Idris Reficul
www.kompasiana.com/idrisReficul

Di sini, aku mencoba untuk memijakkan kakiku dengan tegap, dengan segala kekurangan dan kelebihanku. Di sini, aku menggenggam harapan dan kau di sana menyimpan sunyi...
Kompasianer sejak:
14 October 2011
Tulisan : 51 artikel
Komentar : 26 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Puisi

Seribu Perahu Kertas

tak sepadan dengan seribu perahu kertas yang aku larung menuju samudera nyatanya hanya kisah yang tak sampai sematahari penuh yang aku sandera dari pertemuan kita karena aku ...

FIKSI | 12 December 2012 08:26

84   0   dibaca Nihil

Puisi

Kau dan Dandelion

Bunga dandelion yang kau tiup satu persatu luruh diantara bebatuan karang dan diantara jemari tanganmu Angin laut tak mau membawanya ke pantai Gurauan ombak sesekali menyapu pasir-pasir ...

FIKSI | 21 September 2012 09:11

85   2   dibaca Nihil

Puisi

Suatu Pagi di Lereng Merapi

semediku tak berhasil membangkitkan bayanganmu sebab kau tak lagi menyalakan dupa wangimu di tempatmu menerjemahkan pesan matahari pagi udara kian dingin dan manja menepikan awan-awan putih di balik merapi dedaunan ...

FIKSI | 17 September 2012 11:35

76   2   dibaca Nihil

Puisi

Wanita Lamaku (3)

bukankah jarak yang terbentang di hadapan kita hanya memisahkan raga sedang jiwa kita saling bertemu dan bercumbu di bumi imajinasi purnama pertama aku mulai menyusun fragmen-fragmen wajahmu agar ...

FIKSI | 14 September 2012 10:59

147   0   dibaca Nihil

Puisi

Wanita Lamaku (2)

dulu kita berada di negeri masing-masing mengharap kepada impian yang saling kita layangkan ke langit agar jatuh menjelma nyata dengan segala rupa keindahan dulu kita tak saling mengenal karena ...

FIKSI | 13 September 2012 15:26

139   0   dibaca Nihil

Puisi

Musim Selanjutnya

kotaku kembali berdenyut seiring dengan mendung yang mulai menggantung di langit-langitnya menyembunyikan siang yang hendak beranjak dari pagi mungkinkah musim gersang ini akan berakhir? atau pertanda dari musim selanjutnya? musim ...

FIKSI | 31 August 2012 16:33

59   0   dibaca Nihil

Puisi

Wanita Lamaku

jika kau bertemu dengan seorang wanita dan dia mengenalku sebagai masa lalunya, maka sesungguhnya dia sedang menyesali atas keraguannya terdahulu ia tak menghiraukan kesungguhanku untuk menjadikannya pendamping ...

FIKSI | 29 August 2012 11:09

161   4   dibaca 1 menarik

Puisi

Hanyalah Rembulan

“aku tak mempunyai mantera untuk terus selalu menjadi purnama untukmu cahayaku dapat redup dan bahkan hilang sama sekali jika kau melihatku gerhana, maka saat itu kau sedang ...

FIKSI | 29 August 2012 10:37

43   0   dibaca Nihil

Puisi

Pagi Ini di Jogja

#1 pagi ini kotaku masih bermanja pada sunyi tak ada keriuhan yang selalu saja dapat mengusir sepi lantas mengubah senyap menjadi keramaian #2 merapi tetap saja kokoh dan angkuh meski lerengnya ...

FIKSI | 23 August 2012 12:35

94   1   dibaca Nihil

Cermin

Untuk Malaikat Kecilku

Semalam mimpi dalam tidurku mengantarkan ruhku menjelajahi tempat-tempat yang pernah kita kunjungi selama musim semi tahun lalu. Apakah kau masih ingat taman kecil di pinggiran ...

FIKSI | 14 August 2012 15:02

115   0   dibaca Nihil
1 2 3 ... 6 Next »

Subscribe and Follow Kompasiana: