Petugas Damri di Stasiun K.A Tugu Yogyakarta

23 September 2015 09:18:47 Diperbarui: 23 September 2015 09:22:56 Dibaca : 4754 Komentar : 4 Nilai : 11 Durasi Baca :
Petugas Damri di Stasiun K.A Tugu Yogyakarta

PT Kereta Api Yogyakarta bekerjasama dengan Perum Damri? Kereta api merupakan moda transportasi darat yang belakangan ini menjadi salah satu alternatif moda transportasi yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia terutama masyarakat di kota Yogyakarta. Sedangkan, Djawatan angkoetan motor repoeblik indonesia atau yang biasa disebut dengan DAMRI merupakan salah satu penyelenggara jasa angkutan penumpang dan barang dengan menggunakan bus dan truk. Tugas dari dua moda transportasi ini sama yaitu melayani penumpang atau pelanggan yang akan berpergian jarak jauh maupun jarak dekat.

Sudah banyak stasiun-stasiun kereta api di Indonesia. Di Yogyakarta sendiri kurang lebih ada 3 stasiun, yaitu stasiun Tugu Yogyakarta yang berada di Jl. Pasar Kembang, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta , stasiun Lempuyangan yang berada di Jalan lempuyangan dan terakhir stasiun Maguwoharjo yang terletak di Bandara Adi Sucipto.

Stasiun Tugu Yogyakarta adalah stasiun besar yang berada di Yogyakarta, letaknya yang strategis, dekat dengan icon kota yogyakarta yaitu Tugu, tidak jauh dari pusat perbelanjaan kawasan Malioboro. Stasiun tugu sendiri melayani rute jarak jauh dan jarak dekat berbeda dengan stasiun maguwoharjo. Di stasiun Tugu terbagi menjadi 2 pintu yaitu pintu timur dan pintu selatan. Sejak 7 juli pintu timur stasiun Tugu hanya untuk drop zone keberangkatan jarak jauh, sedangkan pintu selatan untuk keberangkatan jarak dekat seperti solo, dan untuk tempat penumpang yang akan keluar dari stasiun tugu.

Saat saya berada di stasiun tugu di pintu selatan, disana keadaannya tidak begitu ramai, sebagian calon penumpang sedang mereservasi tiket, menunggu sanak saudaranya yang akan tiba, mencetak tiket online dan adapula yang sedang duduk santai sambil meminum secangkir air es,karena memang siang itu teriknya matahari cukup membuat tenggorokan kita terasa kering.

Di dekat pintu masuk stasiun, saya melihat ada seperti sebuah loket pelayanan damri transport ke magelang. Disana terlihat satu orang wanita dan satu pria yang sedang asyik bercengkrama. Bergegaslah saya menghampiri kedua orang itu, tanpa bermaksud untuk menganggu atau memotong pembicaraan yang sedang mereka bicarakan. Pertama saya memperkenalkan diri saya dan menceritakan maksud dari kedatangan saya ke stasiun tugu.

Siang itu, di tempat pelayanan damri transport sedang tidak ada pelanggan atau customer,sehingga saya bisa meminta waktu luang dari petugas damri tersebut dan petugas damri itu pun bersedia untuk saya wawancarai. Bapak-bapak yang berada di sebelah saya ini bernama Pak Paimin, sedangkan wanita yang berada disamping Pak Paimin ini tidak mau disebutkan namanya.

 

Pak Paimin bertugas di pelayanan damri transport yang berada di stasiun tugu ini baru berjalan selama  1 tahun, maka dari itu beliau mengatakan, “saya disini baru merintis, tadinya saya ditugaskan di bandara adi sucipto.” Ujar beliau kepada saya. Selama tujuh tahun beliau mengabdi di pelayanan damri transport yang terletak di bandara adi sucipto. Selama setahun menjadi petugas disini beliau menceritakan peminat atau pelanggan Bus damri di stasiun tugu ini cukup banyak diminati oleh turis asing, biasanya tujuan wisatanya adalah ke borobudur. 35-50 penumpang per hari, kalau dihari-hari biasa penumpangnya tidak begitu banyak,sangat berbeda bila di hari raya atau tahun baru.

Sekarang dengan dipindah tugaskannya Pak Paimin membuat jarak dari rumahnya yang berada di maguwo  sampai ke tempat kerja itu semakin jauh. Walaupun seperti itu ia tetap bersemangat untuk mengais rejeki di umur yang sudah menginjak 50 tahun.

Pak Paimin sebagai kepala keluarga memiliki tanggung jawab untuk menghidupi kedua putra dan seorang istri. Putra pertama Pak Paimin sudah berada dibangku perkuliahan semester 7 di sebuah universitas yang baru-baru ini baru saja diresmikan menjadi perguruan tinggi negeri, yaitu UPN (Universitas Pembangunan Negeri). sedangkan  putra keduanya baru menginjak bangku SMP kelas 3.

Petugas Damri disini dibagi menjadi 3 shift, beliau mendapatkan Shift ke 2.beliau sempat menceritakan dukanya menjadi petugas damri karena sistem jadwal kerjanya  yang 3 hari masuk 1 hari libur. Beliau menganggap hal itulah yang membuatnya jarang bertemu dengan anak-anaknya.

Dengan gaji Rp 2.300.000 ia menghidupi keluarganya, walau sering dirasa kurang untuk memenuhi segala kebutuhan,belum lagi untuk memenuhi biaya kuliah dan sekolah anaknya,beliau tetap menerima atas segala pemberian yang telah Allah SWT berikan dengan cara ia banyak-banyak bersyukur. Hanya dengan bermodalkan ijazah SMA beliau bekerja menjadi petugas damri, dan berusaha keras untuk menjadikan anak-anaknya sarjana yang sukses dan bisa memperbaiki perekonomian keluarganya.

 

 

Ida Maulidia Munawwarah

/idamaulidia96

Mahasiswi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga 2015. Ikom C
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana