Hendro Santoso
Hendro Santoso Purnakaryawan

Seorang Kakek Pensiunan yang menyukai olah raga terutama sepakbola dan badminton.

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Menunggu Sihir Evan Dimas Melawan Thailand

23 Juli 2017   13:21 Diperbarui: 23 Juli 2017   13:33 2863 11 5
Menunggu Sihir Evan Dimas Melawan Thailand
Foto Sindomi.com

Evan Dimas seolah menjadi buah bibir yang ramai dibicarakan ketika tidak diturunkan sebagai starter dalam laga pertama Timnas U-22 melawan Malaysia dalam ajang Pra Piala Asia U-23 di Bangkok Thailand 19 Juli 2017 yang lalu. Untung saja Luis Milla mau mendengar komentar-komentar para pengamat dan fans Timnas Garuda. Akhirnya pada babak kedua Evan Dimaspun diturunkan saat itu nampak jelas dia menjadi pembeda yang nyata. Serangan-serangan Timnas U-22 menjadi lebih hidup. Namun disayangkan defisit 3 gol yang harus dikejar cukup sulit bagi tim usia muda ini. Beberapa peluang harus terbuang, paling tidak Febri Hariyadi dan Septian David yang seharusnya menjadi gol ke gawang Malaysia saat itu adalah umpan matang dari Evan Dimas. 

Memang tidak keliru jika AFC memprediksi pemain asal Surabaya ini akan bersinar di ajang Pra Piala Asia U-23 ini.  Laman resmi Konfederasi Sepakbola Asia, The AFC.com (15/07/2017), menyatakan bahwa Evan Dimas tercatat sebagai bagian dari generasi baru pemain Indonesia yang akan meningkatkan kualitas timnas Indonesia selepas sanksi FIFA. Bahkan gelandang serang Timnas Garuda U-22 ini menjadi salah satu dari 10 pemain yang diprediksi AFC bakal bersinar pada gelaran Kualifikasi Piala Asia U-23. Indonesia mengikuti kualifikasi grup H di Bangkok, Thailand, yang diselenggarakan 19-23 Juli 2017. Pemain lainnya yang juga diprediksi bermain cemerlang adalah  Wei Shihao (China), Mehran Derakhshanmehr (Iran), Bashar Resan (Irak), Zabikhillo Urinboev (Uzbekistan), Riley McGree (Australia), Lalianzuala Changte (India), Koji Miyoshi (Jepang), Sami Al Naji (Arab Saudi), dan Lee Sang-min (Korea Selatan).

Evan Dimas semakin terlihat kontribusinya ketika Timnas U-22 menghancurkan Mongolia dengan 7 gol tanpa balas. Gol pembuka yang dicetak Saddil Ramdani adalah umpan terobosan yang akurat dari Evan. Lini tengah Timnas U-22 yang ditempati oleh Evan Dimas, Hargianto dan Septian David sangat kaya dengtan kreasi dan improvisasi. Mereka bermain sangat taktis ditambah lini belakang yang dipimpin Hansamu Yama, membuat tenteram para penyerang Timnas U-22 menjadi lebih fokus mencetak gol.

Diharapkan starting eleven dengan komposisi saat bermain melawan Mongolia ini bisa dipertahankan. Penjaga gawang Kartika Aji dikawal empat pemain benteng kuat Hansamu Yama, Bagas Adi, Gavin dan Hehanusa. Lini tengah di bawah dirigen Evan Dimas ditemani Hargianto dan Septian David. Dua sayap cepat Oswaldo Haay dan Saddil Ramdani akan mendukung striker tunggal Marinus Wanewar. Luis Milla menyukai skema dengan skema 4-3-3 dan modifikasi menjadi 4-2-3-1 

Selamat bertanding Garuda Muda U-22. Bravo Merah Putih.

#hensa Minggu 23 Juli 2017