Hento2008
www.kompasiana.com/hento2008
| Tulisan | : | 848 artikel |
| Komentar | : | 1461 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
Wisata spiritual selama ini hanya dikaitkan secara fisik. Kunjungan ke tempat-tempat yang dianggap sakral atau disucikan. Mengapa saya katakan disucikan? Semua tempat adalah suci adanya, ...
Banyak orang berpikir bahwa ketakutan mesti dihindari. kenyataannya tidak. Ketakutan dibutuhkan dalam kehidupan ini. Ketakutan menimbulkan stress. Dan karena stress, maka dunia berkembang dan hidup. Karena ...
Fear is one of the basic ingredients of life, you cannot completely and totally get over it. But, yes, you can decrease it to the ...
Cerita lucu sekali……………………. “Keyakinan suatu negara pada neraka akan mengurangi tingkat kejahatan. Temuan ini konsisten dan menunjukkan efek ‘dunia nyata’ yang kuat pada sesuatu yang benar-benar ...
Jika saja manusia menganggap makanan sebagai obat lapar, ia akan sekedar makan tanpa menjadi budak makanan. Sayangnya sedikit sekali manusia yang sadar bahwa lapar adalah ...
Arogansi yang sulit dikendalikan adalah arogansi merasa pintar. Arogansi kekuasaan atau harta masih dengan mudah terpatahkan. Ada tiga tingkatan arogansi yang sering melanda diri manusia. Dan ...
Banyak orang salah memahami ketika mereka mengatakan takut akan kematian. Kematian tidak menakutkan, sesungguhnya yang ditakutkan adalah hilangnya kenyamanan yang di dapatkan ketika masih hidup. Kematian ...
Banyak orang yang belum kenal kebahagiaan. Kebahagiaan tidak sama dengan kelegaan memperoleh suatu barang yang diinginkan. Rasa ‘plong’ yang diperolehnya sama. ‘Plong’ atau kelegaan yang ...
semua kebiasaan yang dilakukan oleh manusia serba biasa. pada umumnya dilakukan manusia. manusia makan, biasa. jika tidak mau mati… segala sesuatu urusan berkaitan dengan kenyamanan ...
Membaca satu artikel di salah satu media yang berjudul: NEGARA DIMANA RAKYATNYA TAKUT NERAKA TINGKAT KEJAHATAN LEBIH RENDAH. Dalam artikel tersebut diulas bahwa masyarakat yang mencitai ...