tidur hingga aku bangun kesiangan. Ibu membangunkanku dan aku laget melihat jam menunjukan pukul 06.00. aku langsung mandi dan sarapan dan langsung buru-buru pergi kesekolah. Setelah aku keluar rumah, di depan rumaku sudah ada Bobi yang setia menungguku. Akhirnya, kita pun berangkat sekolah bersama. Namun, di tengah perjalanan aku melupakan sesuatu yang sangat berharga yaitu kartu peserta ujian. 

karena hal tersebut kita langsung panic dan tegang karena meningat sudah tidak ada waktu untuk kembali kerumah. Kita pun memutuskan untuk pergi kesekolah walaupun aku melupakan kartu ujian. dan setelah sesampainya di sekolah, aku sangat tegang sekali dan gugup karena 5 menit lagi ujian akan di mulai dan sebelum ujian di mulai pasti ada pengecekan kartu ujian. Pengecekan pun dimulai dan aku langsung jujur kepada pengawas ujian karena tidak membawa kartu ujian.

         Aku pun kesal dan bahagia. Kesalnya karena aku di marahi oleh pengawas dan di ancam tidak boleh mengikuti ujian. namun, sisi positifnya adalah aku di perbolehkan mengikuti ujian dengan syarat waktu ujianku di potong 10 menit dan aku di peringatkan untuk tidak mengulanginya lagi. Akhirnya, ujian pun selesai dan aku mendapatkan pelajaran penting yaitu untuk lebih berhati hati dan tidak ceroboh karena suatu kecerobohan dapat merusak segalanya dn karena hal ini aku pun menceritakan kepada Bobi dan aku berharap bahwa Bobi tidak melakukan hal yang sama yang aku lakukan.

         Setelah aku menceritakan semua hal itu kepada Bobi, kita pulang bersama lagi. Sesampainya di rumah, aku menceritakan pengalaman ujian ku kepada ibu dari awal sampai akhir.Pada awalnya ibu terlihat marah dan kesal sekali terhadapku namun, ibu tetap sabar dalam menghadapi kejadianku semua ini dan setelah itu ibu memberiku nasihat bahwa persiapkanlah semua perlengkapan sekolah ketika malam hari agar besok ketika ingin berangkat sekolah semua sudah siap dan tidak ada yang tertinggal lagi. Setelah ibu memberiku nasihat, aku lekas pergi ke dapur untuk makan dan setelah itu aku pergi ke kamar untuk beristirahat.

         5 hari kemudian, tibalah saat waktu pengumuman ulangan matematika. Saat itu, aku sangat tegang sekali pada malam harinya karena aku hanya mengerjakan soal matematika tersebut 15 menit karena yang 10 menit sudah terpotong karena konsekuensiku yang lupa membawa kartu peserta ujian. Pagi harinya, aku pergi kesekolah dengan Bobi seperti biasanya dan di sepanjang perjalanan Bobi selalu menguatkan hatiku bahwa aku pasti lulus dalam ulangan matematika walaupun aku hanya mengerjakannya selama 15 menit dan aku mendengarkan perkataan sahabat setiaku itu.

         Sesampainya kita di sekolah, aku langsung menuju tempat pengumuman bersama Bobi dan kita sama-sama berdoa agar kita berdua diberikan kelulusan. Pukul 07.00 WIB adalah waktunya untuk pengumuman kelulusan ujian matematika dan yang membuatku kesal saat itu ialah Faiz yang selalu saja mengejekku dan sahabatku Bobi. 

Namun, kita tetap sabar dan menunggu hasil pengumuman. Ketika pak Ahmad menempel hasil pengumuman pada papan pengumuman seketika aku dan Bobi dan teman teman yang lain langsung berlari mendekati papan pengumuman tersebut. Dengan hati yang super tegang, aku mencari namaku pada lembaran kelulusan tersebut. 

Dan akhirnya, tidak disangka aku dan Bobi lulus dengan nilai yang cukup tinggi. Sedangkan Faiz yang mengejekku tadi ia terpaksa gagal dan harus mengulangi tes matematikanya. Aku dan Bobi saat itu merasa seperti ditimpa durian runtuh yang artinya rezeki yang berkah dan kita sepakat bahwa setelah hujan pasti ada sinar matahari yang artinya setelah melewati masa sulit pasti ada masa dimana kita akan mendapatkan kejayaan.