Idris Reficul
www.kompasiana.com/idrisReficul
| Tulisan | : | 51 artikel |
| Komentar | : | 26 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
tak sepadan dengan seribu perahu kertas yang aku larung menuju samudera nyatanya hanya kisah yang tak sampai sematahari penuh yang aku sandera dari pertemuan kita karena aku ...
Bunga dandelion yang kau tiup satu persatu luruh diantara bebatuan karang dan diantara jemari tanganmu Angin laut tak mau membawanya ke pantai Gurauan ombak sesekali menyapu pasir-pasir ...
semediku tak berhasil membangkitkan bayanganmu sebab kau tak lagi menyalakan dupa wangimu di tempatmu menerjemahkan pesan matahari pagi udara kian dingin dan manja menepikan awan-awan putih di balik merapi dedaunan ...
bukankah jarak yang terbentang di hadapan kita hanya memisahkan raga sedang jiwa kita saling bertemu dan bercumbu di bumi imajinasi purnama pertama aku mulai menyusun fragmen-fragmen wajahmu agar ...
dulu kita berada di negeri masing-masing mengharap kepada impian yang saling kita layangkan ke langit agar jatuh menjelma nyata dengan segala rupa keindahan dulu kita tak saling mengenal karena ...
kotaku kembali berdenyut seiring dengan mendung yang mulai menggantung di langit-langitnya menyembunyikan siang yang hendak beranjak dari pagi mungkinkah musim gersang ini akan berakhir? atau pertanda dari musim selanjutnya? musim ...
jika kau bertemu dengan seorang wanita dan dia mengenalku sebagai masa lalunya, maka sesungguhnya dia sedang menyesali atas keraguannya terdahulu ia tak menghiraukan kesungguhanku untuk menjadikannya pendamping ...
“aku tak mempunyai mantera untuk terus selalu menjadi purnama untukmu cahayaku dapat redup dan bahkan hilang sama sekali jika kau melihatku gerhana, maka saat itu kau sedang ...
#1 pagi ini kotaku masih bermanja pada sunyi tak ada keriuhan yang selalu saja dapat mengusir sepi lantas mengubah senyap menjadi keramaian #2 merapi tetap saja kokoh dan angkuh meski lerengnya ...
Semalam mimpi dalam tidurku mengantarkan ruhku menjelajahi tempat-tempat yang pernah kita kunjungi selama musim semi tahun lalu. Apakah kau masih ingat taman kecil di pinggiran ...