HIGHLIGHT

Kualitas SDM Indonesia di Dunia

14 Maret 2011 05:47:30 Dibaca :
Kualitas SDM Indonesia di Dunia
Human Development Index (HDI) - 2010 Rankings, SUMBER:hdr.undp.org/en/statistics/

1300081929999137905Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang sangat padat, kira-kira terdapat 232,516.8 juta jiwa lebih penduduk di Indonesia, dengan jumlah penduduk yang sangat besar, Indonesia memliki potensi SDM yang sangat besar dari segi kuantitas, lalu bagaimana kualitas SDM indonesia di mata dunia.

Menurut data dari Human Development Indeks, Indonesia berada pada peringkat 108 di dunia dari segi Kualitas SDM.

Harapan Hidup Manusia Di Indonesia adalah 71.5 tahun, pengeluaran untuk kesehatan di Indonesia adalah 1,2% dari GDP Indonesia, sangat kecil, sehingga penanggulangan dan pencegahan penyakit di Indonesia sangat rendah hal ini dibuktikan dengan tingkat keselamatan ibu dari 100.000 kelahiran adalah 420 ibu meninggal saat melahirkan, Bandingkan dengan peringkat 1 yaitu Norwegia, yang harapan hidupnya mencapai 81 tahun lebih lama 10 tahun dari Indonesia, hal ini karena pemerintah Norwegia sangat mementingkan kesehatan warganya terbukti pengeluaran pemerintah untuk kesehatan adalah 7,5 % dari GDPnya,dengan tingkat keselamatan ibu pada saat melahirkan per 100.000 kelahiran adalaha 7 orang

1300080177294672624

1300080298101955650

13000803711348051145

13000804901575048610

Dari segi kualitas pendidikan, rata-rata lama orang Indonesia menempuh pendidikan adalah 12,7 tahun, jika di asumsikan dengan system pendidikan wajib belajar, rata-rata orang Indonesia menempuh pendidikan SD-SMA,setelah itu penduduk Indonesia memilih untuk bekerja, pengeluaran pemerintah untuk pendidikan hanya 3,7 % dari GDP Indonesia, bandiingkan dengan Norwegia, orang norwegia mampu menempuh pendidkan selama 17 tahun, hal ini tak lain dari peran pemerintah Norwegia yang mengalokasikan pengeluarannya untuk pendidikan sebanyak 6,7% dari GDPnya,

13000801331927140769

13000802242032336949

Jumlah pengangguran di Indonesia cukup besar yaitu 8,4% dari total angkatan kerja di Indonesia, hal ini menunjukan banyak SDM yang menganggur atau tidak mendapatkan pekerjaan di Indonesia, Bandingkan dengan Norwegia, jumlah orang yang menganggur hanya sebesar 2% dari total angkatan kerja. Tingkat pendidkan orang Indonesia yang rata-rata hanya sampai 12,7 tahun atau sampai SMA.

13000807421760242951

13000808191017048681

Jumlah pengangguran yang tinggi ini berdampak pada pendapatan nasional Indonesia, GDP Indonesia hanya sebesar, 4,394 US4$,Total pengeluaran consumsi Rumah tangga masyarakat Indonesia adalah sebesar 2,138 US4$, Bandingkan dengan Norwaegia yang GDPnya besar Mencapai 58,278 US$, dan Total pengeluaran consumsi Rumah tangga masyarakat Norwegia, adalah sebesar 19,969 US$, hal ini menunjukan bahwa pendapatan orang di Indonesia rendah, dan biaya hidup yang mahal, sehingga mengurangi konsumsi masyarakat Indonesia.

1300080908531339385

13000805421740570004

Dari semua data diatas menunjukan bahwa pembangunan Manusia di Indonesia sangat kurang, Mutu SDM yang rendah, sehingga menyebabkan perputaran lingkaran setan kemiskinan, bahkan Pekerja anak (children labour) saat ini menjadi perbincangan serius di ILO (International Labour Office),menurut laporan ILO,berdasarkan data dari SAKERNAS,di indonesia terdapat 3,7 juta pekerja anak berumur 10-17 tahun atau 10 % dari jumlah penduduk indonesia yang berumur 10-17 tahun yaitu 35.7 juta (ILO,2009:21) dalam laporan tersebut disebutkan juga pekerja anak mayoritas bekerja pada sektor buruh (ILO,2009:30).

Menurut Profesor Nurkse, Tingkat investasi yang rendah kembali menyebabkan modal kurang dan produktivitas rendah. Inilah yang ditunjukan dalam gambar .produktivitas rendah tercermin di dalam pendapatan nyata yang rendah. Tingkat tabungan yang rendah menyebabkan tingkat investasi rendah dan modal kurang. Kekurangan modal pada gilirannya bermuara pada produktivitas yang rendah Lingkaran setan ini dilukiskan di dalam gambar tingkat pendapatan rendah, yang mencerminkan rendahnya investasi dan kurangnya modal merupakan ciri umum kedua lingkaran setan tersebut.(Jhingan,2002:34).Lingkaran setan Kemiskinan ini menyangkut keterbelakangan manusia dan sumberdaya alam. Pengembangan sumber alam pada suatu Negara tergantung pada kemampuan produktif manusia.jika penduduknya terbelakang dan buta huruf, langka akan keterampilan teknik,pengetahuan dan aktivitas kewiraswastaan,maka sumber alam akan tetap terbengkalai,kurang atau salah guna.pada pihak lain, keterbelakangan sumber alam ini menyebabkan keterbelakangan manusia.(Jhingan,2002:35)

Jakarta:Raja Grafindo"]13000807721966480263
Lingkaran setan kemiskinan,sumber:Jhingan, M.L . Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Guritno, [penterjemah

sebenarnya tidak ada kemiskinan absolute, hanya saja pembentukan manusianya yang lemah, jika pemerintah mau mengalokasikan sebagian besar tenaganya, untuk pembangunan Manusia, mutu SDM kita akan bagus, sehingga kemiskinan mudah diberantas.

Sumber data:

http://hdr.undp.org/en/statistics/

Daftar Pustaka:

Jhingan, M.L . Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Guritno, [penterjemah] Jakarta:Raja Grafindo

ILO. 2009. Working Children In Indonesia 2009. Laporan .http://www.ilo.org

Mahesa Bhirawa

/hesabhirawa

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Freelance Writer,dan reporter,suka mengamati Ekonomi,sejarah,budaya,Sastra,teknologi,dan semua yang baru.Lihat,Rasakan,Dan Tuliskan.terciptalah jejak abadi dalam hidup ini.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?