Herulono Murtopo
Herulono Murtopo profesional

berusaha ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa

Selanjutnya

Tutup

Jakarta

Ahok Kalah, Para Koruptor Kompak Bergembira

21 April 2017   17:46 Diperbarui: 21 April 2017   19:06 621 6 5
Ahok Kalah, Para Koruptor Kompak Bergembira
gambar dari antaranews.com

Beberapa hari lalu saya mendapatkan foto-foto yang memperlihatkan 8 orang tahanan KPK lengkap dengan rompi orange kebesaran mereka menyampaikan salam Oke Oce... Tentu banyak teman yang mendukung Ahok, saya sempat berfikir mungkin foto ini hanya lucu lucuan ah.... Masa iya ada koruptor dengan baju seragam kebesarannya foto bersama menyampaikan dukungan? Bukankah ini malah menjadi semacam batu sandungan untuk sang terdukung? Lalu saya cek dan coba ditelusuri... tak butuh waktu lama untuk menemukan jawabannya dan benar saja, foto foto itu asli tanpa editan.

Sejenak ku terhenyak... mengapa mereka begitu bergembira? Dan mengapa mereka begitu kompak?

Sampai di situ, begitu terhenyaknya... sampai tetesan air di kamar mandi saja terdengar... Bukan apa apa, jujur saja saya merasa ada yang ga beres... intuisi saja sih, semoga saya salah.... beneran neh, tulus... semoga saja saya salah... saya senang kalau salah dalam hal ini...

Tentu saya menginginkan bahwa Jakarta minimal situasi kerjanya seperti sekarang ini... meskipun serapan anggaran rendah, namun efektif... bayangkan, rendah saja efektif... bagaimana kalau serapan anggarannya tinggi. Siapakah kira kira yang selama ini menjadi penghalang untuk meningkatkan serapan anggaran? Ya siapa lagi kalau sebangsa UPS dengan harga yang ga masuk akal! untunglah preman preman anggaran itu berhadapan anjing galak yang menyalak dengan tulisan pemahaman nenek lo....

Dan beberapa dari mereka kini harus merasakan dinginnya penjara. Ga selalu gara gara Ahok, tapi ada dendam kepada anjing penyalak ini yang begitu anti dengan korupsi. Sudah dibuat buatkan kasus, mulai dari kasus sumber waras, di mana Mohammad Sannusi sudah mempersiapkan rompi orange untuk Ahok, eh... kok malah dirinya sendiri yang kena... weleh weleh.... Sampai kasus reklamasi yang kemudian menjadi jualan politik pak Anies yang kani sepertinya, terbaca maju mundur berkaitan dengan kebijakan tersebut.... yang jelas, masyarakat menilai bahwa Ahok bersih... Nazaruddin setidaknya membuktikan itu bahwa ketika yang lain korupsi berjamaahpun, Ahok berani tegas menolak....

Inilah tantangannya ke depan untuk pan Anies Sandi ke depan... Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Kuskridho Ambardi, kemampuan pasangan Anies-Sandi dalam menggerakkan birokrasi mungkin akan mendapat tantangan.
 "Karena selama ini Ahok berani mengambil keputusan dan berani tidak populer, dan itulah yang nanti kita lihat, apakah gaya Anies yang lebih lembut akan efektif." (bbc.com) Ini kata orang dalam loh ya, seperti kita tahu LSI merupakan salah satu konsultan politiknya pasangan ini. Tentang orang dalam yang juga 'wawang' ragu dengan ekmampuan Anies, tiba tiba saja saya teringat seorang bapak tua pemilih Anies yang juga ragu...

Sore hari setelah pencoblosan seorang bapak itu, usianya 60an tahun berkata dengan penuh keraguan akan siapa yang dipilihnya, "apa ya isa...?" apa ya bisa? Lama dia mengucapkan itu... dalam bahasa Jawa dia berucap bijaksana... apa ya bisa Anies Sandi bekerja secekatan dan seberani Ahok.

"Lah... lalu kenapa bapak milih kalau ragu?"

Saya ga usah jelaskan, jawabannya you-know-why lah.... Hanya kemudian terjawab lebih, bahwa ini masalah kerukunan.... ga ingin keluarga besar terpecah... sedih dan jelas ragu...

Sebaliknya, saya sampaikan juga pilihan saya.... saya milih Ahok pak.... tapi untuk beberapa alasan saya tidak ingin atau tidak menginginkan kemenangannya. Lah kok?

Ada banyak alasan... pertama berkaitan dengan dan ini masalah pokoknya sebenarnya... kontrak politik dengan salah satu partai agama. Jujur saja, begitu membaca kontrak politiknya ini seperti pemerasan... dan mengapa harus menjadi penjilat hanya untuk dukungan politik? menjadi penjilat untuk mereka yang ga tahu terima kasih.... bahkan koruptorpun dianggap lebih baik daripada gurbernur kapir yang bekerja....

Yang kedua.... ini kaitannya dengan sidangnya. Jelas kalau mengikuti gramatika undang undang... dia bengong, apa kui... maksudnya kalau mengikuti apa ya pak... mengikuti pokoknya cara berfikir hukumnya jelas bahwa tidak ada unsur penodaan agama... dengan sengaja, berulang, lalu membangun kebencian dan permusuhan itu ga ada... tapi bayangkan kalau sampai dia tetap menang? Bisa terjadi konflik vertikal horizontal seperti bapak tadi.... Tapi bayangkan dengan kalau dia kalah? Ya mungkin ramai... tapi ga akan seramai dulu lagi...

Yang ketiga ini penting... Ahok memang ga pantes untuk Jakarta... pantesnya untuk Indonesia... soalnya kabarnya juga ada kemungkinan ke luar negeri. Kayak Srimulyani di jaman pan Beye... di dalam negeri dikuyo kuyo... malah diminta ngurusi bank dunia... untung saja Jokowi pinter... Jangan sampailah seperti Ahok malah justru dimanfaatkan di luar negeri... terlalu banyak anak anak bangsa terbaik negeri ini yang dimanfaatkan luar negeri.... Jadi ya mungkin ga jadi Gurbernur itu lebih baik untuk kemudian jadi anggota komisi pemberantasan korupsi lah...

Oke... mari kita move on... back to the nature...

Masih menurut BBC, Dalam masa kepemimpinan Gubernur Ahok, Dodi melihat adanya kejelasan tugas yang diberikan dan harus dipenuhi oleh para bawahannya.

"Kriterianya ini, targetnya ini, kalau tak bisa, tak mampu, boleh mundur. Elemen itu yang mungkin akan terkurangi kalau melihat gaya kepemimpinan Anies, mungkin sluggish bureaucracy, lambat sedikit (kinerja birokrasinya)," ujar Kuskridho.

Salah satu alasan yang disebutnya menjadi dasar penilaian adalah pengalaman Anies sebagai Mendikbud dalam mendistribusikan Kartu Indonesia Pintar yang 'tidak mencapai target'. Ahok tegas dan bahkan galak kepada PNS yang ga bisa kerja dan sepertinya merekalah penggerak barisan sakit hati itu... belum lagi para pelayan masyarakat kan pengen kembali ke tempo doeloe... di mana menjadi pelayan masyarakat itu sebenarnya menyenangkan... ga usah spaneng ngantor tepat waktu, pulang kerja harus sesuai jamnya dan yang jelas bisa banyak cari sambilan.... Bagi mereka Jakarta ga butuh Gurbernur yang terlalu spanneng lahhh... slowww ajah... seperti cara kerjanya pak Anies selama ini... yang selama kampanye biasa terlambat datang....

Untunglah sekarang ada terobosan baru yang hebat.... biar ga terlambat ketemu Pak Ahok kemaren... dalam rangka rekonsiliasi kemaren pak Anies numpang Helikopter.. keren kan... ke balaikota naik heli.... Jokowi saja kalah keren dah pokoknya....

Agak serius sekarang kembali ke gambar di atas.... Nilai APBD DKI 2017 mencapai Rp 70,191 triliun. Hadhuhhh... betapa tidak bikin ngiler ini.... Ya kita tahu antara eksekutif dan legislatif harus bekerja sama... dan jelas, kalau gurbernurnya tetap Ahok neh.... atau katakanlah kemaren seandainya yang jadi gurbernur bukan Ahok... barang kali Sanusi dkk tak perlu dikerangkeng... malah sudah bisa jadi jagoan Gerindra.... Maka, kekalahan Ahok jelas menjadi sukacita besar untuk mereka. Ini logika saya yang belum pernah ngecek tingkat IQ karena takut terlalu rendah IQ saya... hehehe... logika nalarnya sih gitu... syukurin lu hok... gara gara lu... gue jadi begini... berapapun putaran pilkada kami akan kompak ga akan milih lu....

Tapi kalau logika saya salah mungkin saja para koruptor ini punya pertimbangan lain... pertobatan religius. Ya... mungkin saja mereka menyesal telah korupsi... lalu sekarang mengurangi dosa sebagai silihnya nyoblos sesuai anjuran Habieb Rizieq... lebih mulia... meskipun tidak menyelesaikan masalah korupsinya, setidaknya dalam hal religius terobatilah...

Masalahnya ini juga bisa menyampaikan pesan yang lain... Ada semacam harapan baru bahwa mereka akan mendapatkan banyak kemungkinan untuk lebih ringan hukumannya... bahkan kalau perlu putusan untuk mereka dibatalkan.... siapa tahu saja... mereka bisa kerja sama dengan temen temen lama yang kini menjadi dekat dengan pihak eksekutif... Toh cagub dan cawagub ini sebenarnya bukan siapa siapa tanpa dukungan partai politik? balas budi adalah prinsipnya.... Awas loh... mempersulit kami, gurbernur dan wakil gurbernur... jangan seperti Ahok yang kacang lupa kulitnya!!!!

Persis pada titik inilah insting saya tadi kok merasa buruk dan ada yang ga beres... Sekali lagi semoga saya salah. Semoga!!!!