Zulkieflimansyah Tidak Tepat Buat NTB, Kecuali...

12 Agustus 2017   11:35 Diperbarui: 12 Agustus 2017   11:43 133 0 0
Zulkieflimansyah Tidak Tepat Buat NTB, Kecuali...
http://www.suararevolusi.com

Zulkielimansyah atau biasa dipanggil Bang Zul sebenarnya tidak tepat buat NTB, jika hanya mencalonkan sebagai orang nomor dua atau wakil gubernur. Jika dia harus menjadi wakil gubernur, lebih baik tidak sama sekali. Dia justru harus menjadi gubernur NTB, sebab dia lah yang NTB butuhkan hari ini. 

Apa alasannya? Sederhana. Diantara para calon yang lain, Bang Zul adalah satu-satunya sosok yang paling memiliki pengalaman dan perasaan internasional atau orang yang paling cosmopolitan. Dia menghabiskan masa remajanya bersekolah di Australia, menyelesaikan jenjang S1-nya di Universitas Indonesia, belajar di Sophia University Tokyo, kemudian melanjutkan di beberapa universitas ternama di luar negeri, yakni di Harvard University, Institute for New Tecnology Maastrich Belanda, University of Manchester Inggris, dan University of Dundee Skotlandia. Bahkan sampai saat ini ia mendapatkan kehormatan sebagai senior research fellow di Kennedy School of Government, Harvard University, Amerika Serikat. 

Tapi, butuhkan NTB sosok pemimpin yang punya pengalaman dan perasaan internasional? Bukankah NTB hanya provinsi kecil? 

Pengalaman dan perasaan internasional bukan semata-mata bahwa orang pernah pergi atau tinggal di luar negeri. Lebih dari itu, pengalaman dan perasaan internasional adalah orang yang pernah menikmati kehidupan yang panjang di luar negeri, memahami karakter masyarakat dunia, dan menyerap spirit dari kemajuan yang ditawarkan di sana. 

NTB memang provinsi kecil, tapi bukan berarti dia terpencil dari dunia. Bahkan, hari ini NTB merupakan destinasi wisata favorit di Indonesia, termasuk di Asia Tenggara. Artinya, NTB sudah masuk dalam pergaulan dunia yang luas. Dan, untuk tahun-tahun mendatang posisi NTB dalam setiap persinggungan dengan dunia akan semakin intens. Pariwisata semakin berkembang, terlebih sirkuit untuk kompetisi Moto GP sedang di bangun di Lombok Tengah. 

NTB telah berada di jalur menuju masyarakat yang sepenuhnya terbuka dengan persinggungan dunia internasional, dan karena itu NTB harus dikelola dan dipimpin oleh orang-orang yang punya pengalaman dan perasaan internasional. NTB tidak bisa lagi dianggap sebagai kawasan yang terpencil dan terkucil dari dunia. Artinya, kita harus mulai membangun cara berpikir yang berpijak sekaligus melampaui lokalitas kita. 

NTB tidak bisa dipimpin oleh orang-orang yang pikirannya sempit, tidak punya sense tentang kemajuan dunia. Kita bahkan tidak yakin calon-calon yang lain itu cakap berbahasa asing. Ukuran ini sederhana, tapi juga menjadi ukuran sejauh mana mereka mampu merefleksi dan menyerap arah kemajuan dunia. 

Coba saja diperhatikan slogan yang mereka tawarkan, isu yang mereka gelar, dan janji-janji yang mereka berikan. Semuanya masih memandang NTB seperti pulau kecil dan terpencil. Tak ada imajinasi di sana, hanya rutinitas kampanye.